fbpx
Categories
Uncategorized

11 Kuliner Raja Ampat yang Unik

Para pecinta olahraga selam dan snorkeling tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan Raja Ampat? Kota yang menyimpan keindahan alam bawah laut ini menjadi salah satu tempat favorit para pecinta olahraga air.

Tahukah kamu Raja Ampat tidak hanya dikenal sebagai surga diving dan snorkeling saja. Kuliner Raja Ampat juga terkenal unik dan aneh tapi disukai oleh para pelancong yang berlibur kesana.

Khusus untuk kamu, kami akan memberikan daftar kuliner unik dan aneh yang ada di Raja Ampat.

  1. Insonem atau Cacing Laut

Pernahkah kamu makan cacing bakar atau oseng-oseng cacing? Di Raja Ampat tepatnya di Kepulauan Ayau terdapat makanan unik yaitu cacing laut atau insonem.

Bentuk dari cacing laut memang hampir mirip dengan cacing tanah pada umumnya. Namun cacing laut atau insonem ini mempunyai warna yang lebih terang. Kandungan protein di dalam insonem ini juga cukup tinggi sehingga bagus untuk kesehatan tubuh.

Cacing laut atau insonem ini diyakini mengandung gizi yang tinggi dan bagus untuk vitalitas pria. Kandungan gizi dalam insonem juga bagus untuk perkembangan dan kesehatan otak terutama untuk anak-anak.

Masyarakat Papua khususnya Kepulauan Ayau memasak insonem dengan cara di bumbu balado maupun di buat oseng-oseng. Untuk menambah cita rasa biasanya ditambah dengan berbagai sayuran dan bumbu lainnya.

Tidak hanya di masak, insonem juga sering diasap kemudian dikeringkan untuk dijadikan keripik. Bahkan masyarakat Papua sering membuat sate insonem sebagai lauk sehari-hari. Tekstur dari insonem ini tidak lembek melainkan kenyal seperti daging gurita.

Jika kamu ke Raja Ampat wajib rasanya untuk mencoba kuliner unik ini. Rasakan cita sensai kenyal dan rasa gurih cacing laut ini.

  1. Sate Ulat Sagu

Kuliner unik dan khas lainnya dari Raja Ampat yang cukup populer adalah sate ulat sagu. Ulat sagu oleh masyarakat sekitar disebut dengan Koo.

Koo termasuk salah satu makanan unik yang biasa dikonsumsi oleh warga Papua termasuk di Raja Ampat. Berbeda dengan ulat pada umumnya, Koo mempunyai bentuk yang lebih besar dan gemuk. Ulat ini juga hanya ditemukan di batang sagu yang sudah mati.

Biasanya orang asli Papua memakan langsung ulat sagu ini tanpa dimasak terlebih dahulu. Tentu saja kamu yang bukan warga asli Papua mungkin akan merasa jijik jika mengkonsumsi ulat ini hidup-hidup.

Selain dikonsumsi mentah, Koo juga biasa diolah dengan cara di sate. Rasa dari sate Koo ini sangat khas dan enak. Bahkan banyak orang yang mengatakan jika rasanya lebih enak dari sate daging sapi. Selain dibuat sate, ulat sagu juga bisa dimasak dengan cara ditumis.

Ulat sagu ini dipercaya mengandung protein yang sangat tinggi sehingga bagus untuk meningkatkan energi. Kamu yang sedang berlibur ke Raja Ampat rasanya kurang lengkap jika tidak mencoba sate ulat sagu ini.

  1. Papeda Ikan Kuah Kuning

Papeda menjadi salah satu makanan khas Papua yang sudah sangat terkenal. Raja Ampat mempunyai masakan papeda yang khas dan berbeda yaitu papeda ikan kuah kening.

Papeda di Raja Ampat sama dengan papeda di Maluku dan daerah lainnya yang bertekstur lengket seperti lem. Yang berbeda dari papeda ini adalah lauk pelengkapnya yaitu ikan kuah kuning.

Jenis ikan yang digunakan untuk membuat olahan ini adalah ikan mubara, tuna, kakap, dan tongkol. Rasa ikan-ikan ini memang sudah khas apalagi dimasak dengan rempah bumbu kuning.

Perpaduan antara ikan kuah kuning dengan papeda membuat siapa saja ketagihan untuk memakannya. Bahkan para wisatawan luar negeri ketagihan. Jadi jika kamu diving di Raja Ampat wajib untuk mencoba makanan yang satu ini.

  1. Martabak Sagu

Martabak biasanya terbuat dari tepung terigu bukan? Di Raja Ampat ada martabak unik yang dibuat dari sagu.

Seperti namanya martabak ini terbuat dari sagu yang dihaluskan. Karena terbuat dari sagu tekstur dari martabak ini lebih kenyal dibandingkan martabak pada umumnya. Rasanya tentu saja mempunyai cita rasa yang khas dan berbeda dengan rasa martabak lainnya.

Cara membuat martabak sagu ini tidak jauh berbeda dengan martabak pada umumnya. Adonan sagu digoreng kemudian diberi gula aren atau gula merah cair lalu dilipat seperti martabak.

Pemberian gula aren sebagai isian martabak membuatnya menjadi lebih gurih. Biasanya martabak sagu ini dihidangkan sebagai kudapan atau camilan di sore hari. Kamu yang ingin mencoba kudapan ini wajib beli ketika berada di Raja Ampat.

  1. Udang Selingkuh

udang

Kuliner unik Raja Ampat yang tidak bisa ditemukan di daerah lain adalah udang selingkuh. Berbeda dengan udang pada umumnya, udang selingkuh khas Raja Ampat ini mempunyai bentuk yang unik.

Jika dilihat badannya udang ini memang sama dengan udang yang lainnya. Namun jika dilihat kembali udang ini mempunyai ciri khas pada capitnya. Udang selingkuh mempunyai sepasang capit mirip dengan capit kepiting. Karena hal inilah makanan ini diberi nama udang selingkuh.

Rasa dari udang selingkuh ini berbeda dengan udang pada umumnya. Ada rasa khas yang tidak bisa kamu temukan pada masakan udang lainnya. Kamu bisa menemukan udang selingkuh ini restoran dekat pantai Raja Ampat.

Kamu pecinta kuliner seafood wajib mencoba udang selingkuh ini ketika di Raja Ampat. Rasa khas dari udang ini akan membuat kamu ketagihan dan tidak bisa melupakan rasanya.

  1. Ikan Bakar Manokwari

ikan bakar

Raja Ampat juga mempunyai ikan bakar khas yang berbeda dengan tempat lainnya. Ikan bakar Manokwari ini mempunyai cita rasa yang sangat khas karena terbuat dari ikan tongkol segar.

Cita rasa ikan tongkol yang enak dipadukan dengan sambal yang khas membuat siapapun yang mencobanya akan ketagihan. Penyajian ikan bakar ini pun agak berbeda, karena sambalnya langsung dilumurkan di atas ikan.

Kamu pecinta kuliner wajib mencoba ikan bakar ini ketika berlibur ke Papua. Rasa dari ikan bakar ini tidak ada yang menyamai terutama sambalnya. Semua bahan bumbu dan sambalnya asli dari Papua yang membuat rasanya semakin khas dan unik.

Tidak menggunakan bumbu sambal yang halus, ikan bakar ini menggunakan sambal kasar. Karena sambal kasar inilah cita rasa dari ikan bakar Manokwari sangat khas dan tidak ada yang menyamainya.

  1. Ikan Bungkus

Selain ikan bakar, di Raja Ampat juga ada olahan ikan yang khas yaitu ikan bungkus. Bentuk dari ikan bungkus ini sama dengan ikan pepes di daerah lainnya namun mempunyai cita rasa yang khas.

Perbedaan ikan bungkus dan ikan pepes ada pada bumbunya. Bumbu ikan bungkus ditambah dengan daun salam yang cukup banyak sehingga rasa dan aromanya khas.

Bumbu-bumbu dari ikan bungkus ini juga tidak dihaluskan seperti bumbu ikan pepes pada umumnya. Ikan bungkus dibuat dengan menggunakan bumbu yang dipotong-potong. Bumbu dari ikan bungkus ini yaitu cabe rawit, cabe merah, lengkuas, serai, daun salam, dan tomat atau belimbing wuluh.

Sebelum dibungkus ikan ini dilumuri dengan bumbu-bumbu halus terlebih dahulu seperti kunyit, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar. Ikan yang digunakan dalam ikan bungkus ini juga ikan laut segar yang rasanya sangat khas.

Kuliner ikan bungkus ini sangat cocok dimakan pada siang hari dengan nasi hangat. Kamu wajib coba makan ini ketika ada di Raja Ampat Papua.

  1. Sambal Colo-Colo

Raja Ampat juga mempunyai sambal khas yang bernama sambal colo-colo. Sambal ini mempunyai cita rasa asam dan pedas yang khas.

Berbeda dengan sambal pada umumnya, sambal colo-colo tidak dihaluskan melainkan hanya diiris saja. Bahan untuk membuat sambal ini juga mudah yaitu bawang merah, cabe, dan tomat. Semua bahan ini dipotong kemudian diberi sedikit garam.

Untuk memberikan rasa asam kamu hanya perlu memberikan perasan jeruk nipis secukupnya. Rasa khas asam jeruk nipis inilah yang membedakan sambal ini dengan sambal lainnya.

Biasanya sambal colo-colo ini dihidangkan bersama dengan ikan bakar maupun ikan goreng. Olahan seafood lainnya juga cocok disantap bersama dengan sambal ini.

  1. Kue Lontar

Makanan Raja Ampat tidak hanya olahan ikan maupun olahan seafood saja. Ada banyak olahan kudapan khas di sini, salah satunya adalah kue lontar.

Kue lontar ini merupakan kue yang dibuat karena terinspirasi dari kue rontrat asal Belanda. Dulunya para penjajah Belanda mengenalkan kue rontart kepada masyarakat Papua, namun karena sulit untuk diucapkan maka kue ini disebut lontar.

Bentuk dari kue ini sendiri hampir sama dengan kue pie susu yang berasal dari Bali. Hanya saja bentuk dari kue ini lebih besar karena cetakannya menggunakan piring keramik yang cukup besar.

