• Home
  • Our Blogs
  • Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat Menyelam Di Kepulauan Seribu

Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat Menyelam Di Kepulauan Seribu

  • Created At: February 18, 2021

  • Created By: SEO Manager

Aktivitas bawah laut seperti diving memang hal yang menyenangkan bahkan seru untuk dilakukan. Namun ada hal yang perlu dicatat oleh seorang penyelam agar tidak merusak biota laut yang hidup di dalamnya. Seperti larangan menyelam di kepulauan seribu ini patut kamu ingat jika ingin menjelajahi laut utara Jakarta.

Kepulauan seribu merupakan salah satu destinasi terbaik untuk para pecinta dunia bawah laut. Pemandangan ikan yang berenang serta lambaian terumbu karang yang ada di kedalaman ini tentu bisa memikat siapa saja yang melihatnya.

Supaya kegiatan menyelam kamu di tempat ini aman dan tidak melanggar aturan, kami sudah merangkum hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan selama menjelajahi lautan ini. Berikut ulasan lengkapnya.

 

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Menyelam Di Kepulauan Seribu

1. Menembak Ikan dan Menggunakan Pukat Harimau

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para penyelam di tempat ini adalah suka menembak ikan. Menembak ikan adalah tindakan yang sangat tidak baik dan bertanggung jawab yang dilakukan oleh seorang penyelam. Belum lagi ada juga penyelam yang sengaja menggunakan pukat harimau untuk menangkap ikan.

Pukat harimau sudah dilarang sejak dulu untuk digunakan karena sangat berbahaya bagi ekosistem laut, seperti:

  • Ikan-ikan Menjadi Langka

 

Pukat harimau diletakkan di dasar laut dan menggunakan jaring yang lubangnya sangat kecil. Jaring ini bisa menjebak ikan-ikan yang masih kecil padahal mereka masih belum layak konsumsi. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus tentu bisa menyebabkan kelangkaan ikan.

  • Terumbu Karang Rusak

Karena diletakkan di dasar laut, tentu saja pukat harimau secara tidak sengaja ikut menjaring dan mengangkat terumbu karang ke permukaan air. Jika banyak terumbu karang yang terjaring, binatang-binatang laut akan kehilangan rumah mereka.

  • Air Laut Menjadi Keruh

Saat mengangkat pukat harimau ke permukaan, hal ini bisa mengakibatkan benda-benda di dasar laut bergerak dan menyebabkan air keruh. Hal ini bisa mengganggu binatang-binatang laut yang ada di sekitarnya.

2. Merusak Terumbu Karang

Merusak Terumbu Karang - Blublub

 

Selain menembak ikan, para penyelam yang tidak bertanggung jawab juga suka banget yang namanya merusak terumbu karang. Hal ini tentu saja bisa merusak ekosistem di laut mengingat terumbu karang adalah habitat atau rumah yang nyaman bagi para binatang laut.

Saat ini pemerintah dan juga para pecinta biota laut lagi gencar-gencarnya melakukan kampanye pelestarian lingkungan bawah laut. Selain itu, mereka juga gencar melakukan konservasi untuk memperbaiki ekosistem laut yang sudah rusak. Masa penyelam yang tidak bertanggung jawab ini dibiarkan begitu saja?

Adapun beberapa hal yang dilakukan oleh para penyelam yang bisa merusak terumbu karang adalah:

  • Menginjak Terumbu Karang

Jika kamu seorang penyelam pemula, kemungkinan besar kemampuan kamu untuk mempertahankan daya apung supaya tetap netral belum terasah sempurna. Dalam keadaan panik, kamu bisa jadi secara tidak sengaja mendarat dan menginjakkan kaki di terumbu karang.

Meskipun dilakukan secara tidak sengaja, hal ini sama sekali tidak boleh dilakukan karena kamu bisa merusak dan membuat mati terumbu karang.

  • Memetik dan Mengambil Terumbu Karang sebagai Souvenir

Waduh, jangan sampai kamu melakukan hal ini ya teman-teman! Terumbu karang yang sehat memang memancarkan kecantikan dan daya tarik yang tinggi. Tapi tidak berarti kamu boleh memetik dan membawanya pulang sebagai souvenir ya.

Perlu kamu ketahui, terumbu karang yang sehat memerlukan rumah yang baik dan air laut yang bersih. Jika kamu sudah terlanjur jatuh cinta dan ingin mengoleksi terumbu karang, mendingan kamu beli saja di toko-toko souvenir. Desainnya tidak kalah menarik kok sama apa yang kamu lihat di laut!

