fbpx
Categories
Information

15 Penyebab Rusaknya Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan salah satu kekayaan laut yang kini kondisinya semakin memburuk. Banyak faktor penyebab rusaknya terumbu karang, baik yang berasal dari alam maupun ulah tangan manusia.

Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat potensi terumbu karang sangatlah besar bagi keberlangsungan ekosistem laut. Terumbu karang berperan penting sebagai habitat makhluk hidup, meminimalisir penyebab abrasi pantai, dan sebagai sumber keanekaragaman hayati yang tinggi.

Manfaat tersebut tentu tidak dapat dirasakan jika kondisi terumbu karang banyak yang rusak. Menurut penelitian di tahun 2019, tercatat ada 33,82% lokasi terumbu karang dalam kategori buruk, 37,38 dalam kategori sedang, dan sisanya hanya sedikit yang dalam kategori baik.

Kerusakan terumbu karang sebagian besar disebabkan karena faktor manusia, baik yang disengaja maupun tidak sengaja. Untuk lebih jelasnya kamu bisa mempelajari faktor penyebab kerusakan, akibat kerusakan, hingga cara melestarikan terumbu karang yang telah Blublub rangkum khusus untuk kamu!

Penyebab Kerusakan Terumbu Karang

 

15 Penyebab Rusaknya Terumbu Karang - blublubBerikut telah kami rangkum 15 faktor penyebab kerusakan terumbu karang yang harus kamu hindari, yaitu:

1. Perburuan Ilegal

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika terumbu karang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Karena alasan inilah banyak orang yang akhirnya berburu terumbu karang secara ilegal.

Terumbu karang yang diambil biasanya dimanfaatkan untuk keperluan tersier, seperti dijadikan aksesoris, perhiasan, dan ornamen. Selain itu juga sering dimanfaatkan untuk hiasan aquarium karena dianggap sebagai salah satu bisnis yang cukup menguntungkan.

Selain merugikan ekosistem laut, perburuan terumbu karang secara ilegal juga bisa merugikan negara. Keanekaragaman hayati ini bisa menjadi aset jangka panjang untuk menarik minat para wisatawan luar negeri untuk datang ke Indonesia.

2. Pencemaran Air Laut Akibat Limbah

Kebutuhan manusia yang semakin beragam mendorong kemunculan pabrik di segala sektor. Walaupun keberadaan pabrik ini dapat menguntungkan, namun ada beberapa efek samping yang ditimbulkan.

Salah satu yang paling kentara adalah pencemaran air laut akibat limbah pabrik yang berbahaya. Untuk mengantisipasi hal ini diperlukan pengolahan limbah sebelum akhirnya dibuang.

Selain berasal dari aktivitas mesin pabrik, limbah juga banyak berasal dari rumah tangga. Aktivitas sederhana seperti penggunaan deterjen dan zat kimia lain yang dilakukan secara terus menerus dapat menyumbang pencemaran untuk air laut.

Jika hal ini terus berlanjut tanpa adanya penanganan khusus, bukan tidak mungkin keseluruhan air laut akan tercemar. Tentu hal ini akan sangat berdampak pada kualitas dari terumbu karang di masa depan.

3. Polusi Sampah Plastik yang Tak Terkendali

Saat ini Indonesia telah menyandang predikat sebagai penyumbang sampah paling banyak setelah Cina.

Polusi sampah plastik yang tak terkendali ini sebagian berada di permukaan tanah, sebagian lagi tertimbun di bawah tanah, dan banyak juga yang akhirnya hanyut ke laut.

Polusi sampah plastik yang tak terkendali ini tentu membawa efek negatif untuk terumbu karang. Sampah plastik yang mengapung di permukaan dapat menghalangi cahaya matahari untuk masuk ke dalam laut.

Selain itu, sampah plastik yang tersangkut ke terumbu karang juga dapat menghambat pertumbuhannya.

4. Penggunaan Pestisida Secara Berlebihan

Penggunaan pestisida dalam dosis yang tepat dapat menyelamatkan lahan pertanian dari serangan hama dan merangsang tumbuhnya tanaman. Namun jika penggunaan pestisida dilakukan secara berlebihan justru dapat mencemari tanah dan air.

