fbpx
Categories
Information

Pengaruh Pemanasan Global Terhadap Terumbu Karang

Sejak beberapa tahun terakhir, istilah pemanasan global atau yang biasa disebut global warming banyak mencuri perhatian beberapa kalangan. Bukan tanpa sebab, pemanasan global akan memberikan efek yang semakin serius dan mengancam kehidupan di bumi apabila terus berlanjut dan semakin parah.

Pemanasan global secara langsung akan mempengaruhi ekosistem, baik daratan maupun lautan. Pemanasan global ternyata juga dapat berpengaruh terhadap terumbu karang. Lantas, apa saja dampak pemanasan global terhadap terumbu karang? Simak penjelasan berikut ini!

 

Lebih Dekat dengan Istilah Pemanasan Global

Pemanasan global sudah menjadi keprihatinan tersendiri bagi dunia internasional. Semakin tahun, pemanasan global semakin meningkat drastis. Hal itu juga sejalan dengan dampak negatif yang ditimbulkan oleh pemanasan global secara perlahan dan pasti.

Tapi, apa itu pemanasan global? Bagaimana proses terjadinya?

Kenaikan temperatur bumi yang disebut dengan pemanasan global ditimbulkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca. Gas tersebut terdiri dari Karbon dioksida, metana, nitrogen oksida, dan berbagai gas lainnya. Gas-gas tersebut memenuhi atmosfer bumi secara berlebihan,

Apa yang kamu pahami tentang efek rumah kaca? Sebagian orang menganggap yang dimaksud efek rumah kaca adalah banyaknya rumah di bumi yang terbuat dari kaca. Padahal, hal itu merupakan anggapan yang salah kaprah.

Secara sederhana, efek rumah kaca diibaratkan sebagai kawah yang menutupi bumi. Kubah ini terdiri dari berbagai gas yang sudah disebutkan tadi. Anggap saja setiap tahunnya kadar gas-gas tersebut semakin meningkat yang menyebabkan kubah pelapis bumi semakin menebal.

Yang terjadi dengan adanya efek rumah kaca tersebut adalah panas matahari yang masuk ke bumi tidak dapat dipantulkan kembali ke ruang angkasa dan justru menumpuk di bumi. Akibatnya, temperatur bumi naik.

Disebut efek rumah kaca karena sistem kerjanya mirip, di mana panas yang ditangkap akan terjebak.

 

Penyebab Terjadinya Pemanasan Global

Pemanasan global yang diakibatkan oleh efek rumah kaca yang terjadi di bumi sebagian besar disebabkan oleh kadar karbon dioksida. Gas yang juga dihasilkan oleh manusia dan hewan ini ternyata menjadi dominasi dalam menahan radiasi yang dipancarkan oleh matahari agar tidak terpantul ke luar angkasa.

Radiasi yang terjebak di dalam bumi ini memiliki peranan penting dalam membuat suhu bumi menjadi hangat. Konsentrasi gas rumah kaca di bumi juga mampu menyerap sinar inframerah yang dipantulkan oleh bumi, sehingga efektif dalam meningkatkan pemanasan global.

Apabila difokuskan lebih dalam, pemanasan global dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut ini.

1. Hasil Pembakaran Transportasi (Emisi Gas Karbon)

Meskipun beberapa tahun terakhir berbagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil telah ditemukan, nyatanya penggunaannya masih bersifat minim. Bahan bakar fosil yang ada pada kendaraan akan menyuplai panas dan memberi tenaga. Namun, mesin akan melepaskan karbon dan emisi gas lain.

Pengguna kendaraan transportasi harian di berbagai kota besar membuat emisi karbonnya semakin banyak dan berperan dalam membuat efek rumah kaca. Di beberapa negara di dunia, salah satu penyumbang terbesar dari emisi efek rumah kaca adalah transportasi.

2. Asap Pembuangan Industri

Asap Pembuangan Industri - Blublub

 

Industri dapat dikatakan sebagai salah satu titik awal yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca secara masif dari tahun ke tahun. Apalagi peningkatannya seiring dengan penambahan jumlah pabrik yang semakin banyak.

Sebuah badan bernama International Energy Agency juga pernah menyatakan jika sejak tahun 2000 sampai 2016, negara utama penghasil emisi karbon dari industri adalah Tiongkok, dengan Indonesia berada pada posisi 6 setelah Rusia.

