fbpx
Categories
Information

12 Fakta Menarik Hiu Paus

Apa yang terlintas di benak kamu jika berbicara tentang hius paus? Tentu, yang paling mudah diingat adalah sebagai ikan paus terbesar di dunia. Punya ukuran yang luar biasa membuat paus spesies hiu ini selalu menarik bagi para pecinta alam bawah laut.

Untuk kamu yang suka diving atau foto-foto di bawah laut, bisa mengabadikan keberadaan mamalia laut ini tentu merupakan kepuasan tersendiri. Hiu paus memang hewan laut yang tak akan habis untuk eksplorasi.

Fakta Menarik Hiu Paus

Lantas apa saja fakta menarik tentang hiu paus yang perlu kamu tahu sebagai diver atau fotografer bawah laut? Berikut fakta-fakta menariknya.

1. Ikan Terbesar di Dunia

Hiu paus tidak hanya sebagai hiu terbesar namun juga dinobatkan sebagai hewan laut terbesar di dunia. Tak heran jika banyak pecinta diving berebut ingin berfoto ria dengan ikan bernama latin rhincodon typus ini.

Hiu paus memang sangat pantas menyandang predikat sebagai hiu sekaligus ikan terbesar di dunia. Ikan ini memiliki panjang 5-10 meter, bahkan bisa mencapai panjang maksimal hingga 20 meter.

Bobotnya? Hewan laut yang satu ini bisa lebih dari 18 ton. Umumnya, paus hiu berkelamin betina memiliki bobot lebih besar ketimbang yang jantan. Karena ukurannya yang kelewat besar, ikan hiu paus cenderung bergerak lambat.

2. Cara Makan Yang Unik

Meskipun dinobatkan sebagai ikan terbesar di dunia, hius paus bukanlah hewan ganas yang suka mengejar-ngejar mangsanya.

Justru sebaliknya, ikan paus raksasa ini sangat jinak hingga banyak pecinta diving mengajaknya berfoto ria. Layak jika ikan ini dijuluki sebagai the gentle giant alias si raksasa yang baik hati.

Demikian pula hiu paus punya cara makan yang berbeda dengan jenis hiu lainnya. Cara makan ikan hiu paus adalah dengan minum bergalon-galon air. Selanjutnya, tubuh akan menyaring makanan seperti ikan-ikan kecil yang masuk bersama air tersebut.

3. Hanya Menelan Ikan-Ikan Kecil

ikan kecil

Hiu paus ternyata tidak menggunakan ratusan gigi-gigi tajamnya untuk menggigit dan mengunyah makanannya. Dia tetap menjaga ‘statusnya’ sebagai hewan besar tapi baik hati.

Padahal, dengan jumlah gigi yang mencapai sekitar 3000 buah dan ukuran mulut yang bisa terbuka hingga 1,5 meter, ikan raksasa ini mestinya sanggup menelan hewan-hewan laut besar. Tapi, dia tidak melakukannya. Ikan ini lebih suka memakan hewan-hewan kecil. Beberapa jenis ikan kecil yang menjadi makanan hiu paus selain plankton, seperti  udang kecil, ikan teri, ikan tuna kecil, cumi, alga, dan ikan makarel.

4. Suka Mencari Makan di Permukaan Laut

Hiu paus adalah ikan besar yang lebih suka berada di permukaan laut. Begitu juga saat mencari makan. Umumnya, ikan ini akan bergerak mendekati permukaan laut, dimana terdapat banyak makanan favoritnya.

Tidak heran jika ada beberapa hiu paus yang lebih suka tinggal di perairan dangkal yang dalamnya hanya sekitar 50 meter. Tentu ini momen yang ditunggu pada pecinta alam bawah laut untuk bisa melihat dari dekat sosok raksasa penghuni laut ini.

Meskipun lebih suka tinggal di permukaan laut yang cenderung hangat, namun bukan berarti ikan laut raksasa ini tidak mampu berenang lebih dalam. Kecepatannya memang tergolong lambat, hanya sekitar 5 km/jam, namun kemampuan menyelamnya tak perlu diragukan lagi. Ikan ini mampu menyelam hingga kedalaman 1000 meter.

5. Punya Pola Unik

Fakta menarik ikan hiu paus lainnya yang perlu kamu tahu adalah terletak pada warna kulitnya yang memiliki pola berupa bintik-bintik dan belang. Umumnya, warna bintik pada tubuh si giant ini berwarna putih atau krem.

Karena warna dan pola ini, tidak mudah bagi para diver untuk menemukan hiu paus. Ikan hiu besar ini sering melakukan kamuflase untuk menyembunyikan tubuhnya di dalam laut.

Lebih unik lagi, warna dan bintik pada setiap hewan laut ini tidak sama antara satu dengan lainnya. Mereka punya bintik dan belang yang tidak sama, bahkan mirip sidik jari manusia.