Pestisida berlebihan yang ada di lahan pertanian dapat hanyut bersama hujan menuju aliran sungai dan berakhir di laut. Keberadaan zat asing ini tentu bisa mengubah kualitas air laut dan makhluk hidup di dalamnya, tak terkecuali pada terumbu karang.

5. Praktek Penangkapan Ikan Tak Ramah Lingkungan

Persaingan ekonomi yang semakin ketat dapat memicu para nelayan untuk melakukan aksi nakal, yaitu praktek penangkapan ikan tak ramah lingkungan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan ikan dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat.

Walaupun tidak semua nelayan melakukan cara curang ini, namun aksi beberapa nelayan saja sudah cukup untuk bisa merusak bawah laut. Jika ekosistem bawah laut rusak, terumbu karang juga akan ikut rusak.

Aksi nakal yang sering dipraktekkan oleh para nelayan diantaranya adalah penggunaan bahan peledak, bom ikan, racun sianida, obat bius, potasium, sengatan arus listrik, hingga penggunaan pukat harimau.

6. Iklim yang Memburuk

15 Penyebab Rusaknya Terumbu Karang - Blublub

Siapa yang tak mengenal isu pemanasan global? Isu yang lebih akrab disebut global warming ini sangat populer di bahas di beberapa tahun terakhir.

Hal ini dikarenakan dampak negatif dari pemanasan global dapat dirasakan secara langsung oleh makhluk hidup di seluruh dunia, begitupun pada terumbu karang.

Pemanasan global membawa kondisi iklim semakin memburuk sehingga berpengaruh pada ekosistem laut. Suhu air air yang meningkat bisa berdampak pada pemutihan terumbu karang atau coral bleaching. Apabila hal ini berlangsung lama, maka kualitas terumbu karang akan rusak bahkan mati.

7. Aktivitas Reklamasi

Walaupun aktivitas reklamasi masih banyak menuai pro dan kontra, namun tidak sedikit orang yang nekat melakukannya. Aktivitas perluasan daratan ini banyak dilakukan di wilayah yang padat penduduk sebagai upaya pemenuhan kebutuhan.

Jika sebagian laut ditutup dengan material untuk membuat daratan, jelas ekosistem laut dan terumbu karang akan terganggu. Aktivitas serupa yang berpotensi mengancam eksistensi terumbu karang diantaranya adalah kegiatan pembangunan jembatan dan juga pembukaan jalan laut.

8. Pembangunan yang Masif di Kawasan Pesisir Pantai

Selain kegiatan reklamasi, pembangunan yang dilakukan secara masif di kawasan pesisir pantai juga dapat merusak terumbu karang. Meskipun tidak secara langsung menghancurkan terumbu karang, kegiatan pembangunan ini bisa berdampak buruk dalam jangka panjang.

Adanya bangunan yang tinggi bisa menghalangi cahaya matahari yang hendak mengenai permukaan laut. Tentu kamu sudah tahu kan seberapa penting cahaya matahari untuk kelangsungan hidup terumbu karang dan makhluk hidupnya lainnya?

9. Kegiatan Penambangan

Mengingat proses pelestarian terumbu karang membutuhkan waktu yang sangat lama, kegiatan penambangan terumbu karang harus dihindari. Kegiatan penambangan terumbu karang tentu mengurangi jumlah terumbu karang yang ada di laut dalam jumlah besar.

Selain didesain untuk aksesoris, terumbu karang hasil penambangan umumnya dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan pembangunan jalan.

Selain penambangan terumbu karang, proses penambangan lain yang dilakukan di bawah laut juga berpotensi merusak terumbu karang. Hal ini dikarenakan adanya aktivitas asing yang mengganggu ekosistem alami laut.

10. Rusaknya Hutan Mangrove

Rusaknya hutan mangrove umumnya juga disebabkan oleh ulah tangan jahil manusia yang tidak bertanggung jawab. Mungkin belum banyak yang tahu jika kerusakan hutan mangrove bisa berdampak pada kerusakan terumbu karang secara tidak langsung.

Hutan mangrove berperan penting untuk mencegah abrasi pantai dan melindungi ekosistem laut. Jika hutan mangrove rusak, bukan tidak mungkin ekosistem laut dan terumbu karang juga akan ikut rusak.