Kue yang terbuat dari bahan utama telur ini biasanya dihidangkan pada saat hari besar. Misalnya saja ketika lebaran maupun natal.

Sekarang ini kamu bisa mendapatkan kue lontar ini di Papua dengan mudah. Kamu bisa menjadikan kue ini sebagai oleh-oleh khas Papua.

  1. Barapen Ayam

Raja Ampat juga mempunyai makanan khas yang terbuat dari ayam sebagai bahan utamanya. Makanan khas ini bernama barapen ayam.

Di Papua barapen sebenarnya adalah sebuah cara memasak tradisional yang khas dan unik. Cara masak ini hampir sama dengan teknik memasak bakar batu.

Ayam yang sudah dibumbui dan dicampur dengan sayuran dan ubi dibakar di dalam tungku batu. Karena cara memasaknya yang unik ini ayam ini mempunyai cita rasa yang khas.

Barapen ayam ini sangat mudah untuk ditemukan di daerah Papua terutama di Raja Ampat. Kamu bisa menikmati hidangan ini di restoran yang ada di sekitar Raja Ampat.

  1. Sabrah Aubia

Dari namanya mungkin kamu akan mengira jika ini adalah makanan dari Timur Tengah bukan? Sabrah aubia ini merupakan makanan khas Papua yang dibuat dari ikan nila.

Makanan ini mempunyai cita rasa yang khas karena dibuat dari rempah-rempah yang sangat kaya. Bumbu utama dari makanan ini adalah bawang merah, kunyit, bawang putih, dan cabe.

Untuk menghasil kan cita rasa yang sempurna sabrah aubia dimasak dengan menggunakan api yang kecil. Lama memasaknya juga tidak sebentar yaitu 3 jam.

Sabrah aubia mempunyai cita rasa asam dan gurih karena di dalamnya juga dicapur dengan belimbing wuluh. Kamu bisa mencicipi makanan ini di restoran-restoran dekat pantai Raja Ampat.

Itu dia 11 makanan khas yang unik dari Raja Ampat yang wajib kamu coba ketika berlibur kesana. Tidak hanya pemandangan bawah lautnya saja bukan yang indah? Makanan khas sana pun sangat unik dan mempunyai cita rasa yang khas dan unik.

Baca juga : 10 Lokasi Menyelam di Timur Indonesia

Categories
Information Uncategorized

Sejarah Dan Perkembangan Diving Di Indonesia

Buat kamu yang suka banget sama olahraga scuba diving, pernah tidak berpikir kenapa aktivitas air satu ini bisa ada di Indonesia? Nah, kali ini kami akan mengulas tentang sejarah selam di Indonesia dan kenapa olahraga ini bisa populer banget bagi kalangan pecinta dunia bawah laut.

Meskipun olahraga satu ini bukan asli dari Indonesia, sejarah penyelaman di Indonesia cukup menarik untuk dipelajari. Untuk lebih lengkapnya, yuk ikuti terus artikel yang sudah kami siapkan ini!

Mengapa Scuba Diving Bisa Lahir?

Belum ada yang bisa memastikan kapan diving atau kegiatan menyelam lahir untuk pertama kalinya. Yang jelas, kegiatan untuk menyelam di air sudah dilakukan sejak zaman manusia purba. Tentu saja kegiatan ini dilakukan untuk bertahan hidup yaitu menangkap ikan untuk makanan mereka sehari-hari.

Peralatan yang digunakan pun sangat primitif yaitu batu sebagai alat pemberat. Metode menyelam pada masa itu dilakukan dengan cara melompat dari tebing atau bebatuan tinggi dengan memeluk batu supaya mereka bisa menjangkau dasar laut.

Tanpa bantuan alat apapun, manusia zaman dulu harus menahan nafas untuk bisa bertahan di dalam air. Selain itu, kekuatan mereka dalam mengayuh kaki juga berperan penting dalam melakukan kegiatan penyelaman.

Selama masa-masa perang dunia, kegiatan penyelaman sebagian besar dilakukan oleh kaum militer untuk memenangkan perang di laut. Militer negara-negara besar mulai mengembangkan peralatan menyelam seperti google atau masker, regulator dan tabung oksigen.

Setelah peperangan berakhir, kegiatan penyelaman mulai banyak dilakukan oleh masyarakat sipil. Dan kegiatan menyelam hingga peralatannya yang masih sederhana mulai dikomersialisasi.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai melihat pentingnya aspek keselamatan dalam penyelaman. Alat-alat yang berhasil diciptakan untuk kegiatan air ini adalah SCUBA atau Self Contained Underwater Breathing Apparatus. Dan sejak saat ini pula, sejarah scuba diving terlahir.

Bisa dikatakan kalau scuba diving bukanlah kegiatan penyelaman yang memiliki umur yang tua. Scuba diving pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 1950 an, sehingga olahraga air ini baru berumur sekitar 60 tahunan.

Para pelatihnya pun dulu sebagian besar adalah pensiunan tentara angkatan laut yang menitikberatkan pada pentingnya kekuatan fisik dan mental saat berada di dalam air. Yang menjadi permasalahannya adalah, para anak didik mereka tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk benar-benar menyelam di lautan terbuka.

Hingga pada akhirnya pencinta kegiatan selam yang kebanyakan digawangi anak muda Amerika ini berhasil membuat organisasi sertifikasi penyelam pertama dalam sejarah. Organisasi yang berhasil didirikan adalah Los Angeles County, YMCA Scuba Program, dan NAUI (National Association of Underwater Instructors).

Para penyelam yang tergabung dalam organisasi ini mulai melakukan perjalanan dan penjelajahan bawah laut di luar Amerika Serikat. Dan mereka berhasil menyebarkan skill-skill menyelam pada penyelam di seluruh dunia.

Sejarah Dan Perkembangan Scuba Diving Di Indonesia

  • Sejarah Scuba Diving Di Indonesia

Sejarah perkembangan selam di Indonesia tidak jauh dari sejarah selam di negara lain. Masuknya olahraga selam ke nusantara rupanya erat banget kaitannya dengan Perang Dunia Ke-II dan militer Indonesia.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di luar negeri mendapatkan pendidikan dan keahlian menyelam untuk menjalankan misi selama peperangan. Setelah peperangan selesai, TNI yang bertugas di luar ini kemudian kembali ke Indonesia dan mulai menyebarkan keterampilan menyelam mereka.

Tepatnya pada tahun 1960 an, TNI memiliki pasukan bawah air yang dikenal dengan nama Komando Pasukan Katak. Menyelam adalah salah satu keahlian yang wajib dimiliki oleh tentara yang tergabung dalam barisan komando ini.

Pada tahun 1973, beberapa tokoh masyarakat seperti Sudomo, Adam Malik, Urip Santoso dan Saleh Basarah berhasil membentuk NDC (Nusantara Diving Club) dan SDC (Surabaya Diving Club). Kedua organisasi selam ini berinduk pada organisasi utama yaitu PEROPI (Persatuan Olahraga Perairan Indonesia).

Tanggal 4 Agustus 1977, PEROPI keluar dari organisasi angkatan laut dan berdiri sendiri menjadi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia atau POSSI.

  • Perkembangan Scuba Diving Di Indonesia

Perkembangan scuba diving di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran POSSI dalam mempromosikan wisata bahari Indonesia khususnya dunia bawah laut. Sejak dibentuk, organisasi penyelam satu ini terus gencar mempromosikan kelas-kelas menyelam.

Mulai tahun 1980 an, kegiatan menyelam kemudian melebarkan sayapnya ke area rekreasi dan olahraga air dan tidak terbatas pada bidang keamanan dan pertahanan negara. Pada era ini pula, klub atau kelompok pecinta olahraga selam terus bermunculan.

Di periode yang sama, dimasukkannya olahraga selam menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan pada PON (Pekan Olahraga Nasional) tahun 1981 juga menjadi titik penting perkembangan olahraga air satu ini.

Selain itu, kepopuleran olahraga selam sebagai salah satu aktivitas bawah air yang menyenangkan semakin meningkat sejak kedatangan training agency asing yang memberikan pelatihan dan sertifikasi.

Beberapa bukti keberhasilan POSSI dan diving agencies dalam memperkenalkan olahraga air ini ke masyarakat luas adalah meningkatnya toko-toko penjual diving gear, kelas-kelas menyelam semakin banyak dibuka, dan tingginya animo masyarakat dalam melakukan kegiatan penyelaman.

Sejak itu pula, semakin banyak orang tertarik untuk menjelajahi situs-situs penyelaman yang ada di seluruh Indonesia. Saking populernya, di kawasan kampus atau sekolah-sekolah tinggi mulai lahir klub pecinta selam yang membuat olahraga ini semakin banyak dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.

Salah satu universitas yang gencar banget mempromosikan olahraga selam adalah Universitas Bung Hatta, Sumatera Barat. Mahasiswa yang tergabung dalam Bung Hatta Diving Club maupun alumninya memiliki peran penting dalam perkembangan aktivitas penyelaman di provinsi ini.

Bahkan, klub kampus satu ini berhasil menggaet pemerintah melalui LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) untuk memberikan diklat penyelaman kepada masyarakat luas.

Selain di Sumatera Barat, tidak lengkap rasanya kalau kami tidak menyebut Bali sebagai pioneer utama perkembangan aktivitas menyelam di Indonesia. Sebagai salah satu destinasi utama wisatawan domestik dan mancanegara, Bali berhasil menawarkan keindahan bawah laut bagi para penyelam.

Mulai dari Bali, pengembangan aktivitas menyelam semakin digencarkan hingga ke daerah lain seperti Derawan, Raja Ampat, Labuan Bajo, Bunaken dan wilayah Indonesia lainnya. Tidak heran jika Indonesia dikatakan sebagai surganya para penyelam.

Perkembangan Diving Gear di Indonesia Dari Waktu Ke Waktu

Membahas sejarah dan perkembangan diving di Indonesia tentu tidak akan lengkap kalau kami tidak membahas perkembangan diving gear atau peralatan menyelam.

Saat diving pertama kali lahir, diving gear bisa dikatakan cukup terbatas dan belum bisa menjamin keselamatan hingga 100 persen. Namun sejak olahraga air ini kian populer dan perkembangan teknologi penyelaman semakin canggih, peralatan menyelam juga semakin diperbaiki kualitasnya.

