11 Hal yang Tidak Ketahui Tentang Serangan Hiu

  • Created At: February 18, 2021

  • Created By: SEO Manager

Keberadaan hiu di perairan Indonesia memang tidak dapat dipungkiri. Indonesia yang beriklim tropis dengan perairannya yang hangat menjadi tempat tinggal kesukaan para hiu. Sebenarnya keberadaan hiu di laut Indonesia menjadi daya tarik tersendiri. Kamu bisa snorkeling atau menyelam bersama dengan hiu. Namun sayangnya masih banyak yang takut menyelam karena takut serangan hiu. Hal ini disebabkan banyak orang yang belum tahu fakta menyenai serangan ikan hiu. Berikut ini 11 fakta yang perlu kamu ketahui tentang serangan ikan hiu yang sebenarnya.

1. Serangan Hiu Tidak Mematikan dan Jarang Sekali Terjadi

Tahukah kamu serangan hiu di dunia sangat jarang terjadi. Berdasarkan statistik data terbaru perbandingan serangan hiu di perairan adalah 1 : 15 juta. Berdasarkan data ini sangat jarang bahkan hampir tidak mungkin seseorang diserang oleh hiu. Bahkan jika dibandingkan dengan data statistik kecelakaan perahu, serangan hiu jauh lebih rendah.

Kasus serangan hiu selama beberapa dekade ini juga dilaporkan hampir tidak menyebabkan kematian. Kematian akibat serangan hiu hampir tidak pernah terjadi. Serangan ikan hiu tidak mematikan, hanya saja korban terlambat ditolong sehingga kehabisan darah. Untuk menghindari hal seperti ini ada baiknya jika kamu melakukan diving atau snorkeling secara berkelompok. Resiko serangan hiu sangat rendah jika kamu melakukan olahraga air secara berkelompok.

2. Pertahanan Terbaik Ketika Diserang Hiu Bukan Meninjunya

Banyak orang yang mengatakan bahwa pertahanan terbaik ketika diserang hiu adalah dengan meninjunya. Pernyataan ini tidak benar adanya. Meninju ikan hiu tidak akan memberikan efek apapun terhadap ikan, apalagi kekuatan tinjuan kamu pasti lemah ketika di dalam air.

Jika kamu atau teman kamu diserang oleh ikan hiu maka pertahanan terbaik yang bisa dilakukan adalah menyerang insang atau matanya. Insang dan mata hiu adalah bagian yang sangat sensitif pada tubuh hiu. Walaupun tidak membuat hiu mati tapi setidaknya membuat hiu menjauh dan menjadi lemah untuk menyerang kembali.

3. Hiu Juga Punya Jam Makan

Seperti halnya dengan manusia, hiu juga mempunyai jam makan. Jam makan hiu adalah di pagi hari dan saat sore hari. Pada jam-jam inilah ikan hiu mulai keluar untuk mencari makanan. Ikan hiu akan mencari makan di dekat permukaan air laut, tidak salah jika di pagi dan sore hari hiu lebih mudah terlihat. Hiu juga berburu di malam hari terutama pada malam bulan purnama.

Hampir semua jenis spesies hiu akan lebih agresif pada jam makannya terutama hiu yang masih muda. Hiu yang masih muda lebih agresif untuk menangkap makanannya terutama singa laut. Berdasarkan penelitian, hal ini dilakukan oleh hiu untuk melatih insting predatornya. Lalu sebenarnya hiu makan apa apakah manusia termasuk daftar makanannya? Hiu tidak memakan manusia. Hiu memang termasuk ikan karnivora dengan gigi yang tajam dan makanannya adalah ikan yang lebih kecil darinya. Ikan hiu juga memakan singa laut dan anjing laut.

4. Penyelam dan Perenang Snorkeling Paling Sedikit Diserang

Data dari Museum Florida menyebutkan bahwa serangan hiu 72% terjadi pada surfer atau peselancar, 25% dari perenang, dan sisanya 3% dari para snorkeling dan diving. Berdasarkan data ini terlihat bahwa hiu hampir sangat kecil kemungkinannya untuk menyerang para penyelam. Jadi untuk kamu yang ingin menyelam atau snorkeling tidak perlu takut dengan serangan ikan hiu.

Rendahnya serangan ikan hiu terhadap para penyelam dan snorkeling ini disebabkan karena pola serangan hiu terhadap mangsanya. Ikan hiu akan mengejar ikan lebih kecil yang berenang. Kilatan kaki para peselancar yang sedang mengayuh papan inilah yang dikira hiu adalah ikan.