11. Penyalahgunaan Rekreasi

Aktivitas rekreasi bawah laut seperti diving dan snorkeling juga berpotensi merusak terumbu jika dilakukan secara sembarangan. Untuk menghindari hal itu, kamu tidak boleh dengan sengaja menginjak, duduk, dan bermain di atas terumbu karang. Tetaplah menjadi penyelam yang santun dan bersahaja ya!

12. Peletakan Jangkar dan Landasan Kapal

Jangkar dan landasan kapal merupakan benda keras yang jika tidak tepat peletakannya dapat menyebabkan kerusakan objek yang ada di bawahnya. Pada beberapa kasus, aktivitas ini dapat menghantam terumbu karang yang menyebabkannya rusak dan patah.

13. Penggunaan Sunscreen

Selain karena peningkatan suhu air laut, coral bleaching juga bisa terjadi karena terumbu karang bersinggungan dengan bahan kimia oxybenzone dan octinoxate. Bahan kimia ini umum ditemukan pada skincare berupa sunscreen. Dalam jumlah besar, tentu hal ini akan merusak terumbu karang.

14. Fenomena Bencana Alam

Selain karena ulah manusia, kerusakan terumbu karang juga bisa dikarenakan fenomena bencana alam. Beberapa fenomena yang dapat mengancam terumbu karang diantaranya adakah letusan gunung berapi, angin topan, gempa bumi, tsunami, dan juga badai.

Fenomena bencana alam ini dapat menimbulkan kerusakan kecil, sedang, bahkan bisa melenyapkan terumbu karang di suatu kawasan.

15. Kecelakaan Laut

Adanya kecelakaan transportasi laut dan udara juga bisa berdampak pada kerusakan terumbu karang. Misalnya sebuah kapal yang karam atau sebuah pesawat yang jatuh ke laut.

Alat transportasi yang besar ini bisa menghantam terumbu karang dengan keras sehingga membuat kerusakan.

Jika masih banyak orang yang mengabaikan kelestarian terumbu karang, maka akan banyak hal buruk yang bisa terjadi.

Inilah beberapa akibat rusaknya terumbu karang yang berdampak pada manusia dan hewan, diantaranya:

  • Hilangnya habitat ikan dan makhluk hidup lainnya di dalam laut
  • Jumlah ikan menurun sehingga berdampak pada hasil tangkapan nelayan
  • Daya tarik wisatawan menurun yang menyebabkan sektor pariwisata sepi
  • Risiko abrasi pantai semakin tinggi karena gelombang laut tidak dipecah terlebih dahulu
  • Menurunnya sumber keanekaragam hayati

Lantas, apakah kamu sudah tahu ada beberapa solusi rusaknya terumbu karang yang bisa dilakukan? Berikut beberapa cara melestarikan terumbu karang, diantaranya:

  • Tidak membuang sampah ke sungai dan laut
  • Melakukan diving dan snorkeling dengan hati-hati
  • Menangkap ikan dengan cara konvensional yang ramah lingkungan
  • Merawat hutan mangrove
  • Tidak mengambil terumbu karang untuk keuntungan pribadi maupun kelompok
  • Tidak menyentuh, menghantam, dan merusak terumbu karang
  • Tidak menjatuhkan jangkar di area yang ada terumbu karangnya
  • Tidak menjual dan membeli aksesoris dari terumbu karang
  • Melakukan sosialisasi pentingnya terumbu karang sejak dini
  • Menghindari pembangunan di wilayah pesisir pantai
  • Meminimalisir penyebab pemanasan global
  • Menggunakan pestisida dengan takaran yang tepat

Seperti yang telah kamu baca di atas, mayoritas faktor penyebab kerusakan terumbu karang berasal dari ulah jahil tangan manusia. Hal tersebut harus kamu hindari dan fokus pada pelestarian yang bisa dimulai dari hal kecil di diri sendiri.

Masih ada banyak cara menikmati indahnya terumbu karang tanpa harus merusaknya. Salah satunya kamu bisa mengabadikan keindahan terumbu karang melalui lensa kamera dan mencetaknya. Tunjukan pada semua orang, bahwa terumbu karang itu indah dan harus tetap lestari.

Jadi, itulah 15 faktor penyebab rusaknya terumbu karang yang harus kamu hindari mulai detik ini. Mari bersama menjaga ekosistem laut dan melestarikan terumbu karang demi hidup yang lebih baik di masa depan!

Blublub Indonesia