Selain itu, karena peralatan menyelam ini sangat terbatas, orang-orang yang ingin menjelajahi dunia bawah laut dulu harus merogoh kocek yang sangat mahal. Jangankan untuk membeli dan memiliki peralatannya, untuk menyewa saja kamu harus menghabiskan uang yang sangat banyak.

Tidak hanya peralatannya yang mahal, tetapi kamu juga dituntut untuk memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Untuk menyelam di masa lalu, kamu harus memiliki stamina fisik yang baik dan kemampuan berenang yang tinggi karena kamu akan menggunakan kayuhan kaki untuk mengatur kecepatan dan kedalaman air.

Untungnya, penemuan dan pengembangan beberapa diving gear di bawah ini membuat kegiatan menyelam menjadi lebih mudah, aman dan menyenangkan. Berikut adalah alat-alat menyelam yang memberikan dampak besar pada perkembangan olahraga air satu ini:

1. Buoyancy Compensator Device (BCD)

 

Sejak perangkat BCD ditemukan di akhir 1970 an, kegiatan menyelam mengalami perubahan yang sangat signifikan. BCD adalah alat yang penting bagi keselamatan kamu dan berfungsi untuk mengatur daya apung kamu selama berada di dalam air.

Dengan alat ini, kamu bisa mengapung secara darurat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berada di dasar laut. Jika dikembangkan, alat ini akan mendorong badan kamu kembali ke permukaan.

2. Tank atau Tabung Oksigen

Tidak hanya BCD, peralatan penting lain seperti tangki oksigen juga mengalami kemajuan yang pesat. Dulu, tangki oksigen terbuat dari material besi sehingga mudah karatan atau mengalami korosi akibat air laut. Selain itu, beratnya juga lumayan berat sehingga cukup menyusahkan para penyelam.

Saat ini tangki oksigen sebagian besar dibuat dari material aluminium dan lebih tahan terhadap korosi akibat air laut. Selain itu, daya apungnya juga cenderung lebih netral dan beratnya jauh lebih ringan dibandingkan dengan tangki besi.

3. Regulator

Regulator merupakan alat selam yang memiliki fungsi untuk membantu kamu tetap bernafas selama berada di dalam air. Alat ini mengantarkan udara dari tabung oksigen ke dalam tubuh kamu melalui mulut.

Dibandingkan dengan regulator zaman old, regulator yang dijual dan digunakan saat ini sudah bisa mengontrol tekanan di dalam air yang disesuaikan dengan tingkat kedalamannya. Sehingga, kamu dan para penyelam lain bisa lebih rileks tanpa harus pusing memikirkan tekanan udara yang masuk ke dalam mulut kamu.

4. Dive Computer

Dive komputer adalah sebuah alat yang berisi informasi mengenai kedalaman air, tekanan udara serta suhu di sekitar. Alat ini juga memiliki fungsi untuk mengingatkan para penyelam berapa sisa waktu yang mereka punya di dalam air.

Dulu saat dive computer belum diciptakan, para penyelam harus melakukan kalkulasi atau perhitungan di atas kertas sebelum masuk ke dalam air. Orat oret di kertas ini dilakukan untuk menghitung dekompresi agar penyelam tidak mengalami masalah kesehatan mendadak saat berada di dalam air.

5. Rebtreather

Sebuah tangki oksigen memiliki kapasitas udara yang sudah ditentukan. Kalau kamu adalah penyelam yang cukup boros dalam menggunakan oksigen selama menyelam, maka durasi kamu di dalam air akan semakin sebentar.

Rebreather adalah alat yang bisa membantu kamu untuk berada di dalam air dengan waktu yang lebih lama. Dengan menggunakan rebreather dan campuran nitrox yang tepat, kamu bisa menyelam hingga 3 jam lamanya.

Selain itu, dengan menggunakan alat ini, sisa udara dari pernafasan kamu tidak akan menghasilkan gelembung-gelembung udara. Sehingga ikan-ikan di sekitar kamu tidak akan takut dan tentu saja kamu bisa bermain dengan mereka lebih dekat dan lama.

Nah itu dia sejarah selam dan perkembangannya di Indonesia! Cukup menarik bukan? Selain punya kemampuan untuk menyelam, memiliki pengetahuan tentang sejarah olahraga air yang kamu suka ini pasti bikin kamu makin cinta sama diving dan dunia bawah laut!

Categories
Uncategorized

Fakta Menarik Pulau Padar Labuan Bajo

Tahukah kamu Pulau Padar menjadi salah satu surga alam tersembunyi di Labuan Bajo? Pink Beach Labuan Bajo yang cukup langka bersama dua teluk lainnya dengan warna pasir putih mutiara dan hitam arang mengelilingi pulau tersebut.

Pulau Padar terletak sekitar 20 mil atau 30 kilometer dari Labuan Bajo, sebuah pulau nelayan yang lokasinya paling barat di Flores. Pulau ini menjadi terbesar ketiga di Taman Nasional Komodo. Seekor komodo dengan ukuran yang sangat besar pernah tinggal di pulau ini dan menjadi asal muasal pemberian nama Pulau Komodo.

Buat kamu yang penasaran dan tertarik ingin berwisata ke Flores, simak fakta-fakta unik dari Pulau Padar Labuan Bajo yang kami rangkum berikut ini:

1. Warisan Wisata Dunia yang Sudah Diakui UNESCO

Berkunjung ke Pulau Padar sama artinya kamu berkunjung ke wisata kelas dunia yang ada di luar negeri, mengapa?

Terhitung sejak tahun 1991 yang lalu, Pulau Padar bersama dengan Pulau Komodo dan Pulau Rinca sudah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan wisata dunia. Jadi wisata di sini sudah sekelas Candi Borobudur yang menjadi warisan wisata dunia.

Penetapan warisan dunia oleh UNESCO tersebut didasarkan atas alasan pulau-pulau tersebut menyuguhkan fenomena keindahan alam dengan nilai estetika yang tinggi dan langka.

Selain itu, pulau-pulau tersebut juga memiliki habitat alami yang berperan penting dalam konservasi keragaman biologi spesies yang nyaris punah, yakni komodo.

Pulau Padar bersama dua pulau lainnya ditetapkan sebagai situs langka kategori Alam dengan nomor identifikasi 609 di kawasan Asia Pasifik.

Fakta Menarik Pulau Padar Labuan Bajo - blublub

2. Pulau Padar Bagian dari Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 hektare yang meliputi tiga pulau yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar.

Luas Pulau Padar sendiri sebesar 14,09 kilometer persegi yang masuk dalam kawasan Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, Indonesia.

Oleh karena Pulau Padar berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo, maka kamu perlu memperhatikan aturan atau larangan selama berada di taman nasional tersebut. Dikutip dari kumparan.com, ada beberapa larangan bagi pengunjung di Taman Nasional Komodo, antara lain:

  • Jangan jalan sendirian, ikut rombongan
  • Jaga jarak kamu dengan komodo
  • Bagi pengunjung wanita yang sedang haid dilarang ikut sebab komodo memiliki penciuman hingga radius 5 kilometer. Saat mencium aroma darah, hewan langka ini akan lebih ganas.
  • Dilarang berlari dan berteriak
  • Dilarang mengayun barang-barang, jika melihat barang yang diayunkan, komodo bisa mengira itu mangsanya.
  • Jangan memberi makan satwa liar

Pulau Padar sendiri menurut pemberitaan media seperti Kompas masih memiliki habitat komodo yang langka, sumber media yang lain menyebutkan tak ada lagi komodo di Pulau Padar. Kamu bisa buktikan sendiri dengan berkunjung langsung ke situs warisan dunia tersebut.

3. Lokasi Pulau Radar Lebih Dekat dengan Pulau Rinca

Perlu kamu ketahui, Pulau Padar lokasinya lebih dekat dengan Pulau Rinca dibandingkan Pulau Komodo.

Jika kamu ingin mengunjungi Pulau Padar dari Labuan Bajo, dibutuhkan perjalanan yang lumayan lama. Perjalanan dari Labuan Bajo ke Pulau Padar sekitar 3,5 jam.

Ada beberapa rute yang bisa kamu tempuh untuk bisa sampai ke Pulau Padar, antara lain:

  • Menggunakan kapal feri dari Labuan Bajo
  • Naik bis dari Labuan Bajo lalu disambung dengan perahu menuju ke pulau melalui Selat Lintah. Arus selat ini cukup kuat dan bergelombang.
  • Memilih rute pesawat dari Jakarta menuju ke pulau, tetapi rute ini tentu akan mengurangi petualangan kamu menikmati keindahan alam Flores.

Setelah tiba di Pulau Padar, tidak lantas membuat kamu bisa langsung menikmati keindahan alam. Kamu harus lebih dulu melakukan tracking ke puncak melewati anak tangga yang menantang.

Jumlah anak tangga di Pulau Padar sebanyak 300 tangga yang harus kamu lalui dengan medan yang licin dan kadang berdebu. Tak ada pegangan di bagian kanan-kirinya sehingga kamu perlu berhati-hati dalam hal ini.

Walaupun perjalanan tersebut melelahkan, keletihan kamu akan dibayar dengan pemandangan indah yang eksotis dan berkelas dunia. Tak diragukan lagi, keindahannya menyedot kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara.

Kamu penasaran dengan keindahan pemandangan di pulau ini? Coba lihat di uang pecahan Rp50.000,00 yang dikeluarkan pada tahun 2016.

4. Potret Keindahan Alam yang Tak Biasa

Sebagai wisata warisan dunia, sudah pasti Pulau Padar memiliki pesona keindahan yang tak biasa. Para artis pun seperti Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ayu Ting Ting hingga selebgram Awkarin turut mempopulerkan tempat wisata alam di Indonesia Timur tersebut.

Apa saja yang keindahan yang menakjubkan untuk disaksikan di Pulau Padar?

  • Keindahan perbukitan yang berpadu dengan birunya air laut dan pasir pantai
  • Gugusan pulau menjadi latar belakang berfoto yang sangat indah
  • Berpose dengan pakaian etnik daerah setempat berwarna merah di bentang alam yang sangat indah
  • Suasana matahari terbenam di puncak pulau dengan panorama gugusan pulau-pulau, lautan biru dan pantai pada senja hari.
  • Bentang padang rumput yang menghijau atau gersang pada musim panas menjadi pemandangan yang unik dan cantik

Keindahan Pulau Padar sangat instagramable. Kamu akan menyaksikan orang-orang yang berfoto layaknya latar belakang lukisan. Keindahannya sangat sempurna dengan komposisi warna alam yang sangat pas.

