12 Fakta Menarik Hiu Paus

  • Created At: February 23, 2021

  • Created By: SEO Manager

Apa yang terlintas di benak kamu jika berbicara tentang hius paus? Tentu, yang paling mudah diingat adalah sebagai ikan paus terbesar di dunia. Punya ukuran yang luar biasa membuat paus spesies hiu ini selalu menarik bagi para pecinta alam bawah laut.

Untuk kamu yang suka diving atau foto-foto di bawah laut, bisa mengabadikan keberadaan mamalia laut ini tentu merupakan kepuasan tersendiri. Hiu paus memang hewan laut yang tak akan habis untuk eksplorasi.

Fakta Menarik Hiu Paus

 

 

 

Lantas apa saja fakta menarik tentang hiu paus yang perlu kamu tahu sebagai diver atau fotografer bawah laut? Berikut fakta-fakta menariknya.

1. Ikan Terbesar di Dunia

Hiu paus tidak hanya sebagai hiu terbesar namun juga dinobatkan sebagai hewan laut terbesar di dunia. Tak heran jika banyak pecinta diving berebut ingin berfoto ria dengan ikan bernama latin rhincodon typus ini.

Hiu paus memang sangat pantas menyandang predikat sebagai hiu sekaligus ikan terbesar di dunia. Ikan ini memiliki panjang 5-10 meter, bahkan bisa mencapai panjang maksimal hingga 20 meter.

Bobotnya? Hewan laut yang satu ini bisa lebih dari 18 ton. Umumnya, paus hiu berkelamin betina memiliki bobot lebih besar ketimbang yang jantan. Karena ukurannya yang kelewat besar, ikan hiu paus cenderung bergerak lambat.

2. Cara Makan Yang Unik

Meskipun dinobatkan sebagai ikan terbesar di dunia, hius paus bukanlah hewan ganas yang suka mengejar-ngejar mangsanya.

Justru sebaliknya, ikan paus raksasa ini sangat jinak hingga banyak pecinta diving mengajaknya berfoto ria. Layak jika ikan ini dijuluki sebagai the gentle giant alias si raksasa yang baik hati.

Demikian pula hiu paus punya cara makan yang berbeda dengan jenis hiu lainnya. Cara makan ikan hiu paus adalah dengan minum bergalon-galon air. Selanjutnya, tubuh akan menyaring makanan seperti ikan-ikan kecil yang masuk bersama air tersebut.

3. Hanya Menelan Ikan-Ikan Kecil

 

14 Fakta Menarik Hiu Paus - Blublub

 

Hiu paus ternyata tidak menggunakan ratusan gigi-gigi tajamnya untuk menggigit dan mengunyah makanannya. Dia tetap menjaga ‘statusnya’ sebagai hewan besar tapi baik hati.

Padahal, dengan jumlah gigi yang mencapai sekitar 3000 buah dan ukuran mulut yang bisa terbuka hingga 1,5 meter, ikan raksasa ini mestinya sanggup menelan hewan-hewan laut besar. Tapi, dia tidak melakukannya. Ikan ini lebih suka memakan hewan-hewan kecil. Beberapa jenis ikan kecil yang menjadi makanan hiu paus selain plankton, seperti  udang kecil, ikan teri, ikan tuna kecil, cumi, alga, dan ikan makarel.

4. Suka Mencari Makan di Permukaan Laut

Hiu paus adalah ikan besar yang lebih suka berada di permukaan laut. Begitu juga saat mencari makan. Umumnya, ikan ini akan bergerak mendekati permukaan laut, dimana terdapat banyak makanan favoritnya.

Tidak heran jika ada beberapa hiu paus yang lebih suka tinggal di perairan dangkal yang dalamnya hanya sekitar 50 meter. Tentu ini momen yang ditunggu pada pecinta alam bawah laut untuk bisa melihat dari dekat sosok raksasa penghuni laut ini.

Meskipun lebih suka tinggal di permukaan laut yang cenderung hangat, namun bukan berarti ikan laut raksasa ini tidak mampu berenang lebih dalam. Kecepatannya memang tergolong lambat, hanya sekitar 5 km/jam, namun kemampuan menyelamnya tak perlu diragukan lagi. Ikan ini mampu menyelam hingga kedalaman 1000 meter.

5. Punya Pola Unik

Fakta menarik ikan hiu paus lainnya yang perlu kamu tahu adalah terletak pada warna kulitnya yang memiliki pola berupa bintik-bintik dan belang. Umumnya, warna bintik pada tubuh si giant ini berwarna putih atau krem.