3. Penggunaan Listrik Berlebihan

Siapa sangka jika menggunakan listrik secara berlebihan ternyata juga ikut andil dalam meningkatkan pemanasan global. Tahukah kamu? Memproduksi listrik ternyata memerlukan bahan bakar yang menghasilkan berbagai gas peningkat efek rumah kaca.

Tidak hanya pada pembangkit listrik bentuk tertentu, tapi segala jenisnya memiliki dampak pada lingkungan. Terutama pada udara, air, dan tanah.

4. Peternakan

Memang sebuah hal yang jarang dikampanyekan, peternakan bahkan menghasilkan emisi gas yang lebih besar jika dibandingkan transportasi. Apalagi limbah yang dihasilkan oleh hewan ternak secara langsung akan mengeluarkan gas metana yang termasuk ke dalam gas rumah kaca.

Metana merupakan gas yang mampu memerangkap panas yang ada di atmosfer. Selain di peternakan, metana juga dihasilkan dari produksi batubara, minyak, dan gas alam. Bahkan, pembusukan sampah organik dan sisa makanan manusia juga menghasilkan metana.

5. Penggundulan Hutan

Penggundulan Hutan - Blublub

 

Sepertiga daratan di bumi dulunya adalah kawasan hutan lebat. Seperti yang kamu tahu, tanaman memerlukan karbondioksida dalam proses fotosintesis yang akhirnya membantu mengurangi kadar karbondioksida di udara.

Namun, tiap tahunnya eksploitasi hutan semakin masif. Parahnya, bahkan ada oknum yang menggunakan pembakaran sebagai cara untuk membuka lahan. Jelas hal itu adalah kesalahan karena selain tidak bisa lagi mengurangi karbondioksida, pembakaran hutan justru semakin memperkeruh kondisi udara.

Dampak Pemanasan Global Bagi Kehidupan Terumbu Karang

Pada dasarnya, efek pemanasan global yang disebabkan oleh efek rumah kaca memberikan peranan penting dalam mendukung kelangsungan hidup organisme di bumi. Tanpa adanya efek rumah kaca, suhu bumi akan menjadi dingin sampai rata-ratanya mencapai ,

Dengan adanya efek rumah kaca, suhu bumi naik menjadi rata-rata yang sifatnya hangat dan mendukung keberlangsungan hidup. Namun, apabila temperatur bumi semakin meningkat oleh efek rumah kaca yang semakin parah, akan menjadi ancaman yang serius karena dapat membahayakan makhluk hidup.

Pengaruh global warming atau pemanasan global juga dirasakan oleh para penghuni lautan. Pemanasan global tidak wajar yang sedang berlangsung telah menyebabkan keanekaragaman hayati di laut semakin berkurang.

Salah satunya adalah terumbu karang berjenis hermatipik (Hermatypic coral). Jenis karang ini membentuk kerangkanya dari tumpukan kapur sebagai hasil fotosintesis alga yang hidup bersimbiosis dengan karang tersebut.

Karang sendiri merupakan sebuah koloni penghuni lautan dangkal. Umumnya, organisme ini bisa tumbuh secara optimal hanya pada 25-.

Beberapa terumbu karang rentan terhadap perubahan suhu perairan. Sebab, suhu air merupakan salah satu faktor pengontrol perkembangan terumbu karang.

Meskipun hanya mengalami peningkatan sekitar saja, akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan beberapa jenis terumbu karang. Bahkan, jika hal ini terjadi selama lebih dari 3 bulan, alga yang merupakan sumber nutrisi baik akan terlepas dari tubuh karang.

Peristiwa pelepasan alga dari tubuh karang itu bisa disebut pemutihan karang. Hal ini tentu saja menjadi bukti jika kenaikan suhu air dapat mengganggu kemampuan alga berfotosintesis. Namun justru meningkatkan produksi kimiawi berbahaya yang merusak sel-sel mereka.

Pemutihan karang umumnya menyebabkan hewan karang kehilangan lebih dari 60% alga yang hinggap dalam tubuhnya. Sementara itu, sisa alga yang masih hinggap akan kehilangan lebih dari 50% kemampuan fotosintesisnya.

Hal ini tentu berdampak pada perkembangan dari terumbu karang, atau bahkan bisa merusaknya

Kadar karbon dioksida ternyata juga dapat mempengaruhi kadar pH dalam air karena merubah senyawa kimia di dalam air laut. Perubahan kadar pH dalam air laut dapat mempengaruhi kemampuan adaptasi karang terhadap peningkatan panas laut.