Buat para peneliti atau kamu sebagai fotografer bawah laut, misalnya, tentu akan lebih mudah untuk mengenali beberapa individu sebagai objek penelitian atau obyek foto.

Di Indonesia, ikan hiu paus lebih dikenal dengan sebutan hiu tutul atau ada juga yang menyebutnya gurano bintang. Disebut sebagai hiu tutul karena seluruh tubuhnya dipenuhi bintik-bintik dan belang.

6. Punya Organ Sensor

Jika kamu amati, setiap hiu paus punya organ tubuh semacam kumis di ujung mulutnya yang super besar. Namun, itu bukan kumis sembarang kumis. Organ yang tumbuh di ujung moncongnya itu bisa berfungsi sebagai alat sensor.

Biasanya, ikan ini akan menggunakan organ sensornya itu untuk mengamati gerak gerik hewan-hewan kecil yang akan dijadikan mangsa di dalam air. Para diver dapat mengabadikan momen saat hiu paus menyedot mangsanya.

7. Suka Tinggal di Perairan Hangat

Untuk menemukan ikan hiu terbesar di dunia ini, para diver atau fotografer bawah laut bisa menyelam di perairan laut yang cenderung hangat. Kenapa? Karena ikan ini lebih suka tinggal di perairan yang cenderung hangat.

Meskipun bisa berada di seluruh perairan laut dunia atau beberapa ditemukan di perairan dengan suhu lebih dingin. Namun, pada dasarnya, hiu paus menjadikan perairan hangat sebagai tempat tinggal favoritnya.

Hiu besar ini juga dikenal sebagai ikan yang suka menjelajahi lautan. Terbukti, hiu paus selalu melakukan migrasi setiap tahunnya dari satu samudra ke samudera yang lain. Tiga samudra yang jadi tempat kesukaannya yakni Samudra Atlantik, Samudra Pasifik, dan Samudra Hindia.

Pernah sebuah lembaga merilis hasil penelitiannya, hewan laut raksasa ini mampu bermigrasi sejauh 8.000 mil atau setara 12.800 km yang ditempuh selama 37 bulan. Luar biasa bukan?

8. Berhati Lembut

Ikan dengan tubuh raksasa tidak selalu identik dengan buas dan ganas. Salah satu contohnya adalah hiu paus. Hewan yang menyandang gelar sebagai ikan terbesar di dunia justru dikenal dengan raksasa berhati lembut.

Dalam dunia diving, ikan ini kerap disebut sebagai the gentle giant karena punya sifat yang lembut dan jauh dari sikap predator. Ia jinak dan tidak berbahaya hingga fotografer bawah laut pun bisa “bersahabat” dengannya.

Sikapnya yang tidak agresif dan super kalem membuat hewan laut yang satu ini mudah didekati. Bahkan, jika berani, kamu bisa naik di punggungnya. Atau, kamu bisa berenang bersama-sama dengannya.

9. Sudah Hidup Sejak 60 Juta Tahun

Fakta menarik lainnya, hewan mamalia laut ini ternyata sudah ada sejak 60 juta tahun yang lalu. Tidak salah dijadikan momen langka pada penyelam karena bisa bersama dengan salah satu hewan purba yang masih bertahan hingga sekarang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ilmuwan, seekor hiu paus jantan memiliki masa reproduksi sekitar 30 tahun. Sedangkan masa hidupnya rata-rata sekitar 70 tahun, namun ada yang bisa bertahan hingga 100-150 tahun. Luar biasa!

10. Terancam Punah Karena Perburuan Liar

Karena berbagai keistimewaan yang dimiliki, tidak mengherankan jika banyak pihak sangat menginginkan ikan mamalia terbesar di dunia ini. Maka perburuan liar terhadap hewan laut ini tak terhindarkan. Bahkan, akibat illegal catching, populasi hiu paus terancam punah.

Sebuah laporan menyebutkan bahwa dalam waktu kurang dari 1 tahun, tidak kurang dari 100 juta berbagai jenis ikan hiu, termasuk hiu paus, diburu dan dibunuh. Ikan ini diburu untuk dikonsumsi sebagai makanan yang lezat dan mahal.

Selain untuk dikonsumsi, ancaman kepunahan bisa terjadi karena cedera akibat bertabrakan dengan kapal-kapal besar yang melintas. Atau, mereka sengaja tertangkap jaring para pemburu ilegal di lokasi tempat ikan-ikan itu berenang.

Untuk mencegah perburuan liar, pemerintah RI khususnya mengeluarkan kebijakan yang melindungi hiu paus sebagai spesies hiu di seluruh perairan laut Indonesia. Para diver dan pecinta bawah laut lainnya pun diminta untuk turut serta melestarikan ikan raksasa ini.