Karena warna dan pola ini, tidak mudah bagi para diver untuk menemukan hiu paus. Ikan hiu besar ini sering melakukan kamuflase untuk menyembunyikan tubuhnya di dalam laut.

Lebih unik lagi, warna dan bintik pada setiap hewan laut ini tidak sama antara satu dengan lainnya. Mereka punya bintik dan belang yang tidak sama, bahkan mirip sidik jari manusia.

Buat para peneliti atau kamu sebagai fotografer bawah laut, misalnya, tentu akan lebih mudah untuk mengenali beberapa individu sebagai objek penelitian atau obyek foto.

Di Indonesia, ikan hiu paus lebih dikenal dengan sebutan hiu tutul atau ada juga yang menyebutnya gurano bintang. Disebut sebagai hiu tutul karena seluruh tubuhnya dipenuhi bintik-bintik dan belang.

6. Punya Organ Sensor

Jika kamu amati, setiap hiu paus punya organ tubuh semacam kumis di ujung mulutnya yang super besar. Namun, itu bukan kumis sembarang kumis. Organ yang tumbuh di ujung moncongnya itu bisa berfungsi sebagai alat sensor.

Biasanya, ikan ini akan menggunakan organ sensornya itu untuk mengamati gerak gerik hewan-hewan kecil yang akan dijadikan mangsa di dalam air. Para diver dapat mengabadikan momen saat hiu paus menyedot mangsanya.

7. Suka Tinggal di Perairan Hangat

Untuk menemukan ikan hiu terbesar di dunia ini, para diver atau fotografer bawah laut bisa menyelam di perairan laut yang cenderung hangat. Kenapa? Karena ikan ini lebih suka tinggal di perairan yang cenderung hangat.

Meskipun bisa berada di seluruh perairan laut dunia atau beberapa ditemukan di perairan dengan suhu lebih dingin. Namun, pada dasarnya, hiu paus menjadikan perairan hangat sebagai tempat tinggal favoritnya.

Hiu besar ini juga dikenal sebagai ikan yang suka menjelajahi lautan. Terbukti, hiu paus selalu melakukan migrasi setiap tahunnya dari satu samudra ke samudera yang lain. Tiga samudra yang jadi tempat kesukaannya yakni Samudra Atlantik, Samudra Pasifik, dan Samudra Hindia.

Pernah sebuah lembaga merilis hasil penelitiannya, hewan laut raksasa ini mampu bermigrasi sejauh 8.000 mil atau setara 12.800 km yang ditempuh selama 37 bulan. Luar biasa bukan?

8. Berhati Lembut

Ikan dengan tubuh raksasa tidak selalu identik dengan buas dan ganas. Salah satu contohnya adalah hiu paus. Hewan yang menyandang gelar sebagai ikan terbesar di dunia justru dikenal dengan raksasa berhati lembut.

Dalam dunia diving, ikan ini kerap disebut sebagai the gentle giant karena punya sifat yang lembut dan jauh dari sikap predator. Ia jinak dan tidak berbahaya hingga fotografer bawah laut pun bisa “bersahabat” dengannya.

Sikapnya yang tidak agresif dan super kalem membuat hewan laut yang satu ini mudah didekati. Bahkan, jika berani, kamu bisa naik di punggungnya. Atau, kamu bisa berenang bersama-sama dengannya.

9. Sudah Hidup Sejak 60 Juta Tahun

Fakta menarik lainnya, hewan mamalia laut ini ternyata sudah ada sejak 60 juta tahun yang lalu. Tidak salah dijadikan momen langka pada penyelam karena bisa bersama dengan salah satu hewan purba yang masih bertahan hingga sekarang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ilmuwan, seekor hiu paus jantan memiliki masa reproduksi sekitar 30 tahun. Sedangkan masa hidupnya rata-rata sekitar 70 tahun, namun ada yang bisa bertahan hingga 100-150 tahun. Luar biasa!

10. Terancam Punah Karena Perburuan Liar

Karena berbagai keistimewaan yang dimiliki, tidak mengherankan jika banyak pihak sangat menginginkan ikan mamalia terbesar di dunia ini. Maka perburuan liar terhadap hewan laut ini tak terhindarkan. Bahkan, akibat illegal catching, populasi hiu paus terancam punah.

Sebuah laporan menyebutkan bahwa dalam waktu kurang dari 1 tahun, tidak kurang dari 100 juta berbagai jenis ikan hiu, termasuk hiu paus, diburu dan dibunuh. Ikan ini diburu untuk dikonsumsi sebagai makanan yang lezat dan mahal.