Keindahan pulau yang memukau ini tetap harus kamu kunjungi dan nikmati bersama rombongan, mengapa?

Walaupun dikatakan tidak ada komodo yang tinggal di pulau ini, blog Trivindo sempat menyebutkan adanya makhluk karnivora tersebut tertangkap kamera pengunjung.

Artinya walaupun kamu ingin berpose dan bergaya sepuasnya di pulau ini menikmati keindahannya, tetap harus hati-hati dengan keberadaan hewan pemakan daging tersebut.

5. Cuaca Panas Terik di Pulau Padar

Pulau Padar memiliki cuaca yang panas dan terik. Apalagi jika kamu berkunjung di siang hari, cuaca akan sangat panas.

Oleh karena itu disarankan menikmati keindahan suasana pulau ini di waktu pagi atau sedikit petang untuk melihat keindahan matahari tenggelam atau matahari terbit.

Tidak ada bangunan apapun di pulau ini yang bisa kamu jadikan tempat berlindung, jadi pastikan saat berkunjung ke sini kondisi fisik kamu dalam keadaan baik sehingga bisa menikmati keindahannya dengan maksimal.

Nah, karena cuaca yang panas ini jangan lupa mempersiapkan hal-hal berikut saat kamu berkunjung ke Pulau Padar:

  • Membawa air minum yang cukup
  • Menggunakan topi atau sejenis penutup kepala atau bisa juga payung
  • Menggunakan masker untuk menghindari debu
  • Bawa kamera terbaik
  • Menggunakan sun block untuk memastikan kulit kamu terlindungi sinar UV yang ada pada cahaya matahari
  • Menggunakan sepatu outdoor yang nyaman untuk mendaki tangga Pulau Padar.
  • Hindari jenis sepatu yang tidak nyaman karena jalur pendakian anak tangga akan cukup melelahkan
  • Pada sore hari atau pagi hari diharapkan sudah ada di puncak untuk menikmati suasana

Seperti diketahui, iklim dari Pulau Padar ini adalah iklim kering yang panas, tetapi di satu sisi menghadirkan pepohonan padang rumput, semak-semak, dan kondisi bukit sabana yang terhampar indah di sepanjang pulau. Potret eksotis yang benar-benar indah menakjubkan.

6. Biaya Wisata ke Pulau Padar Bisa Ekonomis

Wisata ke Indonesia Timur sering dikesankan dengan biaya mahal, tetapi sebenarnya semua tergantung budget dan pilihan yang kamu buat. Pulau Padar adalah pilihan berwisata yang sebenarnya tetap bisa dikunjungi dengan biaya hemat.

Akses menuju ke Pulau Padar bisa menggunakan pesawat dengan rute menuju ke Labuan Bajo. Penerbangan dari Jakarta ke Labuan Bajo selama 2 jam, dan dari Bali ke Labuan Bajo hanya 1 jam perjalanan.

Tiket pesawat mulai dari Rp1 juta dari rute Jakarta menuju ke Labuan Bajo, bahkan bisa lebih murah jika sedang promo. Setelah tiba di Labuan Bajo, jika ingin hemat kamu bisa naik bus lalu dilanjutkan dengan naik perahu menuju ke Pulau Padar.

Memang kondisi alam agak menantang, tetapi tentunya akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Lalu bagaimana dengan penginapan? Harga penginapan mulai dari Rp200 ribu per malam, cukup standar bukan?

7. Komodo Nakal Pernah Dibuang ke Pulau Padar

Di balik keindahan dan pesonanya, saat di Pulau Padar kamu perlu hati-hati sebab ternyata pulau ini pernah menjadi tempat pembuangan komodo-komodo nakal yang menggigit hingga menelan manusia.

Dilansir dari liputan6.com, terhitung sejak tahun 1987 sudah ada 16 orang digigit komodo dan 4 orang di antaranya meninggal dunia.

Komodo-komodo nakal tersebut lalu ditutup matanya, disuntik bius dan diasingkan di Pulau Padar.

Saat ini setelah Pulau Padar ramai dikunjungi wisatawan, komodo-komodo tersebut sebanyak 3 hingga 7 ekor menyingkir ke area yang sepi, daerah lembah-lembah yang tidak terjangkau turis. Jadi pastikan kamu tetap waspada selama berada di Pulau Padar ya.

Di Pulau Padar sendiri tidak terlihat komodo berkeliaran, tidak seperti di Pulau Komodo yang terlihat berkeliaran di kampung-kampung.

Pada tahun 1974 pernah terjadi penyerangan komodo terhadap 30 orang wisatawan dan salah seorang diantaranya tewas ditelan komodo. Beberapa wisatawan asing juga sempat digigit komodo. Ada yang meninggal dan ada juga yang jasadnya tidak ditemukan karena kemungkinan ditelan komodo.

Wah, jadi walaupun kamu terpesona dengan keindahan alam Pulau Padar, tetap harus berhati-hati dan jangan berkeliaran sendiri. Komodo adalah makhluk pemakan daging yang akan bisa bergerak cepat mengejar mangsanya.

Saat melihat komodo dari jauh cukup dilihat saja, jangan didekati atau melakukan hal-hal yang memancing kemarahan binatang tersebut.

Di kawasan Taman Nasional Komodo, ada beberapa pulau yang dihuni binatang tersebut selain Pulau Padar, antara lain Pulau Rinca, Pulau Komodo, Pulau Nusa Kode, dan Gili Motang.

Sudah Siap Berkunjung ke Pulau Padar?

Fakta menarik seputar Pulau Padar Labuan Bajo bisa jadi panduan buat kamu yang punya rencana liburan ke pulau tersebut. Jangan lupa sempatkan diving di perairan Labuan Bajo yang seru menikmati keindahan bahari menakjubkan yang tak biasa tersebut.

Destinasi wisata hits di Indonesia Timur ini menyuguhkan pesona alam yang masih asri, potret lanskap alam berkelas dunia yang membanggakan Indonesia. Di musim pandemi, pilihan wisata dalam negeri tentu jadi alternatif terbaik.

Berkunjung ke Pulau Padar Labuan Bajo juga akan memberi kesempatan kamu menikmati Pink Beach Labuan Bajo  yang unik. Warna pasir bercampur karang merah muda akan jadi suguhan pemandangan tak terlupakan. Siap liburan sekarang? Dari Labuan Bajo lanjut ke Pulau Padar.

Baca juga: 14 Lokasi Diving Paling Hits di Dunia

Categories
Information Uncategorized

Hati-Hati! Inilah List Hewan Laut yang Harus Dihindari Saat Snorkeling Dan Diving

Tujuan utama saat menyelam atau diving tentunya supaya kamu bisa bermain dan berenang bersama para hewan laut.

Sayangnya tidak semua hewan laut yang cantik dan lucu ini aman dan ramah saat didekati. Bahkan ada beberapa hewan laut yang cukup ganas saat didekati manusia dan bisa mengeluarkan racun.

Jika kamu adalah penyelam pemula yang ingin menikmati keindahan laut dengan kegiatan snorkeling ataupun diving, kamu wajib banget mempelajari hal-hal apa saja yang harus dihindari, khususnya para biota laut yang berbahaya. Hal ini penting banget demi keselamatan kamu selama berada di bawah air.

Kali ini kami akan memberikan informasi tentang hewan laut yang harus dihindari saat kamu berenang dan menyelam di laut. Berikut adalah daftar dan penjelasannya secara lengkap.

List Hewan Laut Yang Harus Dihindari Saat Snorkeling Dan Diving

1.  Ubur-Ubur

Hewan di laut pertama yang wajib banget kamu hindari adalah ubur-ubur. Hewan satu ini gampang banget dijumpai di hampir seluruh perairan di Indonesia. Bahkan tidak jarang saat musim dan kondisi tertentu, kamu bisa melihat ubur-ubur di sepanjang bibir pantai.

Ubur-ubur atau yang dalam Bahasa Inggrisnya disebut dengan jellyfish adalah biota laut yang masuk kelas invertebrata atau tidak bertulang belakang. Hewan lucu ini masuk filum Cnidaria yang memiliki ciri-ciri fisik seperti payung dan memiliki kaki yang disebut dengan tentakel.

Ubur-ubur bisa dibilang salah satu binatang paling cantik dan lucu yang hidup di laut karena warnanya yang sangat mencolok seperti biru, pink, putih dan masih banyak lagi. Ukurannya pun beragam, mulai dari yang paling kecil hingga ukuran raksasa melebihi besar manusia dewasa dan panjangnya bisa mencapai 36,5 meter.

Sayangnya kelucuan hewan satu ini tidak bisa kamu nikmati dengan jarak dekat. Ubur-ubur dikenal sebagai salah satu hewan yang paling berbahaya dan beracun di laut, khususnya dari spesies ubur-ubur kotak. Lebih jelasnya, nama ubur-ubur ini adalah sea wasp atau tawon laut, yang banyak dijumpai di perairan utara Australia.

Di Indonesia sendiri ada banyak jenis ubur-ubur yang hidup dengan level racun dan sengatan yang berbeda-beda. Meskipun demikian, kamu tetap harus hati-hati saat berenang agar tidak tersengat. Kamu tidak pernah tahu ubur-ubur jenis apa yang ada di sekitar kamu.

2.  Karang Api

Seperti namanya, karang api adalah salah satu jenis terumbu karang yang banyak hidup di lautan Indonesia. Sama seperti seperti terumbu karang lainnya, karang satu ini memiliki warna yang cantik saat dilihat di dalam air. Warnanya kuning pucat dan di sepanjang permukaan tubuhnya terdapat bulu-bulu halus.

Jika ditelisik secara biologis, karang api bukanlah karang sejati. Justru hewan ini lebih dekat hubungannya dengan spesies ubur-ubur karena memiliki daya sengat yang tinggi. Tidak heran jika hewan ini masuk ke dalam list hewan yang harus kamu hindari saat snorkeling atau pun diving.

