Mengenal Terumbu Karang

  • Created At: February 5, 2021

  • Created By: SEO Manager

Saat melakukan aktivitas snorkeling atau diving, tidak jarang kamu akan melihat hamparan berbagai jenis terumbu karang yang mempesona. Selain mempercantik pemandangan bawah air, terumbu karang juga dapat dikatakan sebagai tempat tinggal berbagai spesies ikan kecil.

Tapi, apakah kamu sudah tahu berbagai fakta tentang terumbu karang yang ada di lautan? Nah, dalam artikel ini kami akan membahas berbagai hal tentang terumbu karang yang mungkin belum kamu ketahui. Penasaran? Yuk simak penjelasan tentang terumbu karang berikut ini!

 

Apa itu Terumbu Karang?

Pasti kamu pernah berfikir jika terumbu karang merupakan sekumpulan tumbuhan, bukan? Terumbu karang sampai saat ini memang organisme yang membuat salah paham organisme lain, termasuk manusia.

Sebagian berpendapat bahwa ia adalah tumbuhan dan sebagian menganggapnya hewan. Lalu, mana yang tepat?

Berbicara mengenai apakah terumbu karang adalah tumbuhan atau hewan, jika dilihat berdasarkan klasifikasinya, terumbu karang masuk dalam kingdom animalia. Itu artinya, terumbu karang termasuk dalam jenis hewan.

Tidak hanya sampai situ, jika kita telah lebih dalam, terumbu karang termasuk golongan hewan cnidaria. Apa itu cnidaria? Cnidaria adalah perkumpulan hewan invertebrata (tidak memiliki tulang belakang) yang struktur mereka masih bersifat sederhana.

Tahukah kamu? Ternyata terumbu karang juga memiliki sel penyengat, sama seperti hewan-hewan lainnya yang juga tergolong sebagai cnidaria. Tentu kamu sudah tahu fungsi sel penyengat ini, yaitu untuk menangkap mangsa dan mempertahankan diri dari predator.

Oleh sebab itu, saat kamu menyelam di lautan, sebaiknya tidak menyentuh apapun. Meski beberapa di antaranya tidak berbahaya, setidaknya kita tidak merusaknya meski kamu tidak disengaja.

Jika ditarik kesimpulan, terumbu karang merupakan sekumpulan hewan yang bersimbiosis dengan alga bernama Zooxanthellae. Organisme yang ada di perairan ini masuk dalam filum Cnidaria seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Lebih spesifik lagi masuk dalam kelas Anthozoa bertentakel.

 

Apa Hewan Pembentuk Koloni Terumbu Karang?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terumbu karang merupakan salah satu jenis organisme Cnidaria atau sekumpulan hewan. Nah, hewan-hewan pembentuk koloni terumbu karang tersebut dinamakan polip. Dalam setiap koloni karang, terdapat hewan-hewan kecil ini yang terdiri dari satu polip.

Seperti yang kamu tahu, beberapa jenis terumbu karang terdiri dari beberapa bagian tubuh yang menyerupai tabung. Nah, itulah polip. Polip berbentuk menyerupai tabung dengan bagian atasnya yang merupakan bagian mulut dengan pinggirannya dikelilingi oleh tentakel.

Lantas, bagaimana maksud dari satu koloni? Pada kebanyakan spesies terumbu karang, satu individu polip yang berbentuk menyerupai tabung itu akan berkembang dan membentuk kawanan polip yang banyak. Hal itulah yang kemudian disebut sebagai koloni polip.

 

Jenis-jenis Terumbu Karang Apa Saja?

 

Di lautan bebas, sebenarnya terdapat banyak sekali jenis dari terumbu karang. Namun, Berikut ini beberapa jenis terumbu karang yang harus kamu tahu.

1. Acropora Cervicornis

Jenis terumbu karang ini umumnya hidup di kedalaman 3-15 meter. Ciri-cirinya meliputi warna tubuh cenderung coklat muda. Selain itu, jenis terumbu karang yang dapat ditemukan di negara, Cayman, Jamaika, dan Indonesia ini memiliki koloni arborescens serta memiliki koralit berbentuk pipa.

2. Arcopora Acuminate

Sama dengan jenis Cervicomis, jenis terumbu karang satu ini hidup di kedalaman 3-15 meter. Mereka dapat ditemukan di Indonesia, Australia, Papua Nugini, Filipina, dan Solomon. Ciri umumnya terletak pada warnanya yang cenderung biru muda serta memiliki koloni bercabang di ujung lancipnya.

3. Acropora Elegantula

Jenis terumbu karang yang satu ini juga mendiami kedalaman 3-15 meter dan tersebar di Indonesia serta beberapa juga ada di Srilanka. Memiliki warna abu-abu serta koloni korimbosa seperti lemak dan memiliki cabang tipis serta menyebar.