  • Memegang dan Mengubah Posisi Terumbu Karang

Terumbu karang adalah biota laut yang sangat rapuh dan mudah rusak jika disentuh dengan kekuatan yang cukup besar. Secantik apapun terumbu karang yang kamu lihat, jangan sampai kamu memegangnya apalagi sampai membuatnya patah.

Selain itu, melihat ikan warna warni yang cantik yang bersembunyi di balik terumbu karang mungkin membuat kamu penasaran. Sehingga kamu memindahkan posisi terumbu karang yang ada.

Kamu harus tahu tindakan ini punya resiko merusak terumbu karang yang kamu pegang dan yang ada disekitarnya.

3. Memegang Binatang Laut

Tidak hanya di tempat ini saja larangan untuk memegang binatang laut diberlakukan. Hampir semua spot diving melarang para penyelam di tempat mereka melakukan hal ini.

Ada dua alasan mengapa memegang binatang laut di larang:

  • Demi Keselamatan Si Penyelam Sendiri

Secara umum, binatang laut jauh lebih kalem dan tidak agresif seperti hewan di perairan yang tenang yaitu sungai dan danau. Namun memegang binatang laut yang cukup asing dengan kamu tentu bisa membawa dampak yang berbahaya bagi keselamatan kamu.

Terlebih lagi jika kamu adalah seorang penyelam pemula, kamu mungkin belum tahu dan familiar dengan binatang-binatang laut. Jangan sampai kamu digigit apalagi keracunan akibat memegang mereka.

  • Agar Tidak Mengganggu Binatang Laut

Sifat dasar binatang apapun baik darat maupun laut adalah suka hidup dan bergerak bebas. Ikan dan binatang laut lainnya tentu akan terganggu banget kalau kamu kejar dan ingin kamu pegang.

Saat menjelajahi dunia bawah laut, biasakan untuk tidak mengganggu binatang-binatang laut yang habitatnya memang di dalam air.

Jadi supaya kegiatan menyelam kamu aman dan tetap menyenangkan, tahan diri kamu untuk memegang para hewan laut, ya! Cukup nikmati saja dengan mata kamu dan syukuri betapa indah ciptaan Tuhan yang hidup di Laut.

Hal lain yang harus kamu pastikan sebelum terjun ke dalam air adalah apakah kamu diizinkan untuk memberi makan binatang-binatang yang hidup di lautan Kepulauan Seribu. Jangan sampai niat baik kamu ini malah membuat kamu kena denda apalagi kehilangan izin menyelam karena kecerobohan kamu, ya!

4. Menyelam tanpa Ijin

Jika kamu ingin menikmati wisata bahari di tempat ini dengan kegiatan diving, kamu harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari otoritas wisata bawah air setempat. Sebelum terjun ke air, kamu harus pergi dan melaporkan diri ke kantor atau pos petugas wisata bawah laut yang ada di kepulauan ini.

Setelah melapor, kamu juga akan dicek apakah punya sertifikat atau izin menyelam yang valid atau tidak. Jika kamu tidak memiliki sertifikat menyelam, kamu secara otomatis tidak akan diizinkan untuk menjelajahi dunia bawah laut dengan diving.

Kamu mungkin akan diizinkan untuk sekedar snorkeling di area yang sudah ditentukan. Ada beberapa area di kepulauan ini yang aman bagi penjelajah bawah air pemula.

Dalam kondisi lain, meskipun kamu memiliki sertifikat diving yang valid, kamu juga akan ditanya apakah kamu akan menyelam sendirian atau sudah memiliki diving buddy atau rekan menyelam.

Jika semua persyaratan sudah kamu penuhi dengan baik, maka tidak ada alasan bagi otoritas wisata bawah laut di tempat ini untuk melarang kamu menikmati keindahan biota laut.

Pengecekan dan pemberian izin ini dilakukan untuk mencegah adanya praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab selama penyelaman dilakukan.

Praktik-praktik yang dimaksud adalah menembak ikan dan menggunakan pukat harimau, merusak terumbu karang dan kegiatan yang bisa merusak lingkungan laut lainnya.

Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk memastikan keselamatan penyelam selama berada di bawah air. Otoritas setempat perlu mengecek berapa orang yang menyelam setiap hari dan apakah mereka kembali dengan selamat atau tidak.