Dikenal dengan nama lain yaitu fire coral, Karang Api bisa menghasilkan racun yang berbahaya dan mampu merusak kulit siapa saja yang menyentuhnya. Apalagi kalau kamu saat menyelam tidak menggunakan pelindung seperti wetsuit yang panjang, sarung tangan dan sepatu menyelam, pasti gampang banget buat tersengat.

Jika kamu menyentuh hewan satu ini, kulit kamu akan terasa panas banget seperti terbakar api. Gejala yang pertama terlihat saat kamu tersengat hewan ini adalah luka kemerahan pada permukaan kulit. Sensasi panas akibat tersengat biasanya baru terasa setelah 5 hingga 30 menit kena sengatan.

Kalau kamu atau teman kamu tersengat karang api, segera datangi tim medis wisata bawah laut terdekat karena biasanya mereka paham mengenai pengobatan penyelaman. Jika kamu mengabaikan sengatan ini, kamu bisa mengalami demam yang tinggi.

3.  Bulu Babi

 

Kalau kamu sering main ke pantai, kamu pasti sering menjumpai hewan satu ini. Bulu babi memang gampang banget buat di temukan di seluruh perairan Indonesia. Tapi kamu harus ekstra hati-hati sama hewan satu ini.

Bulu babi atau yang juga sering disebut dengan nama landak laut dan sea urchin adalah hewan yang berbentuk bulat. Di sekujur tubuhnya dipenuhi dengan duri yang tajam dan sedikit lentur sehingga mudah untuk digerakkan.

Jika kamu menjumpai hewan ini, jangan sampai kamu memegangnya tanpa pelindung seperti sarung tangan. Jika kamu sampai tertusuk durinya, maka duri yang tertancap ini akan sangat sulit untuk dihilangkan dari kulit kamu. Dan bagian kulit yang tertusuk duri akan merasakan sakit atau nyeri yang cukup parah.

Jika kamu tertusuk bulu babi, pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengeluarkan duri dengan cara dihancurkan dari luar. Jika sudah berhasil dikeluarkan, segera tetesi luka dengan cairan amoniak yang bisa kamu temukan di urine atau air kencing.

Apabila kamu tidak bisa menghancurkan durinya, segera datangi klinik terdekat untuk meminta bantuan. Terlambat dalam penanganan bisa berakibat fatal seperti nyeri otot, lemas, dan pada kasus yang paling parah kamu bisa mengalami gagal nafas.

4.  LionFish Atau Ikan Lepu

Ikan Lepu adalah salah satu hewan berbahaya yang sering dijumpai saat menyelam di laut. Ada berbagai macam jenis ikan lepu, mulai dari yang bentuk dan warnanya yang menawan hingga yang fisiknya menyerupai ikan monster. Hewan satu ini hidup di dasar laut yang berpasir dan gampang menyamar dengan lingkungan sekitar.

Kemampuannya untuk menirukan warna pasir dan terumbu karang di keadaan sekitar membuat ikan satu ini sulit untuk dideteksi. Di sirip punggungnya terdapat duri beracun yang bisa membuat kamu kesakitan selama berjam-jam lamanya. Oleh karena itu kamu harus waspada agar tidak menyentuh dan tertusuk durinya.

Jika kamu sudah terlanjur tersengat, kamu bisa mengurangi rasa nyeri dengan cara mengompres kulit yang tersengat dengan air panas. Kamu juga bisa mencampur air panas dengan cairan asam seperti air lemon atau cuka.

5.  Ikan Pari

Ikan pari pastinya sudah sangat familiar sama kamu meskipun kamu tidak terlalu sering berinteraksi dengan binatang-binatang laut. Ikan pari memiliki ciri-ciri yang khas banget yaitu badan pipih dan lebar, serta ekor panjang yang ujungnya sangat tajam dan mengandung racung.

Jika kamu snorkeling atau diving, ikan pari adalah ikan yang mungkin paling sering kamu lihat dan menjadi salah satu objek utama aksi penyelaman kamu. Ikan yang mulutnya berada di bagian bawah tubuhnya ini hidup di dasar laut yang berpasir dan bisa ditemukan di hampir seluruh perairan yang ada di Indonesia.

Meskipun ikan pari sering menjadi tujuan kebanyakan orang menyelam, ada baiknya kamu tetap waspada supaya tidak tertusuk atau terkena ujung ekornya yang beracun. Jika kamu sampai kena racunnya, kamu bisa mengalami luka otot yang cukup parah.

Kamu harus segera memberitahu rekan menyelam kamu agar kamu segera diberikan bantuan. Kamu juga harus mengunjungi klinik terdekat agar nyeri otot yang kamu alami tidak semakin parah.

6.  Ular Laut

Ular laut merupakan salah satu hewan berbahaya yang harus banget kamu hindari selama menjelajahi dunia bawah laut.

Sama seperti jenis ular di darat, penampakan fisik hewan ini panjang seperti tabung. Selain itu, ular ini juga memiliki bisa atau racun yang mematikan.

Jika ular di darat yang paling mematikan adalah black mamba, maka di lautan ular yang bisanya yang paling berbahaya adalah ular laut jenis Belcher.

Hanya ada sedikit jenis ular laut yang bisa ditemukan di perairan Indonesia. Meskipun demikian kamu harus tetap berhati-hati kalau tidak sengaja menjumpai hewan satu ini.

Meskipun sangat mematikan, ular laut sebenarnya takut dengan kehadiran manusia. Jika hewan ini bertemu dengan penyelam, biasanya ia akan menghindar dan memilih pergi. Namun, ia akan menyerang para penyelam jika merasa terganggu .

Makanya, kalau bertemu dengan hewan ini, lebih baik kamu jauh-jauh dan cari tempat lain yang lebih aman untuk menyelam.

7.  Bintang Laut Mahkota Duri

Bintang laut bisa dikatakan sebagai salah satu primadona yang ingin dipegang, diambil bahkan diajak berfoto bersama oleh para penyelam. Bagaimana tidak, hewan satu ini memiliki pesona yang tidak bisa dielakkan akibat bentuk dan warnanya yang cantik.

Sayangnya, tidak untuk bintang laut jenis satu ini. Bintang laut mahkota duri memiliki ukuran yang cukup besar mulai dari 60 hingga 100 centimeter. Di sekujur tubuhnya terdapat duri-duri yang tajam dan kuat sampai-sampai bisa menembus baju selam atau wetsuit kamu, lho!

Duri bintang laut ini rata-rata memiliki panjang sekitar 5 centimeter. Di ujung durinya terdapat racun yang bakal bikin kamu tidak mau mendekati binatang laut satu ini.

Kalau kamu tertusuk durinya dan terkena racun, kamu akan mengalami rasa sakit dan perih di bagian kulit yang tertusuk.

Tetapi kamu tenang saja, racun yang dihasilkan oleh hewan satu ini tidak mematikan seperti hewan laut berbahaya lainnya.

Meskipun begitu, siapa sih yang mau tertusuk duri dan kena racunnya? Makanya kamu harus tetap hati-hati selama menyelam, ya!

8.  Konus

Konus adalah salah satu binatang laut yang masuk jenis Moluska dan gampang banget buat dijumpai di seluruh lautan Indonesia. Sama seperti kerang lainnya, hewan satu ini memiliki cangkang untuk melindungi bagian dalam tubuhnya.

Konus masuk ke jenis karang yang berbentuk seperti siput atau keong kerucut. Warnanya pun sangat cantik dengan corak yang unik sehingga banyak diburu oleh para kolektor kerang di seluruh dunia.

Di bagian bawah cangkangnya terdapat bukaan yang berfungsi sebagai pintu masuk dan keluar. Nah, bukaan cangkang dari hewan inilah yang wajib banget untuk kamu hindari.

Bukaan cangkangnya mengandung racun yang bisa menyerang sistem saraf, dan fatalnya bisa menyebabkan kematian. Konus mengeluarkan racun melalui lubang panjang seperti pipa berukuran 25 milimeter. Biasanya, hewan ini mengeluarkan racun saat merasa terancam dan langsung menembak objek yang disasar.

Salah satu kasus yang paling parah yang pernah dilaporkan akibat sengatan racun hewan ini terjadi di Amerika. Sepuluh menit setelah disengat Konus, korban merasa seluruh ototnya kaku dan dalam waktu 30 menit mengalami kelumpuhan. Akibat penanganan yang terlambat, korban akhirnya meninggal 5 jam kemudian.

Makanya tidak heran jika hewan ini dianggap sebagai salah satu hewan yang paling mematikan dan wajib banget kamu hindari selama berada di bawah air.

Jika kamu secara tidak sengaja berjumpa dengan hewan laut yang masuk list di atas, kamu harus segera menghindari mereka. Meskipun kamu tidak mengganggu mereka, yang namanya hewan pasti susah banget untuk ditebak mereka akan melakukan apa. Jadi kamu harus ekstra hati-hati selama menyelam, ya!

Categories
Information Uncategorized

4 Rekomendasi Resort Eksotis di Sumba

Selama beberapa tahun terakhir, Sumba menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati. Lalu, ada pula resort di Sumba yang menyuguhkan nuansa alam terbuka yang eksotis.

Apalagi, banyak juga pasangan yang honeymoon di Sumba. Pulau ini juga memiliki berbagai objek wisata tak kalah cantik dengan daerah lainnya. Tentunya, pengalaman liburan kamu akan semakin berkesan.

Tidak hanya itu, terdapat pula predikat hotel terbaik di dunia yang pernah diraih di Sumba. Berikut adalah rekomendasi resort terbaik di Sumba:

1. Nihiwatu Resort

Nihiwatu Resort pernah meraih penghargaan sebagai hotel terbaik di dunia dari majalah Travel + Leisure pada 2016 dan 2017. Hal itu dikarenakan fasilitas yang ditawarkan Nihiwatu tak main-main.

Resort yang berada di Pulau Nihi Sumba ini menawarkan keindahan pantai secara private. Jadi, hanya tamu di resort tersebut yang punya akses untuk keluar-masuk menuju Pantai Nihi.

Nihiwatu Resort juga memadukan kemewahan dengan budaya tradisional Sumba. Hal itulah yang membuat resort ini sangat digandrungi oleh wisatawan lokal dan internasional.