4. Lobophyllia Hemprichii

Hidup di kedalaman 3-15 meter dan dapat ditemukan di berbagai negara, mulai dari Indonesia, Jepang, Filipina, Madagaskar, Tanzania, Papua Nugini, dan Australia. Polipnya tebal dan memiliki koloni membentuk helm. Koloninya sendiri berukuran hingga 5 meter.

5. Lobophyllia Corymbosa

Sama seperti jenis-jenis sebelumnya, terumbu karang yang dapat ditemukan di Indonesia, Filipina, Jepang, Papua Nugini, Solomon, Tanzania, dan Australia ini juga hidup di kedalaman 3-15 meter. Memiliki koloni membentuk plat dan lebar mencapai 2 meter.

6. Galaxea Fascicularis

Galaxea Fascicularis tersebar di Papua Nugini, Indonesia, Filipina, dan Australia. Tumbuh di kedalaman 3-15 meter dengan ciri warna abu, hijau, atau putih dengan koloni membentuk bantal dan lebar koloni mencapai 5 meter.

 

Bagaimana Reproduksi Terumbu Karang?

Terumbu karang bereproduksi secara aseksual dan atau seksual. Perkembangbiakan terumbu karang secara aseksual terjadi dengan pertunasan dan fragmentasi.

Dengan proses pertunasan, induk polip nantinya akan membelah diri dan organisme polip hasil pembuahan akan tumbuh dan terus berkembang sampai menghasilkan koloni baru.

Jika melihat perkembangbiakan terumbu karang secara seksual, kamu harus tahu jika sebagian besar terumbu karang ternyata merupakan hermaprodit. Artinya, pada satu individu polip terdapat dua kelamin sekaligus, yakni jantan dan betina. Mereka akan menghasilkan sel telur dan sperma pada saat yang bersamaan.

Namun, tentu saja hermaprodit hanya ada pada sebagian jenis terumbu karang. Tetap ada jenis terumbu karang lain yang memiliki organ jantan dan betina secara terpisah untuk bereproduksi.

Pembuahan dalam kasus ini bisa terbagi menjadi dua cara, yakni fertilisasi internal di tubuh betina, atau fertilisasi eksternal di perairan.

 

Ternyata Terumbu Karang Punya Banyak Manfaat, Apa Saja?

Terumbu karang bukan sekedar tempat tinggal bagi biota laut belaka, tapi peranannya sangat kompleks dan tidak bisa dikesampingkan. kompleks di sini artinya tidak hanya lautan, tetapi mencakup daratan, lautan, bahkan bagi kehidupan manusia.

Manfaat terumbu karang secara garis besar terbagi menjadi berikut.

1. Secara Ekologi

Secara Ekologi - Blublub

 

Kata ekologi sendiri jika diterjemahkan merupakan pengertian dari hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya secara timbal balik.

Secara ekologi, terumbu karang memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan alam sekitarnya. Lingkungan di sini dapat mencakup lingkungan habitat di sekelilingnya, maupun secara global. Berikut adalah beberapa manfaat terumbu karang secara ekologi.

  • Sebagai Penunjang Kehidupan

Secara langsung maupun tidak langsung, terumbu karang telah menjadi penunjang kehidupan dari sekian banyak jenis makhluk hidup dalam sebuah ekosistem. Terumbu karang menjadi penyedia tempat tinggal, tempat makanan, serta tempat berembang biak bagi organisme lain.

  • Sebagai Sumber Keanekaragaman Hayati Tinggi

Tahukah kamu? Ternyata ekosistem terumbu karang merupakan suatu keanekaragaman hayati atau biodiversitas tertinggi di bumi dibandingkan ekosistem lain di laut. Dengan kondisi keragaman hayati yang tinggi, terumbu karang sebagai sumber keanekaragaman spesies dan genetik organisme.

Tentu saja hal ini menjadi kompleks. Genetik yang beraneka ragam membuat variasi makhluk hidup semakin beragam dan akan menghasilkan ketahanan hidup tinggi. Sementara itu, keragaman spesies melahirkan banyak jenis biota yang bisa dipelajari dan dimanfaatkan.

  • Pelindung Pantai dan Pesisir

Hutan bakau, padang lamun, dan terumbu karang merupakan ketiga ekosistem yang saling terkait, terutama dalam hal melindungi pantai dan pesisir.

Terumbu karang berperan dalam ‘’memperkecil’’ gaya dorong yang dihasilkan ombak. Dengan begitu, kekuatan ombak akan lebih rendah ketimbang tanpa ada terumbu karang.

Setelah melalui terumbu karang, energi ombak diperkecil lagi dengan padang lamun dan hutan mangrove atau bakau. Sehingga, kemungkinan ombak pantai untuk merusak pantai dan menyebabkan abrasi semakin berkurang.

