• Home
  • Our Blogs
  • Jangan Lakukan 10 Hal ini Saat Snorkeling dan Diving

Jangan Lakukan 10 Hal ini Saat Snorkeling dan Diving

  • Created At: February 15, 2021

  • Created By: SEO Manager

Diving merupakan olahraga yang menyenangkan tapi juga beresiko. Penting sekali untuk memahami cara menyelam yang benar. Tapi, itu saja tidak cukup, penyelam juga sebaiknya tahu hal yang harus dihindari saat diving.

Sebagai olahraga ekstrim dan cukup berbahaya, menyelam tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan yang harus dipatuhi saat snorkeling dan diving. Inilah mengapa ada diperlukan lisensi agar bisa mulai menyelam. Demi bisa menikmati pemandangan bawah laut yang indah dengan aman serta nyaman.

Jangan Lakukan 10 Hal ini Saat Snorkeling dan Diving - Blublub

Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari Untuk Dilakukan Saat Diving dan Snorkeling

Berikut adalah daftar dan penjelasannya secara lengkap tentang hal-hal yang sebaiknya dihindari untuk dilakukan saat diving dan snorkeling

1. Jangan Melewati Batasan Untuk Area Aman Menyelam

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tujuan wisata bahari paling populer. Bahkan bisa dikatakan, sederet destinasi wisata di Indonesia menjadi jujugan utama untuk wisatawan asing yang ingin menikmati keindahan perairan.

Tidak hanya saja keindahan wisata pantai maupun lautan yang bisa dinikmati dengan surfing atau berenang. Melainkan juga keindahan pemandangan di bawah laut. Bunaken, Gili Air, Raja Ampat, dan Bali memiliki spot diving dan snorkeling terbaik.

Meski keindahan wisata bawah air di Indonesia layak untuk dieksplorasi, tetap perhatian batasan area aman. Di setiap spot diving pasti sudah ditentukan area mana yang aman untuk diselami.

Sedangkan di area lain akan dianggap kurang aman bagi penyelam. Bisa karena arus yang lebih deras, hingga banyaknya ikan berukuran besar.

Sebelum diving ataupun snorkeling di sebuah daerah, cari tahu dulu untuk spot diving di destinasi tersebut. Mulai dari aturan menyelam di spot diving. Sampai area aman mana yang bisa diselami. Setelah mengetahui aturan yang ada, pastikan untuk tidak melewati batas aman selam yang ditentukan.

Pemandu atau instruktur selam juga biasanya akan memberi pengarahan mengenai batasan area aman. Jadi pastikan untuk memperhatikan arahan yang diberikan sebelum turun menyelam.

2. Dilarang Menyentuh Terumbu Karang dan Biota Laut

Aturan penting saat menyelam adalah tidak mengganggu biota laut yang ada. Diving maupun snorkeling dengan cermin mata cukup hanya menikmati pemandangan.

Himbauan untuk dilarang menyentuh biota laut dan terumbu karang hadir demi beberapa alasan. Salah satunya tentu untuk menjaga keseimbangan ekosistem di bawah laut. Serta tidak merusak terumbu karang.

Terumbu karang yang terlalu sering disentuh akan menjadi cepat rusak. Bahkan mati. Padahal terumbu karang serta biota laut harus dilestarikan demi menjaga kekayaan alam Indonesia.

Tidak hanya alasan tersebut saja. Di dalam laut terdapat berbagai biota berbahaya untuk disentuh. Seperti konus, yang merupakan hewan moluska dengan fisik berbentuk kerucut. Konus akan mematikan bila tersentuh dan tersengat.

Ada juga ikan batu, yang memiliki 13 duri di bagian punggung. Ikan ini termasuk ke dalam kategori biota laut mematikan dan beracun di seluruh dunia.

Sarung tangan selam atau diving glove menjadi satu peralatan untuk snorkeling yang penting dimiliki. Alasannya untuk menghindari penyelam tanpa sengaja menyentuh biota laut berbahaya tersebut.

Mengenakan peralatan yang tepat, serta menghindari menyentuh, memegang, atau menginjak biota laut dan terumbu karang merupakan aturan penting saat menyelam. Jadi perhatikan bentul untuk tidak melakukan hal-hal ini ya.

3. Jangan Merusak dan Mengotori Laut

Baik itu dilakukan sebagai hobi, olahraga, atau aktivitas wisata. Menyelam seharusnya memiliki tujuan untuk menikmati pemandangan bawah laut. Mensyukuri kekayaan alam yang diberikan Sang Pencipta di Indonesia.

Saat menyelam, sangat dilarang untuk merusak maupun mengotori laut.

Aksi merusak ini bisa dengan mengganggu biota laut dan terumbu karang, memegang ikan-ikan yang berenang. Sampai juga merusak berbagai karang atau hal-hal lain yang berada di bawah permukaan laut.

Ketika selesai atau sedang menyelam pun jangan sampai mengotori laut. Pastikan untuk selalu buang sampah di tempatnya. Usahakan makan dan minum dilakukan di area yang sudah disediakan. Bukan sembarangan saat di laut karena bisa menjadi sampah.