Selain itu, ada berbagai aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan di Nihiwatu Resort, seperti yoga, jalan-jalan ke perkampungan, safari spa, dan lainnya. Nihiwatu Resort Sumba menyediakan 12 tipe yang terdiri dari 33 unit villa. Setiap tipe kamarnya mengusung konsep dan suasana yang berbeda.

Misalnya, tipe Puncak yang menyuguhkan pemandangan langsung dari atas bukit. Kemudian, ada juga Mamole Tree House dengan konsep rumah pohon, dan masih banyak lainnya.

Tipe villa yang disediakan oleh Nihiwatu adalah Puncak, Mandaka, Mamole House Tree, Kasambi, Wamoro, Lantoro, Marangga, Lulu, Lamba, Haweri, Kanatar, dan Villa Rahasia.

Jika ingin menginap di villa tersebut, Nihiwatu Resort harganya dibanderol mulai dari Rp8.500.000 per malamnya. Nihiwatu Resort berada di Desa Hoba Hawi, Wanokaka, Sumba Barat.

2. Watukaka Resort

Buat kamu yang suka liburan ala camping, maka Watukaka Resort bisa menjadi pilihan terbaik. Penginapan di Pulau Sumba ini mengusung konsep glamping, yaitu berlama di tenda yang sangat mewah.

Berbagai fasilitas mewah yang tersedia di Watukaka akan memberikan pengalaman liburan yang tak terlupakan. Setiap tenda kamar di sini sudah dilengkapi dengan teras agar kamu bisa menikmati pemandangan.

Selain itu, setiap kamarnya juga dilengkapi AC yang ramah lingkungan. Meski terlihat sangat mewah, Watukaka Resort tetap mengusung konsep yang sangat ramah terhadap alam di sekitarnya.

Penginapan ini menggunakan material alam di setiap sisi bangunannya. Misalnya, bagian interior dan eksterior yang didominasi oleh batang kayu, kursi anyaman, dan lainnya.

Jika kamu ingin merasakan honeymoon atau liburan dengan konsep glamping, maka harus mengeluarkan biaya sekitar Rp5.000.000 per malamnya.

3. Maringi Eco Resort

Hotel di Sumba ini juga digunakan sebagai sekolah perhotelan untuk anak-anak muda di sana. Seorang wanita asal Belgia bernama Inge de Lathauwer adalah pencetusnya. Ia mendirikan Sumba Hotel School dengan menggunakan uangnya sendiri.

Jika kamu menginap di Maringi Eco Resort, maka kamu sudah ikut berkontribusi dalam mengembangkan sekolah perhotelan tersebut. Selain itu, Maringi Eco Resort melakukan seleksi yang cukup ketat untuk memilih murid yang bisa bergabung ke sana.

Nantinya, seluruh murid akan tinggal di sebuah asrama yang juga menyatu dengan resort. Tak heran, jika ada banyak murid sekolah perhotelan yang sering melewati penginapan tersebut.

Maringi Eco Resort Sumba menyediakan sembilan paviliun dengan berbagai fasilitas, seperti kamar mandi dalam, air panas, dan AC. Harga kamar di Maringi Eco Resort dibanderol mulai dari Rp1.300.000 per malam.

4. Sumba Nautil Resort

Resort di Sumba Barat Daya ini bisa kamu nikmati dengan harga terjangkau, lho. Terdapat tujuh paviliun yang tersedia di sini, kemudian harganya dibanderol mulai dari Rp700.000 hingga Rp2.000.000 per malamnya.

Selain itu, setiap paviliunnya dilengkapi dengan teras demi memanjakan para pengunjungnya. Jadi, setiap pengunjung bisa melihat pemandangan tebing secara langsung dari kamar.

Fasilitas yang disediakan oleh Sumba Nautil Resort cukup lengkap, mulai dari bar, kolam renang, restoran, layanan laundry, perpustakaan di lobi, dan toko kerajinan. Untuk perpustakaan, kamu bisa menemukan berbagai koleksi buku berbahasa asing. Harga paviliun di resort ini dibanderol mulai dari Rp1.950.000 per malam.

5. Sumba Adventure Resort

Buat kamu yang menyukai petualangan, maka penginapan di Sumba yang satu ini adalah jawabannya. Sumba Adventure Resort mengusung konsep back to nature dengan tampilan yang sederhana.

Namun, resort ini menyediakan berbagai fasilitas yang cukup lengkap, terutama untuk kegiatan olahraga. Kemudian, Sumba Adventure juga menyediakan perlengkapan untuk bersepeda, snorkeling, diving, dan berselancar.

Terdapat empat tipe kamar yang ditawarkan oleh Sumba Adventure Resort. Pertama, ada Camping yang dilengkapi dengan kamar mandi dalam. Kedua, tipe Beach Hut dengan konsep bangunan bambu yang mengarah langsung ke pantai, lalu ada fasilitas kulkas, kamar mandi, dan tempat ngopi.

Ketiga, terdapat tipe Palm Forest Hut yang berada di bawah pohon kelapa sawit dengan pelindung atap. Selain itu, kamar mandinya pun terpisah dari kamar. Terakhir, tipe A-Frame dengan area terbuka beratapkan bambu. Lalu, tempat tidurnya juga berkonsep hammock.

Tentunya, resor yang satu ini akan menjadi tempat menginap yang asyik dan menyenangkan bagi kamu yang sangat menyukai alam terbuka. Harganya pun cukup murah, yaitu berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000.

Fakta Tentang Nihiwatu, Resort Mewah Terbaik di Dunia

Nihi Sumba Island dengan Nihiwatu Resort kembali terpilih menjadi hotel terbaik di dunia. Penghargaan tersebut diberikan oleh Travel + Leisure pada 2016 dan 2017 lalu.

Selain keindahan alamnya yang menakjubkan, ternyata ada berbagai faktor lainnya yang menjadikan pulau ini sebagai yang terbaik. Buat kamu yang penasaran, berikut adalah fakta menarik mengenai Nihiwatu yang meraih predikat sebagai hotel terbaik di dunia:

1. Mempertahankan Kearifan Lokal

Nihiwatu tetap mempertahankan kearifan lokal dari masyarakat Sumba. Hotel ini juga mengusung konsep artistik dan natural. Tak lupa juga dengan sentuhan budaya tradisional Sumba.

Hal itu terbukti dari interior Nihiwatu Resort yang didominasi oleh desain kayu dengan ciri khasnya.

2. Mengutamakan Ecotourism

Ecotourism atau ekowisata merupakan kegiatan wisata yang mengedepankan konservasi alam. Selain itu, kegiatan ini juga mengutamakan sosial dan ekonomi masyarakat Sumba.

Keberhasilan Pulau Nihi Sumba juga menunjukkan tren pariwisata saat ini yang mengarah ke ecotourism. Jadi, Nihi Sumba menjadi contoh terbaik dari ecotourism mulai diterapkan di Indonesia.

3. Tawarkan Kenyamanan

Bicara soal kenyamanan, Pulau Nihi Sumba juga tak perlu diragukan lagi. Sebab, resort tersebut terdiri dari villa dengan kamar berbentuk pohon. Lokasinya sendiri berada di atas tebing, sehingga kamu bisa menikmati pesona Samudera Hindia dari kamar.

Selain itu, Nihi Sumba memiliki lebih dari 33 akomodasi dengan fasilitas kolam renang pribadi dan akses menuju Pantai Nihi.

4. Ada Berbagai Atraksi Wisata

Kamu bisa menikmati paket Safari Spa selama seharian penuh sambil berjalan-jalan di pulau. Seluruh aktivitas tersebut bisa dilakukan saat kamu menginap di resort tersebut.

Lalu, kamu bisa merasakan langsung aktivitas trekking ke berbagai lokasi air terjun yang belum pernah terjamah sebelumnya. Setelah itu, kamu akan diajak menyusuri sawah dan mengunjungi desa lokal dengan budayanya yang kental.

Bahkan, kamu bisa mencicipi beragam jenis makanan dengan kelapa muda yang menyegarkan. Sebab, kelapa tersebut langsung diambil dari pohonnya.

5. Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Melimpahnya sumber daya yang dimiliki oleh Nihi Sumba, hal tersebut akan meningkatkan kesadaran mengenai berbagai isu yang dihadapi oleh masyarakat Sumba.

Apalagi, resort ini juga membuka lapangan kerja untuk menyejahterakan setiap keluarga dan mendukung kebutuhan masyarakat, seperti makanan bergizi untuk anak-anak serta menyediakan akses agar mendapatkan air bersih.

Tips Liburan ke Sumba untuk Pelancong Pemula

Jika ingin traveling ke Sumba, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Apalagi, buat kamu yang baru saja pertama kali berlibur ke Sumba. Nah, beberapa tips ini bisa kamu jadikan pedoman:

  • Mendarat di Waingapu atau Tambolaka

Tips pertama yang harus kamu perhatikan adalah mendarat di Waingapu atau Tambolaka. Kedua daerah tersebut sama-sama berada di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Waingapu sendiri berada di Sumba Timur dan Tambaloka berada di Sumba Barat Daya. Jadi, kamu bisa memilih lokasi pendaratan sesuai keinginan dan kebutuhanmu berlibur ke sana.

Jika ingin mengunjungi kampung adat, maka kamu bisa turun di Tambolaka. Nantinya, kamu bisa berkunjung sekaligus mempelajari rumah adat Ratenggaro.

Buat kamu yang tertarik dengan padang sabana yang indah, maka bisa memilih lokasi pendaratan di Wangipau.

  • Menyewa Transportasi

Selanjutnya, kamu perlu memperhatikan jenis transportasi yang akan disewa setelah sampai di Sumba. Jika kamu mendarat di Waingapu (Sumba Timur), solusi yang tepat adalah menyewa sepeda motor.

Jika kamu mendarat di Tambolaka (Sumba Barat Daya), sebaiknya menyewa mobil. Untuk sewa motor, harganya dibanderol mulai dari Rp100.000 per harinya. Lalu, sewa mobil dibanderol dengan harga mulai dari Rp800.000 per hari.

  • Siapkan Fisik

Kamu harus menyiapkan fisik jika baru pertama kali datang ke Sumba. Hal itu dikarenakan kamu harus trekking menuju lokasi yang diinginkan. Nantinya, kamu akan menuju air terjun, padang savana, bukit, tebing, dan lainnya.

