fbpx
Categories
Information

Cara Aman Menyelam Agar Tak Rusak Pendengaran

Sebagai salah satu olahraga ekstrim, menyelam tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain harus memiliki lisensi, penyelam juga wajib memahami cara aman menyelam. Termasuk bagaimana menghindari terjadinya masalah pendengaran.

Pendengaran rusakmaupun terganggu sampai telinga yang terasa sakit merupakan salah satu permasalahan yang kerap terjadi saat menyelam. Tidak hanya dialami oleh penyelam pemula saja. Permasalahan dan penyakit pendengaran karena menyelam dialami pula oleh penyelam profesional.

Untuk itu, mengetahui bagaimana cara dan teknik menyelam yang aman sangat penting. Agar dapat menghindari berbagai masalah kesehatan yang terjadi. Salah satunya masalah telinga serta pendengaran.

Masalah Pendengaran Karena Menyelam

Menyelam memang menyenangkan. Menikmati keindahan dasar laut, berenang bersama ikan-ikan cantik di dalam samudera, hingga mengeksplorasi kedalaman menghadirkan pengalaman tersendiri. Pengalaman menyenangkan yang tentu saja tidak seharusnya ditukar dengan masalah kesehatan.

Gangguan pendengaran merupakan salah satu penyakit menyelam yang paling sering terjadi. Permasalahan ini bukan saja terjadi pada penyelam pemula. Bahkan diver profesional pun sering kali merasakan sakit telinga.

Rasa sakit pada telinga tersebut disebut dengan Barotrauma. Barotrauma merupakan rasa tidak nyaman yang terjadi pada telinga ketika mengalami perubahan tekanan. Ketidaknyamanan yang dirasakan di telinga ini sering dialami ketika menyelam. Terlebih bila menyelam dengan kedalaman lebih dari 10 meter.

Barotrauma dialami penyelam dengan berbagai gejala berbeda. Pada level yang masih rendah, barotrauma hanya dialami seperti rasa tidak nyaman pada kuping. Sekaligus telinga seperti tersumbat, berdengung, sampai rasa sakit dan nyeri.

Pada level yang lebih parah dan tekanan tinggi menekan telinga, barotrauma menunjukan gejala lanjutan. Seperti kesulitan mendengar, pusing, sampai diver mengalami mimisan.

Menyelam secara bertahap, tidak langsung ke kedalaman dalam waktu cepat dianjurkan untuk mencegah terjadinya barotrauma. Perubahan tekanan tinggi mengakibatkan telinga seakan penuh.

Bila hal ini dibiarkan dan terus mengalami tekanan tinggi, maka gendang telinga bisa rusak. Padahal gendang telinga fungsinya sangat vital untuk pendengaran.

Selain itu ketika gendang telinga pecah dan air masuk ke dalam, gejala gangguan kesehatan lain akan muncul. Rasa mual, muntah, dan linglung akan dialami. Bahkan juga bisa mengalami gejala pusing hingga berputar atau vertigo.

Mengetahui bagaimana cara aman menyelam sangat penting untuk menghindari terjadinya barotrauma. Agar masalah pendengaran tidak terjadi pada penyelam.

Cara Aman Menyelam Agar Tak Membuat Pendengaran Rusak

menyelam

 

Barotrauma, masalah yang terjadi pada telinga ini memang dikarenakan perubahan tekanan yang terlalu besar dan cepat. Seringnya dialami saat menyelam.

Untuk menghindari terjadinya barotrauma yang bisa menyebabkan pendengaran rusak, berikut merupakan cara aman menyelam yang harus dilakukan.

  1. Tidak Menyelam Saat Pilek atau Flu

Sebelum menyelam, pastikan tubuh dalam keadaan sehat dan fit. Menyelam sebaiknya tidak dilakukan bila sedang dalam keadaan pilek maupun flu.

Gangguan kesehatan ini menyebabkan munculnya lendir di tenggorokan dan hidung. Sehingga saluran eustachius mengalami penyumbatan.

Infeksi dari tenggorokan dan hidung juga dapat menjalar ke telinga. Hingga akan terkumpul lebih banyak cairan, yang mendorong gendang telinga. Keadaan ini menyebabkan gendang telinga menjadi tipis sampai pecah.

Gendang telinga fungsinya sangat penting untuk pendengaran. Ketika gendang telinga pecah, maka pendengaran akan terganggu. Untuk itu pastikan tubuh benar-benar sehat, dan tidak mengalami flu maupun pilek sebelum menyelam.

  1. Ketahui Cara Melakukan Ekualisasi

Saat latihan menyelam, cara melakukan ekualisasi merupakan salah satu teknik yang diajarkan. Ekualisasi merupakan tindakan untuk membuka ujung eustachian tube atau pipa ventilasi yang menghubungkan hidung dan telinga.

