fbpx
Categories
Information

Perbedaan Free Diving, Scuba Diving, dan Snorkeling

Keindahan bawah laut terlalu menggoda untuk hanya dinikmati melalui foto dan video. Inilah mengapa semakin banyak orang menggemari olahraga air seperti snorkeling, freediving, dan scuba diving. Berbagai olahraga air di atas memang mengajak kamu untuk secara langsung mengeksplorasi keindahan bawah laut. Terutama Indonesia sangat dikenal dengan destinasi wisata bahari yang menyuguhkan keunikan tersendiri di kedalaman samudera. Semakin menggoda untuk mencoba olahraga air ini, bukan?

Namun sebelum kamu mulai berkemas untuk memulai petualangan di bawah laut dengan snorkeling atau diving, ada beberapa hal yang lebih dulu harus diketahui. Seperti pengertian dari masing-masing jenis olahraga air di atas, hingga apa saja perbedaan diving dan snorkeling. Di bawah ini kami akan mengulas lengkap mengenai perbedaan dari olahraga air di atas. Sehingga kamu akan bisa mengetahui apa itu scuba diving serta perbedaannya dengan free diving dan snorkeling. Berikut ulasannya.

Pengertian Free Diving, Scuba Diving, dan Snorkeling

Bagi mereka yang masih pemula di jenis olahraga air, free diving, scuba diving, dan snorkeling memang sepertinya sama saja. Ketiga jenis olahraga ini mengajak kamu untuk menyelam ke dalam lautan. Menikmati eksotisme keindahan bawah laut.

Faktanya, meskipun sama-sama kegiatan menyelam, ketiga jenis olahraga air tersebut memiliki beberapa perbedaan. Mulai dari proses persiapan, latihan, keahlian yang dibutuhkan. Sampai juga dengan peralatan yang digunakan. Untuk itu sebelum mulai menyelam, baik itu dengan freediving, scuba diving, atau pun snorkeling, penting sekali mengetahui pengertian masing-masing. Selain juga apa yang membedakan olahraga ini satu sama lain.

1. Scuba Divingalat

Scuba diving merupakan olahraga air yang paling sering dianggap sebagai menyelam. Untuk melakukan olahraga ini dibutuhkan latihan dan peralatan khusus. Selain itu para penyelam scuba diving juga harus memiliki sertifikat. Jenis olahraga menyelam yang termasuk ekstrim satu ini menggunakan alat bantu pernapasan yang berupa tabung udara. Jadi, durasi dan kedalaman menyelam scuba diving juga lebih dari pada snorkeling maupun freediving.

Istilah scuba diving sendiri merujuk pada penggunaan peralatan, yang disebut dengan scuba. SCUBA berarti Self Contain Underwater Breathing Apparatus, yang secara khusus dirancang agar penyelam mampu menyelam di kedalaman air dengan menggunakan oksigen murni. Peralatan yang lebih rumit dalam scuba diving membuat olahraga air tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat batas usia minimum serta latihan yang harus dilakukan sebelum dapat menyelam di lautan. Para penyelam scuba diving juga harus mendapatkan lisensi terlebih dahulu.

2. Free Diving

Free diving juga merupakan kegiatan menyelam yang tidak asing. Bahkan banyak orang yang mencoba-coba melakukan free diving saat sedang berlibur di pantai atau menghabiskan waktu di lautan. Meski sebenarnya free diving akan cukup berbahaya bila dilakukan tanpa ketrampilan tersendiri.

Seperti juga scuba diving, free diving membutuhkan sertifikat atau lisensi. Terdapat batasan usia dimana anak-anak tidak bisa mengikuti latihan atau melakukan jenis olahraga selam satu ini. Dari pengertiannya, freediving artinya kegiatan menyelam tanpa menggunakan scuba atau tabung udara. Penyelam yang melakukan free diving harus mampu menahan nafas selama berada di bawah permukaan air. Pasukan oksigen yang diandalkan hanya yang terdapat di paru-paru.

Jenis olahraga air satu ini memang jauh lebih berbahaya dan membutuhkan keterampilan. Penyelam diwajibkan memiliki kemampuan untuk menahan nafas. Selain itu freediving harus didampingi oleh instruktur resmi atau paling tidak dengan teman. Penyelam tidak bisa melakukan free diving seorang diri.