Jika hujan turun, maka medan yang kamu lewati akan licin. Maka dari itu, kondisi tubuh kamu harus fit dan tetap terjaga.

  • Warga Lokal Membawa Parang

Setelah kamu sampai di Sumba, pasti akan terbiasa melihat warga lokal yang membawa parang. Namun, kamu tak perlu takut jika melihatnya, terutama di Sumba Barat Daya.

Jadi, parang tersebut akan ditaruh di sarung atau pakaiannya. Hal itu menjadi budaya mereka dalam upaya untuk melindungi dirinya sendiri. Selain itu, kamu juga bisa menyewa tour guide apabila masih khawatir dan tidak mengerti daerah Sumba.

  • Jaga Nilai dan Norma

Ketika sampai di Sumba, kamu harus menjaga nilai dan norma demi menghargai masyarakat. Sebab, warga Sumba masih memegang adat yang sangat kental di daerahnya. Sebaiknya, kamu bertanya terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu di sana.

Setelah mengetahui beberapa resort di Sumba, maka kamu hanya tinggal menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Pastikan pula kamu tetap menjaga sopan dan santun terhadap masyarakat sekitar.

Categories
Information Uncategorized

Tempat Snorkeling dan Diving di Batam

Tahukah kamu tempat menarik di Batam bukan hanya mall atau pantai? Sebagai kota yang cukup populer di Sumatera, Batam juga memiliki perairan cantik sebagai tempat menyelam dan snorkeling wisatawan.

Pulau-pulau cantik yang ada di Batam umumnya masih asri dengan arus perairan yang tenang. Sangat cocok untuk menyelam atau snorkeling. Menyaksikan kehidupan biota laut dengan keragaman jenis dan warnanya.

Buat kamu yang punya rencana diving atau snorkeling di Batam, berikut kami dari Blublub akan merangkum tempat-tempat menarik untuk menyelam dan snorkeling. Apa saja?

Pulau Petong

pulau petong

Pulau Petong mulai masyhur di Batam sejak tahun 2016. Pulau ini menjadi salah satu tempat menarik untuk menyelam di Batam.

Dikutip dari Kompas.com, pulau ini memiliki perairan yang tenang sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat diving atau snorkeling. Hal tersebut disebabkan posisi pulau ini yang berada di antara dua pulau.

Menyelam di Pulau Petong memungkinkan kamu bertemu aneka jenis ikan hias, anemon, terumbu karang dengan kejernihan air laut yang membuat para penyelam betah berlama-lama. Ribuan karang bisa kamu saksikan berjejer menemani para pengunjung pulau.

Perjalanan menuju ke Pulau Petong membutuhkan waktu 3 jam dari pusat Kota Batam. Perjalanan 2 jam pertama menuju ke Jembatan 6 Barelang, selanjutnya disambung dengan menyeberang pulau menggunakan kendaraan boat selama kurang lebih 1 jam.

Pulau Abang

pulau abang

Jika kamu ditanya dimanakah titik menyelam paling populer di Batam? Jawabannya adalah Pulau Abang. Terletak di Kecamatan Galang dengan ukuran luas hanya 10 kilometer persegi. Kondisi airnya yang tenang sebab dikelilingi pulau-pulau lain.

Selain sebagai tempat menyelam, di perairan pulau ini juga dijadikan sebagai lokasi konservasi terumbu karang.

Mengapa orang-orang suka menyelam dan snorkeling di sini?

Salah satunya karena kondisi perairannya yang bersahabat. Kedalamannya 15 hingga 18 meter dengan arus yang tenang.

Kawasan Pulau Abang ini juga sudah ditetapkan sebagai kawasan pengamatan terumbu karang khusus. Pada bagian daratannya pulau ini masih terlihat alami dengan perbukitan dan batuan granit. Pantai-pantainya sebagian besar masih ditumbuhi hutan bakau yang asri.

Keunikan dari perairan di Pulau Abang ini adalah adanya spesies karang yang langka yakni blue coral. Habitat koral biru ini biasanya hanya bisa tumbuh pada kondisi air yang jernih dengan kondisi kualitas air yang baik.

Jenis-jenis ikan yang bisa ditemukan di perairan ini antara lain ikan tiup, pinang, ikan pasir merah, kakap merah, lencing, ikan selar dan lainnya. Ikan-ikan ini berteduh di ombak yang tenang.

Selain itu, hal paling berkesan yang akan kamu rasakan saat diving atau snorkeling di Pulau Abang ini adalah menyaksikan keunikan ikan badut di atas anemon yang bergoyang cantik. Benar-benar mirip dalam tayangan film animasi Finding Nemo.

Perjalanan ke Pulau Abang dilakukan dari pusat Kota Batam menuju ke Kecamatan Galang. Perjalanan sekitar 1 jam. Selanjutnya menyebrang menuju pulau tersebut dengan boat selama 1 jam lagi.

Selain snorkeling dan diving, pulau ini juga banyak dikunjungi para pemancing yang berburu aneka ikan segar untuk disantap. Kamu tertarik menyelam, snorkeling atau memancing di Pulau Abang?

Pulau Hantu

Pulau Hantu berada di depan Pulau Abang. Hanya dalam waktu 15 menit menggunakan boat penyeberangan, kamu sudah akan sampai di Pulau Hantu.

Pulau ini juga dikenal sebagai lokasi selam dan snorkeling para pengunjung yang datang ke Batam. Hanya pada kedalaman 7 meter dari permukaan, kamu sudah dapat menyaksikan aneka biota laut cantik aneka warna.

Keindahan perairan Pulau Hantu menyuguhkan aneka ikan hias, antara lain blue devil, yellow tang, hingga clown fish alias si ikan badut atau yang lebih populer dikenal dalam tayangan animasi, ikan nemo.

Ikan yang paling banyak ditemukan di Pulau Hantu adalah ikan badut. Ikan-ikan tersebut berenang jinak di perairan yang lebih dalam dan dingin. Ukurannya lebih besar dan terlihat lebih jinak. Kondisi karang di Pulau Hantu sangat beragam dan variasi biota yang lebih tinggi.

Saat menyelam kamu juga akan menyaksikan blue coral berwarna putih. Saat koral ini patah, barulah berubah warnanya menjadi biru. Selain itu, di perairan Pulau Hantu ini juga kamu bisa menemukan aneka terumbu karang yang bisa berubah warnanya saat disentuh.

Pulau Labun

Pulau Labun lokasinya dekat Pulau Galang. Hanya butuh 10 menit menggunakan kendaraan boat, kamu akan sampai di pulau cantik itu.

Keunikan pulau ini memiliki perairan yang dangkal dengan pemandangan biota laut yang sangat indah. Bahkan cukup hanya turun dari resort, kamu sudah bisa snorkeling di sini.

Waktu ideal melakukan snorkeling di pulau ini adalah pada kisaran pukul 13 siang waktu setempat. Sebab diprediksi pada saat ini air laut sedang pasang sehingga kamu bisa lebih menikmati suasana keindahan perairan pulau tersebut.

Bukan hanya diving dan snorkeling, di Pulau Labun ini kamu bisa menginap di villa, memancing, mengendarai banana boat, dan berenang di kolam renang yang tersedia. Fasilitas yang tersedia cukup banyak sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk liburan.

Keunikan yang juga akan kamu temukan di pulau wisata ini adalah rumah-rumah kayu yang dibangun di tepian pulau. Rumah-rumah itulah yang bisa kamu sewa sebagai penginapan. Jika kamu berkesempatan bermalam di pulau ini sungguh menjadi kesempatan langka yang sangat indah.

Kerang Gelang

Spot diving menantang yang bisa kamu kunjungi di Batam adalah Kerang Gelang. Para penyelam berpengalaman bisa datang ke sini menyaksikan keindahan bawah laut yang ditawarkan.

Perairan Kerang Gelang dikenal dengan adanya situs codd wrack, yakni bangkai kapal pembawa botol codd berusia 100 tahun yang masih bisa ditemukan pada kedalaman 30 meter di dasar laut.

Kondisi kapal ini masih tegak sehingga memungkinkan para penyelam untuk berkeliling menyaksikan keunikan bangkai kapal tersebut.

Pada bangkai kapal tersebut ditumbuhi karang-karang keras yang menjadi keindahan tersendiri bagi para penyelam yang mengeksplornya.

Selain bangkai kapal tersebut, kamu juga akan bisa menyaksikan gerombolan ikan angelfish, sotong, parrotfish, kakap kuning, dan ikan pari. Jika saat menyelam kamu beruntung, kemungkinan kamu akan dapat menyaksikan penyu raksasa.

Jika kamu seorang penyelam profesional, kamu dapat menjelajah lebih banyak lagi spot-spot menyelam yang unik dan menantang di Batam seperti Kerang Gelang di atas.

Pulau Rano

Pulau Rano berada tak jauh dari Pulau Abang. Pengunjung yang datang ke Pulau Abang biasanya akan diajak menikmati titik penyelaman di pulau tersebut.

Apa yang menarik di Pulau Rano? Selain airnya yang tenang dan jernih, pasir-pasir yang ada di pantai ini dikenal putih bersih dan cantik.

Selain itu, perairannya menyimpan ikan hias, terumbu karang dan ikan yang cukup disukai banyak orang yakni ikan badut. Ikan-ikan tersebut cukup banyak dan berenang dengan jinak di perairan Pulau Rano.

Kalau kamu hobi memancing, pulau ini juga cukup kondusif untuk menyalurkan hobimu. Jika pagi hari berkunjung ke pulau tersebut, jangan lewatkan snorkeling karena cuacanya masih teduh dan nyaman untuk menikmati perairan.

Pulau Dedap

Pulau cantik bernama Dedap lokasinya juga tak jauh dari Pulau Abang. Kamu butuh 15 menit dari Pulau Abang untuk sampai ke pulau tersebut.

Kondisi air di pulau ini masih sangat jernih dengan aneka ikan hias berwarna-warni. Karang-karang yang beragam jenis dan warnanya juga akan menjadi pemandangan indah saat kamu menyelam atau snorkeling di perairan tersebut.

Jika ingin menyelam atau snorkeling bisa dilakukan di pagi hari saat kondisi cuaca masih cukup teduh.

Sebagai pulau yang baru dikembangkan, kamu belum bisa menemukan fasilitas lengkap dan mewah di pulau ini. Hanya ada pondok, toilet dan bangku yang bisa kamu manfaatkan untuk santai.