  • Bantu Kurangi Pemanasan Global

Karbon dioksida yang berperan dalam meningkatkan pemanasan global akan diserap oleh tumbuh-tumbuhan di daratan. Tapi ingat, jika di lautan juga terdapat banyak spesies tumbuhan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, di sekitar koloni polip terdapat zooxanthellae atau alga. Tumbuhan ini memerlukan karbon dioksida untuk berfotosintesis.

2. Secara Ekonomi

Salah satu organisme yang ada di perairan ini ternyata juga memiliki manfaat dari segi ekonomi, lho. Hal itu juga terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut ini beberapa di antaranya.

  • Sumber Makanan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, terumbu karang merupakan tempat tinggal bagi sebagian kecil berbagai biota laut. Dari biota laut tersebut, tidak sedikit jenisnya yang dapat dijadikan sebagai sumber makanan. Misalnya seperti, rumput laut, berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan lainnya.

  • Bahan Dasar Pembuatan Obat-obatan dan Kosmetik

Mungkin kamu juga sudah tahu jika alga merupakan satu dari banyaknya bahan dasar yang digunakan dalam berbagai jenis kosmetik dan obat-obatan. Selain itu, berbagai hewan yang berhabitat di sekitar rumput laut juga diketahui bermanfaat untuk kesehatan. Oleh sebab itu, terumbu karang juga berpengaruh terhadapnya.

  • Objek Wisata

Berbagai aktivitas penyelaman, seperti diving, snorkeling, dan watersport lainnya tentu menjadi tidak asik dengan tidak adanya berbagai jenis terumbu karang yang menakjubkan. Oleh sebab itu, terumbu karang juga berperan penting terutama dalam hal meningkatkan nilai pariwisata.

  • Sumber Mata Pencaharian

Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, tentu keberadaan terumbu karang akan sangat berpengaruh dengan mata pencahariannya yang sebagian besar adalah nelayan.

Jika terumbu karang menghilang, beberapa spesies tangkapan laut juga akan ikut punah karena habitatnya hilang. Atau setidaknya, perlu waktu lama untuk adaptasi dengan lingkungan baru.

Selain itu, pengembangan terumbu karang menjadi sebuah objek wisata juga berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Mulai dari perhotelan, resort, penyewaan kapal, warung makan, dan masih banyak lagi.

3. Secara Sosial

Secara sosial, manfaat terumbu karang yaitu untuk penunjang kegiatan penelitian dan pendidikan. Terumbu karang menjadi salah satu sarana yang pas untuk belajar mengenai pesisir dan lautan. Mulai dari pengenalan tumbuhan laut, ekosistem, dan hal lain terkait dengan perairan laut.

Selain itu, terumbu karang juga termasuk salah satu objek yang dijadikan sebagai bahan penelitian.

 

Kerusakan Terumbu Karang

Tahukah kamu jika ternyata Indonesia merupakan negara pengekspor terumbu karang pertama di dunia? Hal ini juga terkait dengan potensi besar dengan lebih dari 60.000 km terumbu karang tersebar di dalamnya.

Akhir-akhir ini, kerusakan terumbu karang di Indonesia meningkat cepat, hanya sekitar 6,2% populasi terumbu karang dalam keadaan baik. Berikut beberapa penyebab terjadinya kerusakan terumbu karang.

  • Membuang sampah anorganik ke laut
  • Merusaknya, baik sengaja maupun tidak. Beberapa jenis terumbu karang bahkan bisa rusak hanya karena sentuhan
  • Penggunaan pupuk dan pestisida buatan secara berlebihan. Semua air akan menuju ke laut, baik dari sungai maupun tanah dan tentu saja pestisida akan ikut hanyut ke laut dan membahayakan habitat laut
  • Membuang jangkar ke pesisir yang dibawahnya ada terumbu karang
  • Penambangan
  • Reklamasi pantai
  • Polusi, dan
  • Penangkapan ikan menggunakan cara yang salah, seperti peledak

Sekali lagi, terumbu karang merupakan sekumpulan organisme kecil bernama polip yang tentu saja mereka termasuk jenis hewan. Terumbu karang menjadi tempat terjadinya simbiosis mutualisme antara alga dan polip. Secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap kehidupan disekitarnya.

Bagaimana? Apakah sudah lebih mengenal terumbu karang dan jenis terumbu karang yang ada di Indonesia? Agar keberadaan terumbu karang tidak semakin langka, mari kita bersama-sama menjaga kelestariannya dengan tidak merusaknya pada saat diving maupun snorkeling.

baca juga : 12 Pantai Cantik Menarik Wisata Pulau Harapan

terumbu karang merupakan sekumpulan hewan yang bersimbiosis dengan alga bernama Zooxanthellae.

Polip adalah jenis terumbu karang terdiri dari beberapa bagian tubuh yang menyerupai tabung.

1. Sebagai penunjang kehidupan
2. Sebagai sumber keanekaragaman hayati tinggi
3. Pelindung pantai dan pesisir
4. Bantu kurangi pemanasan global