3. SnorkelingProfesi Unik Para Penyelam-1

Bila free diving dan scuba diving membutuhkan latihan dan juga lisensi, maka snorkeling berbeda. Snorkeling adalah olahraga air dengan berenang di permukaan air untuk melihat ke kedalaman laut. Jenis olahraga air ini tepat bagi kamu yang ingin menikmati keindahan bawah laut tanpa harus menyelam jauh di kedalaman.

Snorkeling memang menikmati pemandangan bawah air dari jarak yang masih cukup dekat dengan permukaan laut. Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan olahraga air ini lebih sederhana. Selain itu juga tidak perlu mendapatkan sertifikat resmi atau latihan lebih dulu untuk mencoba.

Meski hanya menikmati pemandangan bawah laut dari permukaan, bukan berarti snorkeling tidak seru. Justru sebaliknya. Keseruan snorkeling tidak kalah dengan free diving dan diving. Snorkeler tetap bisa mengapresiasi indahnya terumbu karang sampai ramai ikan berenang di dalam lautan.

Kemudahan jenis olahraga satu ini membuat snorkeling ditawarkan bukan hanya sebagai kegiatan olahraga air saja. Melainkan juga wisata. Berbagai tujuan wisata bahari di Indonesia menawarkan keindahan bawah laut yang bisa dinikmati dengan snorkeling.

Peralatan Free Diving, Scuba Diving, dan Snorkeling


Setelah mengetahui perbedaan dari pengertian di atas, dan memahami apa itu scuba diving, free diving artinya apa dan juga keseruan dari snorkeling. Berikutnya mengetahui perbedaan peralatan yang dibutuhkan untuk ketiga jenis olahraga air ini.

Seperti kami singgung di atas, scuba diving membutuhkan tabung udara sebagai salah satu peralatannya. Sedangkan freediving tidak membutuhkan tabung udara sebagai oksigen. Meski begitu bukan berarti freediving tidak membutuhkan peralatan sama sekali.

Hal yang sama dengan snorkeling. Dimana kegiatan ini hanya menyelam pada permukaan air saja. Tetap terdapat peralatan khusus yang dibutuhkan.

Agar lebih jelas, berikut ini peralatan yang digunakan untuk free diving, scuba diving, dan snorkeling.

1. Peralatan Untuk Scuba Diving

Untuk melakukan scuba diving, berikut ini beberapa peralatan yang dibutuhkan:

  1. Mask atau masker
  2. Drysuit (untuk penggunaan di air dingin) dan Wetsuit (untuk menyelam di air yang lebih hangat)
  3. Regulator tahap 1 atau tahap 2
  4. Tank atau tabung udara
  5. Octopus
  6. Buoyancy Compensation Device (BCD)
  7. Fin atau kaki katak
  8. Gauges Selam yang akan menunjukan tekanan udara, suhu, kedalaman, dan juga sebagai kompas
  9. Torch atau senter
  10. Pemberat tubuh dengan weight belt atau integrated weights

2. Peralatan Untuk Free Diving

Meski tidak menggunakan tabung udara, freediving membutuhkan peralatan tersendiri. Peralatan untuk free diving bahkan sangat berbeda dengan scuba diving. Baik itu dari fungsi, material, sampai desain.

Di bawah ini merupakan apa saja yang dibutuhkan untuk freediving :

  1. Low volume mask, jenis masker ini tidak membutuhkan banyak udara ketika dikenakan
  2. Freediving Snorkel
  3. Diving watch
  4. Freediving weight belt yang terbuat dari karet
  5. Freediving fins
  6. Monofin
  7. Freediving wet/drysuit

3. Peralatan Untuk Snorkeling

Nah, untuk snorkeling sudah pasti peralatannya akan berbeda pula. Snorkeling tidak membutuhkan wet atau dry suit seperti pada free diving dan scuba diving. Juga tidak menggunakan pemberat tubuh.

Sebaliknya, snorkeling menggunakan Life Vest untuk Bouyancy serta pelampung bila dibutuhkan. Untuk lebih jelas, daftar perlengkapan snorkeling diantaranya:

  1. Snorkel
  2. Mask
  3. Fins
  4. Life Vest atau pelampung

Perbedaan Free Diving, Scuba Diving, dan Snorkeling

Setelah membahas mengenai pengertian dan peralatan di atas, berikut ini merupakan apa saja yang menjadi perbedaan diving dan snorkeling.