Namun, jangan salah. Walaupun masih baru dikembangkan, keindahan Pulau Dedap sangat memesona. Pasir putih dengan warna air laut biru menjadi pesona tempat tersebut.

Paket Pulau Abang Snorkeling Tour biasanya menawarkan kunjungan ketiga pulau antara lain Pulau Abang, Pulau Dedap, dan Pulau Rano.

Lokasinya yang dekat membuat para penyelam biasanya tak mau melewatkan kesempatan menyaksikan perairan tiap pulau yang memiliki keunikan dan keindahan masing-masing.

Berkunjung ke Batam bukan hanya untuk membeli barang impor. Kamu bisa manfaatkan untuk aktivitas seru menyelam di perairan pulau-pulau cantik dan eksotis layaknya yang ada di Indonesia Timur.

Keunikan Diving dan Snorkeling di Pulau Batam

Perairan Pulau Batam dikenal sebagai perairan yang masih alami dan menyimpan banyak pesona. Secara umum beberapa keunikan tempat snorkeling dan diving di Batam antara lain:

Kondisi perairan yang lebih dangkal

Menyimpan keragaman karang yang cukup banyak dengan warna-warni yang bervariasi.

Arus yang lebih tenang sehingga cocok untuk penyelam pemula

Spesies ikan badut yang unik dan cukup populer mirip dalam tayangan Finding Nemo menjadi daya tarik perairan di Batam.

Perairan yang jernih dengan jarak pandang yang cukup bagus.

Pulau-pulau baru yang masih jarang dikunjungi sehingga kondisi alamnya masih sangat asri.

Terdapat spesies karang khusus yakni coral blue yang berwarna putih, berwarna biru bila mengalami patah.

Ditemukan bangkai kapal layaknya di spot diving Indonesia yang terkenal lainnya yakni Raja Ampat dan Bunaken.

Keindahan suasana perairan tropis bisa kamu saksikan di Batam. Menyelam atau snorkeling dengan kondisi yang tidak terlalu ramai, mengunjungi pulau-pulau baru yang belum banyak dikunjungi orang.

Selain mengunjungi pulau-pulau asri, menikmati bentang alam di Batam juga bisa dilakukan di beberapa pantai populer yang menyuguhkan pemandangan tak biasa. Beberapa pantai di Batam menyajikan pemandangan negeri seberang Singapura dengan kemegahan kota dan bangunannya.

Kuliner di Batam juga wajib kamu nikmati. Masakan khas Melayu berikut jajanan yang tentunya bisa kamu bawa pulang sebagai oleh-oleh.

Setelah kamu menyimak spot-spot diving dan snorkeling di Batam, sekarang kamu punya referensi bukan untuk tempat menarik di Batam bukan hanya wisata pantai atau wisata belanja. Ada banyak pulau-pulau cantik yang bisa jadi destinasi diving dan snorkeling. Bersiap untuk liburan ke pulau-pulau tersebut?

baca juga : 13 Spot Snorkeling Favorit di Nusa Tenggara Timur

Categories
Uncategorized

Dodoku: The Best Dive Centre in Ternate, Indonesia 

Indonesia has many diving sites which are considered as hidden gems in the eye of the world. Today, we are taking you to Dodoku, one of the best dive centres in Indonesia located in Ternate, North Maluku. 

Introducing Dodoku as one of the best dive centres in Ternate, requires a lot more than meets the eye. That is why we have arranged an interview with the owner, Ibu Sisca Dewi.

“A bridge to the underwater world” –  or locally spoken in manado “Dodoku”, which translates to “bridge”. In Ternate, locals and visitors would refer to this as a pier widely known for its breathtaking sunset and panoramic views of the coast, the Dodoku Ali pier. 

For beginners, Dodoku has a program called Open Water Course, a diving certification program ranging from PADI to SSI accredited. However, Dodoku is not only about diving. You could also experience one of the best land tours of Maluku while visiting. 

The Impact of Pandemic to Dodoku  

We’ve all witnessed how the pandemic has forced businesses of all levels to close store fronts. Dodoku being one of them was closed shortly after the news of the virus broke out. The ministry of tourism had decided to reopen key tourism resources again with updated terms and conditions. A special standard of procedure has been carried out so that visitors can once again experience Dodoku’s and ternate’s diving oasis. 

However, the team over at dodoku have their own way of getting used to the new normal. Maintaining a positive team spirit is essential for any business. Apart from a go-to stress release activity, diving in the waters of ternate 

Safety Protocol for Divers

Measures to control and reduce the spread of the virus are being well implemented at all times, disinfecting one’s diving gear being one of them . Divers also need to keep their oxygen cylinders sterilized in a special room with a compressor. Not to mention that each diver has to have a cylinder themselves. Moreover, it is essential that divers maintain their equipment for both safety and health concerns.

Everything is perfectly safe. Dodoku’s instructors are committed to implement the latest measures being advised by governments in efforts to reduce the spread of the virus. To ease your mind, they also share SWAB and RAPID test results to make sure everything is safe.

These systems help people feel safe while visiting Dodoku. It is a pact to serve the best service for any tourist and customer. 

Ternate Muck Dive, A Unique Experience

Once you reach Ternate, you could try almost any kind of diving activity, one that we particularly recommend for divers and underwater photography fanatics is muck diving. Muck diving is considered unique to ternate and its sites are unrivalled, allowing you to go up & close to micro marine ecosystems.

The Best Time to Visit Ternate 

Any time is the best time to visit Ternate. Unlike Raja Ampat, you could never be bothered with Monsoon out here. However, if you don’t like to experience disturbance, you should avoid visiting in April and May. 

There are a lot of islands to visit around Ternate, with each one having its own prowess. They can be alternative destinations for those who like to unravel the archipelago. 

Best Diving Sites in Ternate

Pulau Hiri is the best diving site you can find in Ternate. The island provides diving experiences much like any other Pacific Ocean diving sites. But the best thing about this island is the underwater fauna. You could expect to encounter Barracudas, Schooling Jack Fish, Manta Rays, Sharks, and if you’re the luckiest person enough, Dugongs. 

Tips for Visiting Ternate 

It is normal to worry about travelling in times of a pandemic. But, you should not let such anxiety get to your head. These are some of the things you can do to prevent the spread of virus while visiting Ternate: 

  • Take the RAPID test before travelling 
  • Keep your oxygen cylinder and other equipment to yourself, if you are renting, make sure it is a new one.
  • Obey all the procedures in order to protect yourself and everyone else, that includes wearing a mask when in land and crowds
  • Stay positive, rest assured a dive center’s number one priority is your own safety, when you’ve taken all necessary precautions, there’s no need to panic.

 

Dodoku Expectation toward The Diving Industry of Indonesia 

There are a lot of hopes and expectations for the future of the diving industry in Indonesia. First, Mrs. Sisca Dewi suggests that the government provide subsidy for airplane fare to the East Indonesia area. This policy would definitely raise the amount of tourists visiting Ternate. 

With full support from the government, the East Indonesia area can offer more than Bali and Komodo island. The prospect for development should not only stop in the diving industry. The east Indonesia area has more potential for tourism. 

Ternate, for instance, offers plenty of beautiful landscaping scenery like no other as well as wonderful underwater adventure. If the government gives more attention, Ternate can become an unstoppable attraction for international tourists. 

Conclusions

For people seeking to blow off some steam from the current situation, Dodoku is the perfect choice. Friendly and experienced diver instructors would guide you to a world of water you can never imagine before. The view is not the only thing that matters. Dodoku is always packed with safety procedures and health measures to keep you safe when diving and visiting. So, what are you waiting for? Come and join us for the best diving experience!

Categories
Uncategorized

Why Raja Ampat waters are so full of life

Located between the Pacific and Indian Oceans, the
Indonesian Seas are the place of immense water exchange. The water exchange is
known as the Indonesian Throughflow and flows from the Pacific through to the
lower Indian Ocean. This flow delivers eggs and larvae to the reefs of
Indonesia and travels over the complex underwater topography creating great
upwellings of nutrient-rich cold water. Both the marine diversity and
importance for research tie back to the Indonesian Throughflow Current, which
passes through Raja Ampat. This important current provides a route for warm
water to flow from the Pacific to the Indian Ocean and is a key path in the
global heat conveyor belt (which warms up oceans internationally and in turn
maintains overall climate around the world).

A veritable life source, and after a holiday in these waters you will go
home with a renewed sense of life yourself.

We are sure you have heard numerous times that Raja Ampat boasts the
best waters and most abundant marine life in the South-East Asian region.
Science considers it one of the premier sites for marine biology in the world.
It has been recorded as holding 75% of all known species of ornamental and
coral fish in the world and continues to be a vital spot for researchers who
seek to develop knowledge on oceanic life.

But the question stands, why is Raja Ampat’s water so full of life?

THE CURRENTS

We have already spoken about the Indonesian Throughflow, but one
actually needs a clear explanation to truly understand the strength of this current.
Norwegian scientist, Harald Sverdrup even made up his own term to explain the
vast amount of liquid flowing here. He has said to imagine “a river that is 100
meters wide, 10 meters deep and flows at speeds of 4 knots, then imagine 500 of
those rivers all combined together.” This is one Sverdrup… The Indonesian
Throughflow is 22 Sverdrups!!

THE TEMPERATURES

According to Conservation International – the undoubtable reason for
Raja’s resilient reefs are complex and numerous but believed that one of the most
important factors is that its reefs are normally exposed to a wide variation in
temperatures, basically “pre-adapting” them to climate change.

Reefs across Raja Ampat experience temperatures fluctuating between 19
and 36 degrees Celsius (66–96 degrees Fahrenheit), with many individual reefs
exposed to a whopping 6–12 C variation within a single 24-hour period!
According to most marine biology textbooks, such variation should easily kill
these corals, yet they are thriving.

As scuba
divers and marine biologists began to travel to the more remote
eastern parts of Indonesia, they discovered the absolute wonder of Raja Ampat’s
biodiversity. It was soon realised that Raja Ampat was far more important
to marine conservation than anyone had ever thought and agencies
like Conservation
International
, the World
Wildlife Fund
, and the Nature
Conservancy
 started to move in.

Blublub Indonesia