Tindakan ini akan membantu udara masuk ke dalam telinga dan melawan tekanan dari luar.

Ekualisasi dilakukan untuk meminimalkan tekanan yang dirasakan telinga. ketika ekualisasi, gendang telinga seolah mengalami pergerakan. Ini merupakan tanda adanya udara masuk ke dalam telinga.

Ada beberapa metode berbeda untuk melakukan ekualisasi. Berikut di antaranya:

  • Metode Valsalva

Salah satu metode yang paling sering digunakan dan diajarkan pertama adalah valsava.

Cara melakukan ekualisasi metode valsava pertama-tama dengan menutup kedua lubang hidung dengan cara mencubit menggunakan ibu jari dan telunjuk. Kemudian hembuskan udara melalui kedua lubang hidung yang masih tertutup.

Udara yang tidak bisa keluar lewat lubang hidung akan dipaksa masuk kembali dan mengalir ke telinga. Jadi tekanan udara dalam rongga telinga akan sama dengan tekanan udara di luar.

  • Metode Toynbee

Untuk melakukan metode ini pertama-tama mirip dengan valsava. Tutup kedua lubang hidung terlebih dahulu. Kemudian telan ludah.

  • Metode Voluntary Tubal Opening

Cara ekualisasi satu ini disebut juga dengan Hands Free. Caranya dengan menggerakkan tulang rahang ke arah kiri dan kanan, kemudian depan dan belakang.

Jika dilakukan dengan benar, ketiga metode di atas akan menimbulkan suara kletek atau pop di dalam telinga. Ini merupakan tanda bahwa teknik ekualisasi yang dilakukan sudah sempurna dan berhasil.

  1. Lakukan Ekualisasi Sebelum Menyelam

Dari ulasan yang kami berikan di atas, masalah pendengaran akan muncul ketika sudah menyelam. Dimana hal tersebut terjadi karena tekanan air.

Ini membuat banyak penyelam melupakan langkah persiapan penting sebelum menyelam: ekualisasi.

Ekualisasi dilakukan sebelum menyelam. Lebih baik, ketika masih berada di perahu sudah lakukan ekualisasi beberapa kali.

Pre-ekualisasi yang dilakukan sebelum mulai menyelam akan memudahkan saat ekualisasi di dalam air nantinya.

  1. Lakukan Teknik Menyelam Dengan Benar

Teknik menyelam yang tepat, dan akan membantu untuk melakukan ekualisasi adalah dengan posisi kepala di atas dan kaki di bawah. Bukan sebaliknya.

Saat menyelam dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas, ekualisasi memang masih bisa dilakukan. Namun akan membutuhkan usaha 50% lebih besar.

  1. Menyelam Dengan Perlahan

Jangan langsung terjun ke dalam air ketika menyelam. Tidak perlu juga menyelam ke dalam laut secara terburu-buru atau cepat.

Lakukan proses penyelaman secara perlahan. Turun ke kedalaman air dengan perlahan-lahan agar tubuh bisa menyesuaikan perubahan tekanan.

  1. Ekualisasi Sebelum Telinga Terasa Sakit

Ekualisasi tidak dilakukan hanya saat telinga mulai terasa sakit. Ketika ini terjadi, kemungkinan pendengaran rusak semakin besar.

Sebaiknya lakukan ekualisasi sebelum mengalami rasa sakit maupun penuh pada telinga. Selain untuk menghindari masalah pada pendengaran. Cara ini juga memudahkan ekualisasi saat menyelam semakin dalam nantinya.

  1. Terus Perhatikan Indikator kedalaman

Mengetahui posisi kedalaman akan penting untuk menghindari berbagai masalah dan penyakit menyelam. Terutama yang berkaitan dengan masalah telinga serta pendengaran.

Dengan memperhatikan indikator kedalaman akan diketahui apakah menyelam terlalu cepat. Kecepatan menyelam akan lebih mudah terkontrol. Serta memudahkan untuk melakukan ekualisasi secara teratur.

  1. Kurangi Kedalaman Menyelam Bila Kesulitan Ekualisasi

Disebutkan di atas, saat menyelam sebaiknya melakukan ekualisasi dengan teratur. Jika mengalami masalah atau kesulitan saat ekualisasi, kurangi kedalaman dengan naik sedikit ke arah atas. Setelah itu coba lagi lakukan ekualisasi.

Ketika sudah berhasil melakukan ekualisasi beberapa kali, baru kembali turun dan tambah kedalaman. Hal ini merupakan alasan lain mengapa penting untuk memperhatikan indikator kedalaman. Sehingga kamu bisa tahu apakah kedalaman berkurang atau bertambah.