11. Menjaga Keseimbangan Ekosistem Laut

ekosistem laut

Pemerintah di berbagai negara sangat berkepentingan menjaga kelangsungan hidup ikan hiu paus. Sebab, hewan laut berukuran raksasa ini sangat bermanfaat dalam menjaga rantai makanan di laut.

Selain menjaga ekosistem laut, ikan ini juga menjadi salah satu makhluk paling eksotis yang mampu menjaga kelestarian kehidupan laut yang unik dan langka.

Beberapa manfaat lain dari keberadaan hiu paus, antara lain menjaga diversity sumber daya ikan serta lingkungan secara berkelanjutan. Dalam skala besar, ikan ini perlu dijaga eksistensinya sebagai daya tarik wisata.

Pemerintah bisa secara khusus mengembangkan wisata laut (bahari) dengan daya tarik ikan hiu paus. Sekaligus, ikan ini menjadi daya tarik bagi para diver dan fotografer bawah laut untuk datang menyelam bersama the giant mammal.

12. Punya Banyak Sebutan

Melihat bentuknya yang unik, ikan hiu paus memiliki sejumlah sebutan dengan berbagai latar belakang penyebutannya. Misalnya, sebagai mamalia laut terbesar di dunia, karena ikan ini punya bobot 18 ton dan panjang hingga 20 meter.

Ada juga yang menyebutnya sebagai hewan purba yang masih bertahan hingga saat ini. Dilaporkan, hiu paus sudah ada di muka bumi ini sejak 60 juta tahun silam. Namun, ikan ini terancam punah akibat praktik perburuan liar.

Disebut juga sebagai ikan berhati lembut. Kenapa? Meskipun punya tubuh super jumbo tapi sejatinya hiu paus jauh dari kesan ganas. Hewan keluarga mamalia ini sangat jinak dan suka ‘diajak’ berenang bersama para diver.

Tak salah jika banyak orang menyebut hewan ini sebagai Si Besar Berhati Lembut. Karena bukan hewan predator maka makanannya pun hanya plankton dan ikan-ikan kecil.  Khusus di Indonesia, di mamalia laut ini juga punya banyak sebutan diantaranya hiu bintang, hiu tutul, hingga hiu bodoh. Disebut hiu tutul karena punya corak tubuh dengan warna bintik dan belang-belang.

Sebagian kalangan juga menyebutnya sebagai hiu bodoh karena tidak mampu bergerak cepat. Dibanding jenis hiu lainnya, ikan hiu paus bergerak sangat lambat. Sebuah laporan menyebutkan, rata-rata hiu paus hanya mampu berenang dengan kecepatan 5 km/jam.

Melihat berbagai keunikan yang dimiliki ikan paus terbesar di dunia, kamu sebagai pecinta alam bawah laut tentu ingin membuktikan kebenarannya. Selamat menikmati momen-momen indah bersama si besar yang baik hati.

Categories
Information

10 Makhluk Yang Akan Kamu Temui Di Bawah Laut Pulau Rote

Pulau Rote merupakan salah satu pulau terluar Indonesia di bagian selatan, tepatnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Meskipun lokasinya sangat jauh dari ibu kota Indonesia, akses menuju pulau satu ini lumayan mudah dan infrastrukturnya juga lumayan memadai.

Kamu bisa naik kapal ferry dari Pelabuhan Kota Kupang yang bernama Pelabuhan Tenau kurang lebih 1 sampai 2 jam perjalanan. Kalau kamu mau perjalanan yang super singkat, kamu bisa naik pesawat dari Bandar Udara El Tari Kupang yang cuma menghabiskan waktu sekitar 30 menit di udara.

Pulau ini dikenal juga dengan nama Pulau Sasandu, diambil dari nama alat musik tradisionalnya yang terbuat dari daun lontar. Pulau ini menawarkan pemandangan yang masih natural dan terbilang sangat eksotis karena masih belum banyak wisatawan asing maupun domestik yang mengunjungi tempat ini.

3 Spot Menyelam Yang Menjadi Daya Tarik Pulau Rote

Buat kamu yang suka banget menjelajahi dunia bawah laut terutama yang masih memiliki biota laut yang alami dan sehat, pulau satu ini bakal jadi destinasi favorit kamu selanjutnya. Pulau ini memiliki tiga spot diving dan snorkeling utama yaitu North Point Ndao, Do`o dan Ndao Jeti.

1. North Point Ndao

Spot utama yang menjadi lokasi penyelaman yang bagus adalah North Point Ndao. Di spot satu ini, kamu bisa menikmati pemandangan bawah air yang terbaik dalam kedalaman antara 15 meter hingga 30 meter.