Sampah di laut tidak hanya akan merusak kelestarian pemandangan. Melainkan juga akan berbahaya bagi biota serta hewan laut. Ekosistem di laut pun akan terganggu bila terdapat banyak sampah atau air yang menjadi kotor.

4. Tidak Membuat Keributan

Tidak bisa disangkal, menyelam merupakan kegiatan yang menyenangkan. Aktivitas ini akan sangat seru bila dilakukan bersama dengan teman-teman atau keluarga. Suasana yang menyenangkan ini membuat kita sering kali ingin bercanda dengan gaduh.

Padahal salah satu hal yang harus dihindari saat diving justru membuat keributan. Baik itu saat masih di atas kapal maupun ketika sudah berada di dalam air.

Menyelam merupakan kegiatan olahraga yang tenang dan damai. Suara gaduh ditakutkan akan mengganggu aktivitas hewan dan biota laut lain.

Saat menyelam dan ingin berkomunikasi dengan tim bisa menggunakan isyarat tangan. Meski sebaiknya isyarat tangan hanya dilakukan ketika ada hal-hal bahaya atau keadaan mendesak. Hindari juga memukul-mukul tangki oksigen saat scuba diving untuk berkomunikasi dengan tim serta penyelam lain.

Berada di bawah air sebaiknya dimanfaatkan untuk benar-benar menikmati pemandangan yang ada. Mendekatkan diri dengan alam di suasana yang tenang dan damai. Menghindari kegaduhan dan tidak membuat keributan merupakan sikap menghargai biota serta hewan laut.

5. Patuhi Teknik Pernafasan yang Tepat

Latihan pernafasan menjadi bagian penting saat menyelam. Masing-masing jenis menyelam, seperti scuba diving, freediving, dan snorkeling memiliki cara pernapasan berbeda-beda.

Untuk scuba diving, penyelam tidak seharusnya menahan nafas. Sebaliknya penyelam justru harus bernafas dengan normal dan tenang. Latihan untuk teknik pernafasan yang baik menjadi bagian krusial saat kursus selam.

Freediving justru sebaliknya. Jenis menyelam satu ini tidak menggunakan tangki oksigen sebagai cadangan udara. Penyelam justru harus menahan nafas selama berada di bawah permukaan air.

Memahami betul bagaimana teknik menahan nafas merupakan ketentuan untuk mendapat lisensi freediving. Pastinya tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Cara bernafas snorkeling menjadi hal yang tidak kalah penting untuk diketahui penyelam. Snorkeling menggunakan snorkel, yang merupakan pipa silicon untuk membantu penyelam bernafas di bawah air.

Saat snorkeling, penyelam tidak diperkenankan menahan nafas terlalu lama. Hal ini berbahaya karena snorkeling seringnya tidak dibarengi dengan latihan pernafasan lebih dulu. Berbeda dengan freediving.

Saat menyelam sebaiknya mematuhi ketentuan dan teknik pernafasan yang dibutuhkan. Saat scuba diving pastikan bernafas dengan perlahan dan normal. Sedangkan untuk snorkeling, usahakan untuk tidak menahan nafas terlalu lama.

6. Tidak Menyelam Seorang Diri

 

Jangan Lakukan 10 Hal ini Saat Snorkeling dan Diving - Blublub

Apapun jenis menyelam yang dilakukan tidak boleh dilakukan seorang diri. Seorang penyelam paling tidak akan memiliki buddy untuk menyelam bersama. Buddy boleh seorang penyelam lain dan pemandu. Serta instruktur dengan lisensi untuk membawa penyelam yang masih pemula.

Adanya buddy sebagai teman penyelam untuk memastikan keselamatan. Bila terdapat masalah dalam penyelaman, seorang diver tidak akan sendirian saat berada di bawah air.

Terlebih untuk penyelam pemula. Maka harus ada instruktur atau pemandu yang akan menemani ketika menyelam.

Ketika menyelam bersama buddy pun pastikan tidak berjarak terlalu jauh. Idealnya, kamu dan buddy tetap dalam jarak pandang yang sama. Ini tentu saja demi menghindari terpisah karena arus maupun tersesat saat berada di bawah permukaan air.

7. Menyelam Lebih Dari Kedalaman yang Ditentukan

Saat belajar snorkeling dan diving akan dijelaskan mengenai kedalaman untuk menyelam. Scuba diving bisa menyelam hingga lebih dari 15 meter. Bahkan beberapa lisensi selam akan memberikan sertifikasi menyelam hingga 30-40 meter.

Untuk freediving biasanya antara 10 sampai 20 meter. Pada kedalaman lebih, penyelam akan lebih sulit untuk menahan nafas. Kecuali memiliki lisensi khusus.

Sedangkan untuk snorkeling biasanya antara 3-5 meter dari permukaan air. Snorkeling tidak membutuhkan lisensi lebih dulu. Sehingga penyelam tidak diperkenankan menyelam terlalu dalam.