Apabila ada masalah teknis, maka mereka bisa dengan segera memberikan bantuan kepada para penyelam. Selain itu, jika ada penyelam yang tidak kembali tepat waktu atau kondisi terburuknya adalah hilang, otoritas setempat dengan cepat melakukan pencarian dan meminta bantuan kepada tim Basarnas yang ada di daerah tersebut.

Kesimpulannya, untuk menjelajahi dan menikmati pemandangan bawah laut di tempat ini kamu tidak boleh menyelam tanpa izin.

5. Membuang dan Meninggalkan Sampah

Sampah yang terendam di dasar lautan memang membuat siapa saja yang mencintai dunia bawah laut merasa sedih dan kecewa. Di tengah-tengah usaha untuk melestarikan biota laut, masih saja ada oknum-oknum yang suka membuang sampah sembarang.

Sampah yang ada di laut tidak hanya dibuang dan ditinggalkan oleh para penyelam tetapi juga oleh para pengunjung pantai di wilayah utara Jakarta ini. Meskipun sampahnya dibuang di pesisir, saat ada angin kencang atau gelombang laut yang tinggi, sampah-sampah ini bisa terbawa hingga ke tengah dan dasar laut.

Kamu pasti pernah membaca berita atau menonton video ikan paus yang mati akibat terlalu banyak sampah plastik di perutnya? Inilah akibatnya kalau terlalu banyak sampah yang bertebaran di laut.

Bahkan hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah grup marine biologist Australia menyebutkan bahwa satu sampah plastik bisa membunuh seekor penyu laut, khususnya yang masih muda. Tentu sebagai pencinta dunia bawah laut, kamu tidak ingin hal ini terus terjadi, kan?

Yang jelas, siapapun yang ingin menjelajahi dunia bawah laut Kepulauan Seribu harus menaati seluruh aturan dan tidak boleh membuang sampah sembarangan.

6. Menyelam Sendirian

Jika kamu adalah seorang penyelam yang rutin melakukan diving, kata-kata seperti “never dive alone” mungkin sudah tidak asing lagi. Kamu harus menyelam bersama diving buddy atau rekan yang memang sama-sama memiliki kemampuan diving yang baik.

Hal ini bertujuan untuk keselamatan dan keamanan kamu selama berada di bawah air. Laut menyimpan banyak misteri dan memang bukan merupakan habitat manusia. Tidak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi selama penyelaman dilakukan.

Hal-hal buruk yang kemungkinan terjadi saat kamu sendirian di bawah laut adalah:

  • Diserang binatang laut.
  • Peralatan menyelam mengalami kerusakan seperti regulator rusak, sabuk pemberat tidak bisa dilepas atau bahkan BCD (buoyancy compensator device) kamu tidak berfungsi secara normal.
  • Perubahan arus bawah laut yang bisa menyeret kamu ratusan meter jauhnya.
  • Perubahan kondisi tubuh seperti hipotermia hingga kehilangan kesadaran.

Apabila kamu tidak memiliki diving buddy saat kamu ingin menyelam, kamu bisa meminta divemaster yang bertugas di sana untuk menemani kamu. Tapi mungkin kamu harus membayar jasanya.

Nah, itu dia 6 hal yang menjadi larangan menyelam di kepulauan seribu yang tidak boleh kamu langgar. Jika kamu mengikuti semua aturan yang berlaku, tentunya keberlangsungan ekosistem biota laut bisa terjaga. Selain itu, keselamatan kamu lebih terjamin dan kamu bisa meminimalisir resiko yang ada di bawah laut.

Baca juga : Menyelam di Pulau yang Memiliki Titik Selam Terbaik di Indonesia

Kepulauan seribu merupakan salah satu destinasi terbaik untuk para pecinta dunia bawah laut.

Pemandangan ikan yang berenang serta lambaian terumbu karang yang ada di kedalaman ini tentu bisa memikat siapa saja yang melihatnya.

1. Menembak Ikan dan Menggunakan Pukat Harimau
2. Merusak Terumbu Karang
3. Memegang Binatang Laut
4. Menyelam tanpa Ijin
5. Membuang dan Meninggalkan Sampah
6. Menyelam Sendirian

1. Ikan-ikan Menjadi Langka
2. Terumbu Karang Rusak
3. Air Laut Menjadi Keruh