2. Do`o

Jika kalian adalah penyuka terumbu karang, maka tempat ini adalah tempat yang akan paling kalian sukai. Do`o memiliki pemandangan terumbu karang yang sangat cantik dan bisa memanjakan mata siapa saja yang melihatnya.

Untuk menikmati kehidupan biota lautnya yang alami, kamu perlu menyelam sekitar 8 meter di bawah permukaan air laut.

3. Ndao Jeti

Dibandingkan dengan dua spot lainnya yang sudah kami sebutkan, Ndao Jeti adalah lokasi paling dangkal yang bisa kamu datangi untuk menikmati keindahan dunia bawah laut pulau ini. Kamu hanya perlu menyelam di kedalaman 7 meter di bawah permukaan air laut.

10 Makhluk Yang Akan Kamu Temui di Bawah Laut Pulau Rote

Nah, jika sebelumnya kami sudah membahas spot utama untuk diving dan snorkeling di pulau ini, sekarang kami akan membahas makhluk laut apa saja yang bisa kamu lihat dan temui. Berikut adalah listnya secara lengkap:

1. Nudi Branch

Hewan laut pertama yang bisa kamu jumpai di pulau satu ini adalah Nudibranch. Hewan satu ini merupakan sejenis siput yang tidak memiliki cangkang sebagai pelindung tubuh. Yang paling menarik dari siput satu ini adalah warnanya yang unik dan cerah mirip dengan warna pelangi.

Buat kamu yang hobi makan siput, sayang banget Nudibranch tidak bisa dimakan karena mengandung racun yang bisa berbahaya buat tubuh kamu. Jadinya, kamu hanya bisa memandangi keindahannya saja.

Untuk menemukan hewan ini, kamu tidak perlu repot-repot menyelam terlalu dalam. Karena hanya dengan kedalaman 1 meter, kamu sudah bisa melihat hewan unik satu ini. Tapi ingat, jangan pernah menyentuh hewan satu ini ya meskipun tidak beracun saat disentuh.

Hewan satu ini tergolong cukup rapuh jika digenggam erat karena bisa mati dan badannya rusak. Karena untuk bertumbuh 1 cm saja hewan ini membutuhkan waktu sekitar 12 bulan. Jadi, kamu harus menjadi penyelam yang bijak ya, guys!

2. ClownFish

Clownfish atau ikan badut menjadi ikan yang sangat populer bagi kalangan penyelam apalagi setelah film Finding Nemo berhasil menuai kesuksesan yang besar. Hampir setiap penyelam khususnya pemula yang menikmati dunia bawah air selalu menyerukan “ada ikan nemo” setiap kali mereka melihat ikan satu ini.

Ya, ikan nemo adalah ikan badut yang bisa dengan sangat mudah kamu jumpai saat menyelam di Pulau Rote. Ikan badut kadang juga disebut sebagai ikan giru, dimana ikan ini masuk ke dalam spesies Amphiprioninae.

Ciri khas utama dari ikan ini adalah badannya yang belang berwarna oranye dan putih. Meskipun ada juga jenis ikan badut yang berwarna hitam. Ikan badut memiliki habitat di sekumpulan anemon laut yang bisa melindungi mereka dari serangan predator.

Ukuran ikan ini cenderung kecil dan mungil sekitar 5 sampai 13 sentimeter panjangnya. Ukurannya yang kecil membuat ikan satu ini lebih sering menjadi santapan ikan yang besar dibandingkan untuk menjadi ikan pemangsa.

3. Manta Ray

Manta Ray adalah salah satu jenis ikan pari yang cukup berbeda karena ukurannya yang jumbo. Seekor Manta Ray dewasa bisa memiliki ukuran hingga 7 meter lebih dengan berat tubuhnya mencapai ribuan kilogram! Meskipun ukurannya super besar, kamu tidak usah takut karena ikan ini sangat jinak dan ramah.

Banyak penyelam yang sengaja turun ke kedalaman yang cukup dalam hanya untuk melihat dan menyaksikan ikan satu ini berenang. Kalau kamu adalah penyelam yang beruntung, bukan kamu yang mencari ikan ini tetapi kamu lah yang akan didekatinya.

Ada satu hal yang menjadi kekhawatiran kami yaitu tentang jumlah ikan pari manta yang semakin sedikit. Karena ikan ini masuk kategori ikan yang hampir punah, maka ikan ini menjadi hewan langka yang dilindungi di Indonesia dan tidak boleh diburu dengan alasan apapun.

4. Blue Spotted Stingray

Seperti namanya, ikan satu ini juga masuk ke dalam kategori ikan pari. Yang membedakannya dengan ikan pari jenis lain adalah bintik-bintik berwarna biru yang terdapat di seluruh tubuhnya.