Saat menyelam sebaiknya benar-benar patuhi kedalaman yang ditentukan. Perhatikan terus petunjuk kedalaman yang dimiliki di diving gear. Maupun petunjuk dari instruktur dan pemandu diving. Menyelam terlalu dalam dari kemampuan bisa berbahaya untuk keselamatan penyelam.

Snorkeling juga tidak jauh berbeda. Penyelam diharuskan untuk tidak menyelam lebih dalam dari 5 meter.

Bagi pemula atau mereka yang baru belajar snorkeling, harus ada instruktur dan pemandu yang memastikan penyelam tidak berenang terlalu dalam. Pasalnya jarang ada penunjuk kedalaman di peralatan untuk snorkeling.

Masing-masing diving spot juga biasanya memiliki ketentuan tersendiri untuk kedalaman penyelaman. Ingat, keamanan dan keselamatan diri menjadi taruhan ketika menyelam lebih dalam dari ketentuan.

8. Lakukan Ekualising Dengan Tepat

Equalising merupakan cara untuk menyeimbangkan tekanan di luar dan dalam tubuh. Ada beberapa metode equalising yang bisa dilakukan. Meski yang paling mudah adalah dengan menutup lubang hidung dan berusaha meniupkan nafas. Serta menelan ludah.

Latihan untuk cara bernafas snorkeling dan diving juga akan menyertakan equalising. Meski sayangnya, masih banyak penyelam yang tidak melakukan equalising dengan tepat.

Ekualising yang tepat dilakukan bahkan sebelum menyelam. Saat sudah turun ke dalam air pun, ekualising harus dilakukan secara bertahap dan terus menerus. Banyak penyelam yang baru melakukan ekualising ketika merasakan tidak nyaman di telinga dan hidung.

Tidak melakukan equalising dengan tepat akan menimbulkan berbagai risiko saat menyelam. Salah satunya merupakan barotrauma.

9. Jangan Panik Saat Menyelam

Berada di bawah permukaan air memang bisa menimbulkan rasa panik. Ketakutan bila terjadi masalah pada penyelaman, misalnya. Padahal kepanikan yang dirasakan penyelam justru berpotensi untuk menyebabkan bahaya.

Bila menyelam sesuai dengan ketentuan yang seharusnya, tidak perlu merasa panik. Pastikan sudah mempersiapkan peralatan untuk snorkeling dan diving sebaik mungkin. Kemudian juga menyelam bersama diver berpengalaman.

Jika rasa panik tidak bisa dihindari, maka sebaiknya menunda rencana menyelam lebih dulu. Lakukan latihan pernafasan sampai meditasi untuk bisa mengatasi perasaan panik dan takut tersebut.

10. Kenakan Pelampung

 

Life vest menjadi salah satu peralatan untuk snorkeling yang penting. Terutama untuk penyelam pemula. Meski jago berenang sekalipun, sebaiknya menggunakan pelampung atau life vest.

Untuk scuba diving dan freediving juga tidak jauh berbeda. Life vest menjadi perlengkapan yang harus dikenakan. Sehingga keselamatan serta keamanan ketika menyelam bisa lebih terjamin.

Pelampung digunakan demi menghindari kemungkinan penyelam tenggelam. Bila terjadi hal-hal tidak diinginkan saat di dalam air pun, life vest bisa menyelamatkan penyelam. Jadi jangan sampai tidak mengenakan pelampung, ya!

Bagaimana cara bernafas snorkeling dan diving memang menjadi satu hal yang harus diketahui. Salah satunya untuk menghindari panik. Selain itu sederet hal yang harus dihindari saat diving di atas juga menjadi poin penting yang wajib diingat. Demi menyelam yang menyenangkan, aman dan selamat.

1. Jangan Melewati Batasan Untuk Area Aman Menyelam

2. Dilarang Menyentuh Terumbu Karang dan Biota Laut

3. Jangan Merusak dan Mengotori Laut

4. Tidak Membuat Keributan

5. Patuhi Teknik Pernafasan yang Tepat

6. Tidak Menyelam Seorang Diri

7. Menyelam Lebih Dari Kedalaman yang Ditentukan

8. Lakukan Ekualising Dengan Tepat

9. Jangan Panik Saat Menyelam

10. Kenakan Pelampung

 

Snorkeling bernafas menggunakan snorkel, yang merupakan pipa silicon untuk membantu penyelam bernafas di bawah air. Saat snorkeling, penyelam tidak diperkenankan menahan nafas terlalu lama. Hal ini berbahaya karena snorkeling seringnya tidak dibarengi dengan latihan pernafasan lebih dulu. Berbeda dengan freediving.

Equalising merupakan cara untuk menyeimbangkan tekanan di luar dan dalam tubuh.

Ekualising yang tepat dilakukan bahkan sebelum menyelam. Saat sudah turun ke dalam air pun, ekualising harus dilakukan secara bertahap dan terus menerus.

Tidak melakukan equalising dengan tepat akan menimbulkan berbagai risiko saat menyelam. Salah satunya merupakan barotrauma.