  1. Bersihkan Masker Bila Kemasukan Air

Masuknya air ke dalam masker bisa menyebabkan iritasi selaput lendir di hidung. Akibatnya akan terjadi penyumbatan pada sinus dan rongga hidung.

Keadaan ini bukan hanya akan menjadi penyebab penyakit selam yang lebih serius. Melainkan juga akan mengganggu ekualisasi. Proses ekualisasi yang dilakukan menjadi lebih sulit. Bahkan bisa menjadi gagal.

  1. Jangan Menyelam Lebih Dalam Bila Gagal Ekualisasi

Bila gagal ketika melakukan ekualisasi, maka jangan memaksakan untuk menyelam lebih dalam. Coba naik ke atas sedikit dan ulangi proses ekualisasi. Ketika cara ini juga gagal, maka segera naik ke permukaan.

Prosedur cara aman menyelam salah satunya dengan tidak memaksakan diri dan menahan rasa sakit. Tidak perlu menahan sakit pada telinga bila gagal ekualisasi demi bisa menyelam lebih dalam.

Tindakan ini memiliki resiko besar dan bisa menyebabkan pendengaran rusak. Jadi bila dirasa tidak bisa melakukan ekualisasi dengan metode dan cara apapun, maka segera naik ke permukaan.

Langkah Mengatasi Penyakit Menyelam Barotrauma

d

Selain menghindari terjadinya masalah pendengaran rusak saat menyelam. Mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan ketika mengalami barotrauma tidak kalah penting.

Di bawah ini langkah-langkah untuk mengatasi bila terjadi barotrauma pada penyelam.

  1. Lakukan Ekualisasi Sebagai Pertolongan Pertama

Ketika menyelam terlalu cepat dan telinga terasa tertekan serta penuh, tidak perlu panik. Hentikan untuk menyelam lebih dalam, sebagai langkah awal. Setelah itu lakukan ekualisasi.

  1. Jika Ekualisasi Tidak Dapat Mengatasi, Hentikan Penyelaman

Bila setelah melakukan pertolongan pertama dekompresi tekanan di telinga tidak hilang, maka hentikan penyelaman. Secara perlahan-lahan dan bertahap naik ke permukaan.

Dalam proses naik ke permukaan, lakukan ekualisasi kembali beberapa kali. Hal ini agar telinga juga melakukan penyesuaian pada perubahan tekanan ketika berupaya naik ke permukaan air.

  1. Beritahu Buddy/Pemandu Selam

Salah satu standar keamanan dan keselamatan menyelam adalah dengan tidak menyelam seorang diri. Selalu harus ada buddy atau pemandu yang menemani selam. Ini salah satunya berguna ketika mengalami barotrauma di dalam air.

Saat telinga mulai terasa penuh dan menunjukan gejala barotrauma, segera beritahu atau kirim sinyal tangan kepada buddy atau pemandu. Mereka akan menolong untuk dapat naik ke atas permukaan. Sembari mengawasi kondisi bila menunjukan gejala-gejala lanjutan barotrauma.

  1. Tidak Perlu Panik dan Tetap Tenang

Ketenangan juga menjadi cara lain agar tetap aman selama menyelam. Termasuk ketika mengalami barotrauma.

Tekanan tinggi yang tiba-tiba dialami tubuh memang menyebabkan berbagai reaksi. Rasa sakit pada kuping, pusing, mual hingga muntah ketika berada di dalam air tentu akan membuat panik. Namun usahakan untuk tetap tenang.

Panik ketika menyelam akan mendatangkan berbagai masalah baru. Akan ada lebih banyak efek buruk hingga penyakit menyelam yang muncul ketika panik dan keadaan tidak terkendali.

  1. Saat Sudah di Permukaan, Bersihkan dan Keringkan Telinga

Langkah berikutnya untuk mengatasi barotrauma adalah dengan meminta bantuan medis. Namun hingga bisa mendapatkan pertolongan medis, bersihkan dan keringkan telinga lebih dulu. Pastikan juga untuk tidak memasukkan cairan atau apapun kedalam kuping.

Diving akan menjadi kegiatan yang menyenangkan bila mengikuti cara aman menyelam. Prosedur keamanan akan menghindarkan dari berbagai penyakit. Salah satunya yang akan menyebabkan rasa tidak nyaman di telinga hingga merusak pendengaran.

Semoga uraian informasi mengenai bagaimana cara menyelam yang aman agar tidak menyebabkan pendengaran rusak di atas berguna serta bermanfaat untuk kamu.

Baca juga : Lokasi Snorkeling Sekitar Jakarta yang Wajib Dikunjungi.

Blublub Indonesia