Jika pari manta sangat ramah dan aman terhadap manusia karena ekornya yang tidak menyengat, ikan satu ini sama seperti ikan pari lainnya. Ujung ekornya yang tajam bisa mengeluarkan sengatan dan duri beracun apabila merasa terancam akibat keadaan sekitar.

Supaya penyelaman kamu tetap aman, saat bertemu dengan ikan ini tetaplah jaga jarak dan jangan terlalu dekat. Kamu cukup melihat keindahannya saja atau mengambil foto dari jauh. Kamu tidak akan pernah tahu kapan ikan ini merasa terancam dan bisa saja tiba-tiba menyerang kamu atau penyelam lainnya.

5. Toad Fish

Toad fish dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan nama ikan kodok. Disebut sebagai ikan kodok karena bentuk dan perawakan tubuhnya sangat mirip dengan kodok pada umumnya.

Ikan satu ini sangat senang hidup dan berada di tengah-tengah terumbu karang. Bahkan bagi kamu yang tidak terlalu familiar dengan ikan ini, kamu bisa menyangka kalau ikan ini adalah terumbu karang karena kepintarannya dalam bersembunyi dan menyamar.

Biasanya ikan ini bersembunyi di antara terumbu karang untuk menunggu mangsanya lewat. Jika kamu bertemu dengan ikan ini, kamu perlu berhati-hati dan jangan sekali-kali menyentuhnya. Di sekujur tubuh ikan ini terdapat duri di bagian siripnya yang mengandung racun berbahaya.

Ikan yang masuk ke dalam kategori langka dan hampir punah ini perlu banget untuk dijaga kelestariannya.

6. White Tip Reef Shark

Meskipun dikategorikan sebagai ikan hiu, ikan satu ini sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Ikan ini tidak agresif seperti ikan hiu jenis lainnya saat bertemu dengan manusia. Justru sebaliknya, ikan ini akan berenang menjauh dan bersembunyi di balik terumbu karang untuk menghindar para penyelam.

Ikan yang dikenal di Indonesia sebagai ikan hiu karang ini biasanya memangsa ikan-ikan yang lebih kecil. Sesuai namanya, ciri-ciri fisik utama dari ikan ini adalah sirip yang berwarna putih. Kamu bisa melihat dan bertemu dengan ikan ini kalau kamu turun ke bawah air hingga kedalaman 10 meter.

Sayangnya, ikan satu ini juga masuk ke dalam kategori yang hampir punah. Selain diakibatkan oleh perburuan yang berlebihan di masa lalu dan sekarang, ikan ini juga cenderung lambat banget dalam bereproduksi.

7. Turtle

Turtle atau kura-kura pastinya sudah familiar banget kan sama kamu? Hewan yang masuk ke dalam keluarga reptil bercangkang ini juga gampang banget dijumpai di bawah air Pulau Rote.

Kura-kura laut cukup berbeda dengan kura-kura yang ada di darat. Mereka punya kelopak mata dan rahang yang menyerupai paruh, sayangnya tidak bergigi. Makanya hewan ini termasuk hewan yang lucu dan menggemaskan. Selain itu, mereka tidak memiliki kaki, melainkan sirip yang ujungnya berbentuk seperti cakar.

Tapi ingat, meskipun hewan satu ini ramah dan jinak banget saat ada di sekitar manusia, kamu jangan menyentuh apalagi memegangnya ya. Cukup dipandangi atau diambil fotonya saja supaya kelestariannya tetap terjaga.

8. OrangUtan Crab

Jika kalian baru pertama kali mendengar nama hewan ini, mungkin di benak kalian akan tersirat pertanyaan,” kepiting orangutan itu hewan apa?” Memang hewan satu ini tidak ada banyak yang tahu keberadaannya. Jadi tidak heran jika banyak orang bingung jika ada yang menyebutkan nama hewan laut satu ini.

Jenis kepiting satu ini memiliki ciri khas khusus yang menjadikannya sangat berbeda dengan kepiting yang sering kamu lihat di laut. Di sekujur tubuhnya terdapat bulu-bulu halus yang berwarna merah menyala. Makanya tidak heran kepiting ini disebut sebagai kepiting orangutan karena bulunya sama persis dengan orang utan.

Kepiting ini sangat suka hidup di antara terumbu karang untuk memakan ikan-ikan yang ukurannya kecil atau plankton. Sayangnya, hewan ini tidak bisa luput dari rantai makanan karena ia akan menjadi santapan dari hewan-hewan yang lebih besar seperti gurita dan ikan karang.

9. Whale Shark


Whale shark atau ikan hiu paus adalah salah satu binatang laut yang paling besar di dunia. Dan ikan ini lumayan sering bisa dilihat oleh para penyelam saat menjelajah dunia bawah air pulau satu ini. Ikan ini memiliki banyak nama alias seperti ikan cucut, geger lintang dan hiu tutul.