Para peselancar biasanya tidak mengenakan alas kaki apapun ketika berselancar bukan? Inilah yang menyebabkan kakinya terlihat seperti mangsa di mata ikan hiu. Berbeda dengan para snorkeling dan penyelam yang biasanya mengenakan perlengkapan lengkap. Perlu kamu ketahui, ikan hiu biasanya menyerang dari bawah ke atas. Karena peselancar berada di permukaan air dan hanya kakinya yang sedikit di air maka hiu lebih mudah menyerangnya.

5. Spesies Hiu yang Menyerang Manusia Sangat Sedikit

hiu

Total spesies hiu yang ada di dunia ada sekitar 500 spesies dan yang dilaporkan menyerang manusia hanya sekitar 30 an spesies saja. Dari 30 spesies tersebut yang paling sering menyerang adalah hiu putih. Hiu putih dikenal sebagai spesies hiu yang paling ganas dan sering melakukan serangan terhadap manusia.  Fakta keganasan jenis hiu putih ini memang benar, hiu putih adalah spesies hiu yang paling agresif.

Tubuh hiu ini lebih besar dan kuat serta mempunyai gigi fungsional yang lebih banyak dan tajam. Hiu ini juga terlihat yang paling menyeramkan di antara spesies yang lain. Serangan hiu ini juga sangat cepat dan mematikan mangsanya. Cara menyerang hiu jenis ini adalah dari bawah ke atas. Awalnya dia akan mengintai dari bawah kemudian dengan cepat akan langsung menyambar mangsanya dan melemparkannya ke permukaan.

Karena kecepatannya inilah mangsanya akan terluka parah dan mati secara perlahan. Tidak salah jika serangan dari hiu spesies ini terhadap manusia sangat berbahaya. Spesies hiu lainnya yang juga sering menyerang manusia adalah hiu banteng dan hiu macan atau hiu tutul.

6. Serangan Hiu Terjadi Paling Banyak di Bulan September

Fakta lainnya mengenai serangan hiu adalah serangan paling banyak terjadi di bulan september. Berdasarkan data dari International Shark Attack dari tahun 1926 sampai sekarang September adalah bulan berbahaya untuk di dalam air. Data yang diperoleh rata-rata penyerangan di bulan September sekitar 103 sedangkan di bulan Juni hanya 61, Juli 73, dan Agustus 84 serangan.

September merupakan bulan banyak dilaporkan terjadinya serangan hiu. Hal ini dikarenakan pada bulan ini air permukaan laut akan menghangat. Hal inilah yang memancing para hiu untuk berburu di dekat bibir pantai. Hiu sangat senang berburu di air yang hangat atau suhunya lebih dari 14 derajat. Tidak salah jika serangan hiu meningkat pada bulan september ketika air laut dangkal mulai menghangat. Oleh karena itu, kamu harus lebih berhati-hati jika memutuskan untuk melakukan olahraga air di bulan September.

7. Hiu Menyerang Tanpa Disengaja

Tidak ada serangan hiu yang disengaja karena hiu sama dengan binatang predator lainnya yang mangsanya sebenarnya bukan manusia. Hiu menyerang manusia karena hiu menyamakan manusia dengan mangsanya. Pada saat di laut hiu melihat manusia sama dengan ikan lainnya. Dia menganggap manusia sama dengan singa laut atau anjing laut yang biasa dimangsa. Hiu akan menyerang manusia ketika jam makannya atau ketika dia sedang mencari mangsa.

8. Hiu Bisa Dilacak Secara Online

Tahukah kamu sekarang ini sudah ada teknologi yang bisa melacak keberadaan hiu. Para konversionis dan ilmuwan sudah banyak menandai populasi hiu. Penandaan ini dilakukan dengan metode panah untuk menanam chip di hiu. Ada juga metode lain yang lebih ekstrim untuk menanam chip pada hiu.

Keberadaan chip dalam hiu ini memberikan banyak informasi kepada ilmuwan mengenai pola migrasi ikan yang satu ini. Tidak hanya pola migrasi saja, ilmuwan juga bisa mengetahui bagaimana pertumbuhan dan ukuran dari hiu tersebut. Penanaman chip dalam hiu ini memang sangat membantu dalam pelacakan keberadaannya. Data keberadaan hiu ini juga sudah dipublikasikan dan bisa kamu akses. Kamu bisa mengetahui dimana keberadaan sekelompok hiu secara real time.