Selain untuk dikonsumsi, ancaman kepunahan bisa terjadi karena cedera akibat bertabrakan dengan kapal-kapal besar yang melintas. Atau, mereka sengaja tertangkap jaring para pemburu ilegal di lokasi tempat ikan-ikan itu berenang.

Untuk mencegah perburuan liar, pemerintah RI khususnya mengeluarkan kebijakan yang melindungi hiu paus sebagai spesies hiu di seluruh perairan laut Indonesia. Para diver dan pecinta bawah laut lainnya pun diminta untuk turut serta melestarikan ikan raksasa ini.

11. Menjaga Keseimbangan Ekosistem Laut

 

14 Fakta Menarik Hiu Paus - Blublub

 

Pemerintah di berbagai negara sangat berkepentingan menjaga kelangsungan hidup ikan hiu paus. Sebab, hewan laut berukuran raksasa ini sangat bermanfaat dalam menjaga rantai makanan di laut.

Selain menjaga ekosistem laut, ikan ini juga menjadi salah satu makhluk paling eksotis yang mampu menjaga kelestarian kehidupan laut yang unik dan langka.

Beberapa manfaat lain dari keberadaan hiu paus, antara lain menjaga diversity sumber daya ikan serta lingkungan secara berkelanjutan. Dalam skala besar, ikan ini perlu dijaga eksistensinya sebagai daya tarik wisata.

Pemerintah bisa secara khusus mengembangkan wisata laut (bahari) dengan daya tarik ikan hiu paus. Sekaligus, ikan ini menjadi daya tarik bagi para diver dan fotografer bawah laut untuk datang menyelam bersama the giant mammal.

12. Punya Banyak Sebutan

Melihat bentuknya yang unik, ikan hiu paus memiliki sejumlah sebutan dengan berbagai latar belakang penyebutannya. Misalnya, sebagai mamalia laut terbesar di dunia, karena ikan ini punya bobot 18 ton dan panjang hingga 20 meter.

Ada juga yang menyebutnya sebagai hewan purba yang masih bertahan hingga saat ini. Dilaporkan, hiu paus sudah ada di muka bumi ini sejak 60 juta tahun silam. Namun, ikan ini terancam punah akibat praktik perburuan liar.

Disebut juga sebagai ikan berhati lembut. Kenapa? Meskipun punya tubuh super jumbo tapi sejatinya hiu paus jauh dari kesan ganas. Hewan keluarga mamalia ini sangat jinak dan suka ‘diajak’ berenang bersama para diver.

Tak salah jika banyak orang menyebut hewan ini sebagai Si Besar Berhati Lembut. Karena bukan hewan predator maka makanannya pun hanya plankton dan ikan-ikan kecil.  Khusus di Indonesia, di mamalia laut ini juga punya banyak sebutan diantaranya hiu bintang, hiu tutul, hingga hiu bodoh. Disebut hiu tutul karena punya corak tubuh dengan warna bintik dan belang-belang.

Sebagian kalangan juga menyebutnya sebagai hiu bodoh karena tidak mampu bergerak cepat. Dibanding jenis hiu lainnya, ikan hiu paus bergerak sangat lambat. Sebuah laporan menyebutkan, rata-rata hiu paus hanya mampu berenang dengan kecepatan 5 km/jam.

Melihat berbagai keunikan yang dimiliki ikan paus terbesar di dunia, kamu sebagai pecinta alam bawah laut tentu ingin membuktikan kebenarannya. Selamat menikmati momen-momen indah bersama si besar yang baik hati.

  1.  Ikan terbesar di dunia
  2. Cara makan yang unik
  3.  Hanya menelan ikan – ikan kecil
  4.  Suka mencari makan di permukaan laut
  5.  Punya pola unik
  6.  Punya organ sensor
  7.  Suka tinggal di perairan hangan
  8.  Berhati lembut
  9.  Sudah hidup sejak 60 juta tahun
  10.  Terancam punah karena pemburuan liat
  11.  Menjaga keseimbangan ekosistem laut
  12.  Punya banyak sebutan

Cara makan ikan hiu paus adalah dengan minum bergalon-galon air. Selanjutnya, tubuh akan menyaring makanan seperti ikan-ikan kecil yang masuk bersama air tersebut.

Sebagai alat sensor untuk mengamati gerak gerik hewan-hewan kecil yang akan dijadikan mangsa di dalam air