Ukuran tubuh hiu paus dewasa bisa mencapai panjang lebih dari 9 meter dan berat hingga 9 ton. Cara makan ikan ini sama seperti ikan raksasa lainnya yaitu dengan menghirup air laut yang sangat banyak sehingga berhasil menyaring hewan-hewan kecil seperti plankton dan ikan.

Ukurannya yang jumbo ternyata tidak semenakutkan yang banyak orang pikirkan. Ikan ini cukup jinak dan ramah bila berada dekat dengan manusia. Bahkan dalam beberapa kesempatan, ada penyelam yang cukup beruntung dan berhasil menaiki punggung hewan ini.

10. Robust Ghost Pipefish

Dalam Bahasa Indonesia, ikan ini lebih dikenal dengan nama ikan pipa hantu. Disebut ikan hantu karena kebiasaannya hidup di air yang jarang banget bergerak. Selain itu, ikan ini suka banget hidup di tengah-tengah karang sehingga hampir mustahil untuk melihat ikan ini dengan kasat mata.

Ikan ini memiliki kemampuan untuk berubah warna sesuai dengan keadaan sekitar. Selain itu, saat bergerak, mulutnya yang cukup runcing selalu menghadap ke arah bawah.

Kalau kamu ingin banget melihat ikan satu ini saat menyelam, ada baiknya kamu harus ekstra sabar dan teliti saat mencarinya.

Nah itu dia 10 binatang laut yang bisa kamu lihat dan jumpai di Pulau Rote. Diantara daftar hewan ini, kamu paling ingin bertemu dengan yang mana?

Categories
Information Uncategorized

Hati-Hati! Inilah List Hewan Laut yang Harus Dihindari Saat Snorkeling Dan Diving

Tujuan utama saat menyelam atau diving tentunya supaya kamu bisa bermain dan berenang bersama para hewan laut.

Sayangnya tidak semua hewan laut yang cantik dan lucu ini aman dan ramah saat didekati. Bahkan ada beberapa hewan laut yang cukup ganas saat didekati manusia dan bisa mengeluarkan racun.

Jika kamu adalah penyelam pemula yang ingin menikmati keindahan laut dengan kegiatan snorkeling ataupun diving, kamu wajib banget mempelajari hal-hal apa saja yang harus dihindari, khususnya para biota laut yang berbahaya. Hal ini penting banget demi keselamatan kamu selama berada di bawah air.

Kali ini kami akan memberikan informasi tentang hewan laut yang harus dihindari saat kamu berenang dan menyelam di laut. Berikut adalah daftar dan penjelasannya secara lengkap.

List Hewan Laut Yang Harus Dihindari Saat Snorkeling Dan Diving

1.  Ubur-Ubur

Hewan di laut pertama yang wajib banget kamu hindari adalah ubur-ubur. Hewan satu ini gampang banget dijumpai di hampir seluruh perairan di Indonesia. Bahkan tidak jarang saat musim dan kondisi tertentu, kamu bisa melihat ubur-ubur di sepanjang bibir pantai.

Ubur-ubur atau yang dalam Bahasa Inggrisnya disebut dengan jellyfish adalah biota laut yang masuk kelas invertebrata atau tidak bertulang belakang. Hewan lucu ini masuk filum Cnidaria yang memiliki ciri-ciri fisik seperti payung dan memiliki kaki yang disebut dengan tentakel.

Ubur-ubur bisa dibilang salah satu binatang paling cantik dan lucu yang hidup di laut karena warnanya yang sangat mencolok seperti biru, pink, putih dan masih banyak lagi. Ukurannya pun beragam, mulai dari yang paling kecil hingga ukuran raksasa melebihi besar manusia dewasa dan panjangnya bisa mencapai 36,5 meter.

Sayangnya kelucuan hewan satu ini tidak bisa kamu nikmati dengan jarak dekat. Ubur-ubur dikenal sebagai salah satu hewan yang paling berbahaya dan beracun di laut, khususnya dari spesies ubur-ubur kotak. Lebih jelasnya, nama ubur-ubur ini adalah sea wasp atau tawon laut, yang banyak dijumpai di perairan utara Australia.

Di Indonesia sendiri ada banyak jenis ubur-ubur yang hidup dengan level racun dan sengatan yang berbeda-beda. Meskipun demikian, kamu tetap harus hati-hati saat berenang agar tidak tersengat. Kamu tidak pernah tahu ubur-ubur jenis apa yang ada di sekitar kamu.

2.  Karang Api

Seperti namanya, karang api adalah salah satu jenis terumbu karang yang banyak hidup di lautan Indonesia. Sama seperti seperti terumbu karang lainnya, karang satu ini memiliki warna yang cantik saat dilihat di dalam air. Warnanya kuning pucat dan di sepanjang permukaan tubuhnya terdapat bulu-bulu halus.