Menurut Westmacott dalam bukunya pada tahun 2000, dampak dari tingginya kenaikan suhu permukaan air laut ditambah dengan intensitas sinar matahari saat gelombang panjang dapat mempercepat pemutihan karang.

Apalagi kecepatan pemutihan karang yang disebabkan oleh pemanasan global tersebut tidak sebanding dengan proses alami karang dalam mempertahankan dirinya dari kenaikan suhu berlebih.

 

Bagaimana Cara Meminimalisir Dampak Pemanasan Global?

Jika kita melihat dampak pemanasan global yang diakibatkan oleh efek rumah kaca terhadap keberlangsungan terumbu karang di lautan, tentu berbagai upaya perlu dilakukan agar dampak negatif dari pemanasan global tersebut dapat diminimalisir, bahkan dihilangkan.

Nah, berikut ini beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global.

1. Konservasi Lingkungan

Seperti yang kita tahu, efek rumah kaca sebagian besar disebabkan oleh banyaknya karbon dioksida yang terperangkap di bumi. Untuk itu, agar kadar karbon ini berkurang, perlu diadakan konservasi lingkungan dengan menanam tumbuhan hijau di lahan-lahan kritis.

Dalam proses fotosintesis, tumbuhan memerlukan gas karbondioksida. Semakin banyak tanaman, semakin banyak pula karbon dioksida yang diperlukan. Hasilnya, kadar karbon dioksida di atmosfer pun bisa berangsur-angsur menurun.

2. Menggunakan Energi Alternatif, Alih-Alih Sumber Daya Tak Terbarukan

Tahukah kamu? Pembakaran bahan bakar fosil ternyata juga menghasilkan limbah karbon yang terakumulasi di atmosfer, sehingga meningkatkan pemanasan global. Oleh sebab itu, beberapa tahun terakhir penggunaan energi alternatif juga sudah dipromosikan.

Selain ramah lingkungan, penggunaan energi alternatif dalam keseharian juga menghemat sumber daya alam yang mulai langka. Penggunaan energi alternatif meminimalisir pembuangan emisi gas peningkat kadar efek rumah kaca, tidak seperti bahan bakar fosil.

3. Efisiensi dan Daur Ulang Energi

Beberapa tahun terakhir, banyak peneliti yang menemukan penemuan menggembirakan terkait dengan bahan-bahan yang ternyata dapat digunakan kembali sebagai sebuah energi ramah lingkungan. Misalnya, pembuatan biogas dari sampah organik.

4. Edukasi

Meskipun terkesan sepele, ada kalanya edukasi yang baik membuahkan hasil yang cukup besar. Terutama terkait dengan lingkungan dan kebiasaan masyarakat terhadap lingkungan. Dalam menyikapi pemanasan global ini, edukasi kepada masyarakat terbagi menjadi beberapa prinsip seperti ;

  • Dimensi Manusia

Kesadaran akan pentingnya alam bagi kehidupan perlu ditanamkan dalam diri. Hal ini juga terkait dengan peranan manusia sebagai pengguna-perusak-pelestari alam.

Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia terkadang tidak menyadari dengan akibat yang ditimbulkan di kemudian hari. Oleh sebab itu, manusia hendaknya mulai memahami dan menyadari jika mereka adalah pelaku dan merupakan bagian dari lingkungan.

  • Keteladanan dan Penegakan Hukum

Penetapan hukum yang tegas juga dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global. Dengan hukum yang tegas, para perusak lingkungan akan merasa jera.

  • Mengubah Sikap dan Pola Pikir

Manusia dengan kemampuan logikanya harus bisa memandang kepentingan hidup beserta kejadian proses-proses alam. Kamu juga pasti tahu jika sikap dan perilaku manusia dapat memberi dampak pada kehidupan selanjutnya.

Pemanasan global yang terjadi di bumi memang memiliki manfaat yang baik, terutama dalam meningkatkan suhu bumi agar menjadi hangat dan layak untuk dihuni.

Namun, kenaikan yang terus menerus terjadi dapat membahayakan penghuninya, termasuk menyebabkan terjadinya kepunahan massal. Salah satu yang terdampak cukup berat akibat pemanasan global adalah terumbu karang.

Agar bahaya yang ditimbulkan oleh pemanasan global tidak semakin parah, mari kita sama-sama berupaya untuk mengurangi terjadinya pemanasan global. Lakukan konservasi lingkungan dan kurangi penggunaan gas yang dapat menimbulkan efek rumah kaca.

Baca juga : Fakta Menarik Pulau Padar Labuan Bajo

Blublub Indonesia