1. Kedalaman Menyelam

Free diving, snorkeling, dan scuba diving memang memiliki kedalaman menyelam berbeda. Snorkeling hanya bisa dilakukan di permukaan hingga kedalaman 5 meter dari permukaan laut. Sedangkan free diving maksimal hanya mencapai kedalaman 10 meter.

Kedalaman menyelam untuk scuba diving bervariasi. Sesuai dengan lisensi yang diperoleh. Menyelam scuba diving bisa mulai dari 20 meter sampai 40 meter pada deep dive. Untuk menyelam hingga kedalaman tertentu, freediving dan scuba diving membutuhkan latihan berbeda. Sehingga batas kedalaman menyelam untuk kedua jenis olahraga air ini tergantung dari lisensi yang didapatkan.

2. Pengalaman Eksplorasi

Menyelam dengan scuba diving, free diving, dan snorkeling pastinya memberikan pengalaman eksplorasi berbeda di bawah laut. Snorkeling adalah olahraga air yang akan memberikan pengalaman eksplorasi paling terbatas. Penyelam snorkeling hanya mampu menyaksikan keindahan bawah laut dari permukaan saja.

Selain itu snorkeling juga hanya dilakukan di siang hari. Mengingat untuk menikmati keindahan dari permukaan laut akan membutuhkan pencahayaan dari malam hari. Berbeda dengan free diving dan scuba diving yang bisa dilakukan pada malam hari oleh penyelam yang sudah berpengalaman. Eksplorasi keindahan bawah laut ketika malam hari sudah tentu akan memberi pengalaman berbeda.

Scuba diving juga memberikan pengalaman eksplorasi lebih dalam. Mengingat jangkauan kedalaman yang mungkin dilakukan oleh penyelam. Sedangkan freediving tidak disarankan untuk menyelam lebih dari 10 meter. Meski begitu, free diver memiliki ruang gerak yang lebih karena sedikitnya penggunaan alat. Penyelam freediving dapat bergerak lebih bebas sehingga memungkinkan lebih bereksplorasi ketika berada di bawah air.

3. Teknik dan Latihan

Untuk melakukan snorkeling tidak dibutuhkan teknik atau latihan apapun. Olahraga air ini bisa dilakukan oleh para pemula sekalipun. Bahkan mereka yang tidak begitu piawai dalam berenang bisa melakukan snorkeling dengan bantuan life vest atau pelampung.

Scuba diving dan freediving justru sebaliknya. Diperlukan teknik pernafasan untuk kedua jenis olahraga air ini. Scuba diving juga membutuhkan teknik pernafasan, seperti juga freediving. Latihan yang dilakukan untuk kedua jenis olahraga air ini bukan hanya untuk bertahan di dalam air. Melainkan juga untuk mendapat lisensi.

4. Tantangan yang Dirasakan Penyelam

Melihat apa itu scuba diving dan freediving saja sepertinya bisa membayangkan tantangannya. Berada di bawah laut, sampai kedalaman puluhan meter. Belum lagi freediving tidak memiliki tabung udara. Tantangan yang dirasakan tentu sangat besar.

Sebaliknya, snorkeling bukan berfokus pada tantangan. Olahraga air ini memfokuskan untuk penyelam dapat menikmati indahnya pemandangan di bawah laut. Kecantikan terumbu karang, ubur-ubur, hingga ikan manis yang berenang bebas. Tantangan untuk scuba diving dan free diving tentunya lebih besar dan juga banyak.

5. Efek Samping Pada Penyelam

Efek samping dari snorkeling hanya dehidrasi dan kulit penyelam yang akan terbakar matahari. Mengingat olahraga ini dilakukan di dalam air pada siang hari. Tentu saja efek samping snorkeling sangat sebanding dengan keseruan dan pengalaman yang didapat.

Sedangkan efek samping untuk scuba diving dan freediving juga minimal. Bahaya dari olahraga ekstrim ini bisa dihindari bila mengikuti ketentuan selama latihan. Walau begitu penyelam masih akan memiliki kemungkinan mengalami hipotermia, dekompresi, sampai vertigo dan tinnitus.

Olahraga air menyelam memang menyeangkan dan menghadirkan keseruan tersendiri. Baik itu snorkeling, scuba diving maupun free diving. Memahami pengertian dan perbedaan diving dan snorkeling akan membantu ketika hendak memulai olahraga seru satu ini.

Baca juga: 12 Pantai Cantik Menarik Wisata Pulau Harapan

Blublub Indonesia