Jika ditelisik secara biologis, karang api bukanlah karang sejati. Justru hewan ini lebih dekat hubungannya dengan spesies ubur-ubur karena memiliki daya sengat yang tinggi. Tidak heran jika hewan ini masuk ke dalam list hewan yang harus kamu hindari saat snorkeling atau pun diving.

Dikenal dengan nama lain yaitu fire coral, Karang Api bisa menghasilkan racun yang berbahaya dan mampu merusak kulit siapa saja yang menyentuhnya. Apalagi kalau kamu saat menyelam tidak menggunakan pelindung seperti wetsuit yang panjang, sarung tangan dan sepatu menyelam, pasti gampang banget buat tersengat.

Jika kamu menyentuh hewan satu ini, kulit kamu akan terasa panas banget seperti terbakar api. Gejala yang pertama terlihat saat kamu tersengat hewan ini adalah luka kemerahan pada permukaan kulit. Sensasi panas akibat tersengat biasanya baru terasa setelah 5 hingga 30 menit kena sengatan.

Kalau kamu atau teman kamu tersengat karang api, segera datangi tim medis wisata bawah laut terdekat karena biasanya mereka paham mengenai pengobatan penyelaman. Jika kamu mengabaikan sengatan ini, kamu bisa mengalami demam yang tinggi.

3.  Bulu Babi

 

Kalau kamu sering main ke pantai, kamu pasti sering menjumpai hewan satu ini. Bulu babi memang gampang banget buat di temukan di seluruh perairan Indonesia. Tapi kamu harus ekstra hati-hati sama hewan satu ini.

Bulu babi atau yang juga sering disebut dengan nama landak laut dan sea urchin adalah hewan yang berbentuk bulat. Di sekujur tubuhnya dipenuhi dengan duri yang tajam dan sedikit lentur sehingga mudah untuk digerakkan.

Jika kamu menjumpai hewan ini, jangan sampai kamu memegangnya tanpa pelindung seperti sarung tangan. Jika kamu sampai tertusuk durinya, maka duri yang tertancap ini akan sangat sulit untuk dihilangkan dari kulit kamu. Dan bagian kulit yang tertusuk duri akan merasakan sakit atau nyeri yang cukup parah.

Jika kamu tertusuk bulu babi, pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengeluarkan duri dengan cara dihancurkan dari luar. Jika sudah berhasil dikeluarkan, segera tetesi luka dengan cairan amoniak yang bisa kamu temukan di urine atau air kencing.

Apabila kamu tidak bisa menghancurkan durinya, segera datangi klinik terdekat untuk meminta bantuan. Terlambat dalam penanganan bisa berakibat fatal seperti nyeri otot, lemas, dan pada kasus yang paling parah kamu bisa mengalami gagal nafas.

4.  LionFish Atau Ikan Lepu

Ikan Lepu adalah salah satu hewan berbahaya yang sering dijumpai saat menyelam di laut. Ada berbagai macam jenis ikan lepu, mulai dari yang bentuk dan warnanya yang menawan hingga yang fisiknya menyerupai ikan monster. Hewan satu ini hidup di dasar laut yang berpasir dan gampang menyamar dengan lingkungan sekitar.

Kemampuannya untuk menirukan warna pasir dan terumbu karang di keadaan sekitar membuat ikan satu ini sulit untuk dideteksi. Di sirip punggungnya terdapat duri beracun yang bisa membuat kamu kesakitan selama berjam-jam lamanya. Oleh karena itu kamu harus waspada agar tidak menyentuh dan tertusuk durinya.

Jika kamu sudah terlanjur tersengat, kamu bisa mengurangi rasa nyeri dengan cara mengompres kulit yang tersengat dengan air panas. Kamu juga bisa mencampur air panas dengan cairan asam seperti air lemon atau cuka.

5.  Ikan Pari

Ikan pari pastinya sudah sangat familiar sama kamu meskipun kamu tidak terlalu sering berinteraksi dengan binatang-binatang laut. Ikan pari memiliki ciri-ciri yang khas banget yaitu badan pipih dan lebar, serta ekor panjang yang ujungnya sangat tajam dan mengandung racung.

Jika kamu snorkeling atau diving, ikan pari adalah ikan yang mungkin paling sering kamu lihat dan menjadi salah satu objek utama aksi penyelaman kamu. Ikan yang mulutnya berada di bagian bawah tubuhnya ini hidup di dasar laut yang berpasir dan bisa ditemukan di hampir seluruh perairan yang ada di Indonesia.