Keberadaan teknologi ini tidak hanya berguna untuk penyelam atau para penghobi olahraga laut untuk menghindari serangan hiu saja. Teknologi ini bisa digunakan untuk menarik wisatawan yang ingin menyelam bersama dengan hiu. Tentu saja penyelaman untuk melihat hiu ini harus memenuhi standar tertentu.

9. Populasi Hiu Semakin Turun

Perlu kamu ketahui tidak semua lautan penuh dengan ikan hiu. Berdasarkan data terbaru populasi ikan hiu di lautan dunia semakin turun dari tahun ke tahun. Justru populasi manusia yang semakin meningkat. Populasi hiu yang semakin menurun ini dikarenakan lingkungannya yang semakin tercemar. Apalagi hiu juga termasuk salah satu hewan dengan proses reproduksi yang lama.

Seekor hiu betina membutuhkan waktu 15 tahun lebih lama untuk mencapai tingkat kematangan dibandingkan hiu jantan. Setelah hiu kawin, telur yang ada dalam perut hiu betina akan menetas setelah 12 bulan. Telur pertama yang menetas akan memakan telur lainnya. Oleh karena inilah walaupun telur hiu banyak hanya 2 sampai 10 saja yang akan lahir. Inilah salah satu alasan kenapa populasi hiu sedikit. Jadi serangan yang dilakukan oleh hiu bukan karena jumlah hiu yang semakin banyak tapi karena jumlah manusia yang melakukan olahraga air semakin banyak.

10. Serangan Hiu Di Air Tawar Jarang Terjadi

Salah satu spesies hiu di indonesia yang cukup terkenal adalah hiu banteng. Tahukah kamu hiu banteng atau bull shark ini juga dapat hidup di air tawar. Namun penyerangan hiu di danau atau sungai sangat jarang terjadi.

11. Hiu Berburu Di Tempat yang Penuh Makanan

Fakta terakhir mengenai serangan hiu adalah hiu selalu berburu di tempat yang banyak makanannya. Jika terjadi serangan oleh hiu maka bisa dipastikan tempat tersebut banyak terdapat makanan hiu seperti anjing laut atau singa laut. Hiu akan menganggap semua yang ada di air adalah mangsanya, maka tidak salah jika terjadi penyerangan oleh hiu. Hal ini dikarenakan hiu menganggap manusia sama dengan mangsa lainnya.

Keberadaan hiu di perairan Indonesia seharusnya bukan menjadi penghalang kamu untuk melakukan snorkeling atau diving. Faktanya serangan hiu tidak banyak terjadi di Indonesia. Jadi apakah kamu masih ragu untuk menikmati keindahan bawah laut Indonesia dengan snorkeling atau diving?

Baca juga: Mengenal Terumbu Karang

  • Serangan Hiu Tidak Mematikan dan Jarang Sekali Terjadi
  • Pertahanan Terbaik Ketika Diserang Hiu Bukan Meninjunya
  • Hiu Juga Punya Jam Makan
  • Penyelam dan Perenang Snorkeling Paling Sedikit Diserang
  • Spesies Hiu yang Menyerang Manusia Sangat Sedikit
  • Serangan Hiu Terjadi Paling Banyak di Bulan September
  • Hiu Menyerang Tanpa Disengaja
  • Hiu Bisa Dilacak Secara Online
  • Populasi Hiu Semakin Turun
  • Serangan Hiu Di Air Tawar Jarang Terjadi
  • Hiu Berburu Di Tempat yang Penuh Makanan

Seperti halnya dengan manusia, hiu juga mempunyai jam makan. Jam makan hiu adalah di pagi hari dan saat sore hari. Pada jam-jam inilah ikan hiu mulai keluar untuk mencari makanan.

Ikan hiu akan mencari makan di dekat permukaan air laut, tidak salah jika di pagi dan sore hari hiu lebih mudah terlihat. Hiu juga berburu di malam hari terutama pada malam bulan purnama.

Total spesies hiu yang ada di dunia ada sekitar 500 spesies dan yang dilaporkan menyerang manusia hanya sekitar 30 an spesies saja. Dari 30 spesies tersebut yang paling sering menyerang adalah hiu putih.

Hiu putih dikenal sebagai spesies hiu yang paling ganas dan sering melakukan serangan terhadap manusia.  Fakta keganasan jenis hiu putih ini memang benar, hiu putih adalah spesies hiu yang paling agresif.