Meskipun ikan pari sering menjadi tujuan kebanyakan orang menyelam, ada baiknya kamu tetap waspada supaya tidak tertusuk atau terkena ujung ekornya yang beracun. Jika kamu sampai kena racunnya, kamu bisa mengalami luka otot yang cukup parah.

Kamu harus segera memberitahu rekan menyelam kamu agar kamu segera diberikan bantuan. Kamu juga harus mengunjungi klinik terdekat agar nyeri otot yang kamu alami tidak semakin parah.

6.  Ular Laut

Ular laut merupakan salah satu hewan berbahaya yang harus banget kamu hindari selama menjelajahi dunia bawah laut.

Sama seperti jenis ular di darat, penampakan fisik hewan ini panjang seperti tabung. Selain itu, ular ini juga memiliki bisa atau racun yang mematikan.

Jika ular di darat yang paling mematikan adalah black mamba, maka di lautan ular yang bisanya yang paling berbahaya adalah ular laut jenis Belcher.

Hanya ada sedikit jenis ular laut yang bisa ditemukan di perairan Indonesia. Meskipun demikian kamu harus tetap berhati-hati kalau tidak sengaja menjumpai hewan satu ini.

Meskipun sangat mematikan, ular laut sebenarnya takut dengan kehadiran manusia. Jika hewan ini bertemu dengan penyelam, biasanya ia akan menghindar dan memilih pergi. Namun, ia akan menyerang para penyelam jika merasa terganggu .

Makanya, kalau bertemu dengan hewan ini, lebih baik kamu jauh-jauh dan cari tempat lain yang lebih aman untuk menyelam.

7.  Bintang Laut Mahkota Duri

Bintang laut bisa dikatakan sebagai salah satu primadona yang ingin dipegang, diambil bahkan diajak berfoto bersama oleh para penyelam. Bagaimana tidak, hewan satu ini memiliki pesona yang tidak bisa dielakkan akibat bentuk dan warnanya yang cantik.

Sayangnya, tidak untuk bintang laut jenis satu ini. Bintang laut mahkota duri memiliki ukuran yang cukup besar mulai dari 60 hingga 100 centimeter. Di sekujur tubuhnya terdapat duri-duri yang tajam dan kuat sampai-sampai bisa menembus baju selam atau wetsuit kamu, lho!

Duri bintang laut ini rata-rata memiliki panjang sekitar 5 centimeter. Di ujung durinya terdapat racun yang bakal bikin kamu tidak mau mendekati binatang laut satu ini.

Kalau kamu tertusuk durinya dan terkena racun, kamu akan mengalami rasa sakit dan perih di bagian kulit yang tertusuk.

Tetapi kamu tenang saja, racun yang dihasilkan oleh hewan satu ini tidak mematikan seperti hewan laut berbahaya lainnya.

Meskipun begitu, siapa sih yang mau tertusuk duri dan kena racunnya? Makanya kamu harus tetap hati-hati selama menyelam, ya!

8.  Konus

Konus adalah salah satu binatang laut yang masuk jenis Moluska dan gampang banget buat dijumpai di seluruh lautan Indonesia. Sama seperti kerang lainnya, hewan satu ini memiliki cangkang untuk melindungi bagian dalam tubuhnya.

Konus masuk ke jenis karang yang berbentuk seperti siput atau keong kerucut. Warnanya pun sangat cantik dengan corak yang unik sehingga banyak diburu oleh para kolektor kerang di seluruh dunia.

Di bagian bawah cangkangnya terdapat bukaan yang berfungsi sebagai pintu masuk dan keluar. Nah, bukaan cangkang dari hewan inilah yang wajib banget untuk kamu hindari.

Bukaan cangkangnya mengandung racun yang bisa menyerang sistem saraf, dan fatalnya bisa menyebabkan kematian. Konus mengeluarkan racun melalui lubang panjang seperti pipa berukuran 25 milimeter. Biasanya, hewan ini mengeluarkan racun saat merasa terancam dan langsung menembak objek yang disasar.

Salah satu kasus yang paling parah yang pernah dilaporkan akibat sengatan racun hewan ini terjadi di Amerika. Sepuluh menit setelah disengat Konus, korban merasa seluruh ototnya kaku dan dalam waktu 30 menit mengalami kelumpuhan. Akibat penanganan yang terlambat, korban akhirnya meninggal 5 jam kemudian.

Makanya tidak heran jika hewan ini dianggap sebagai salah satu hewan yang paling mematikan dan wajib banget kamu hindari selama berada di bawah air.

Jika kamu secara tidak sengaja berjumpa dengan hewan laut yang masuk list di atas, kamu harus segera menghindari mereka. Meskipun kamu tidak mengganggu mereka, yang namanya hewan pasti susah banget untuk ditebak mereka akan melakukan apa. Jadi kamu harus ekstra hati-hati selama menyelam, ya!

Blublub Indonesia