fbpx
Categories
Information

10 Kecelakaan Kapal Mengerikan di Indonesia

Peristiwa kecelakaan kapal di Indonesia pernah terjadi. Jika mengingat kejadian waktu silam, KM Sinar Bangun tenggelam tepatnya pada 18 Juni 2018 di perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

Pencairan dan penyelidikan peristiwa tenggelamnya kapal di Indonesia terus dilakukan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di kemudian hari.

Berdasarkan hasil investigasi dan analisa yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi, peristiwa yang menimbulkan kapal tenggelam dikarenakan beberapa faktor, diantaranya muatan kapal berlebihan dan gelombang air laut yang tinggi.

Sejak tahun 2003 sampai dengan 2018 kecelakaan kapal laut sudah beberapa kali terjadi. Di bawah ini adalah review peristiwa kecelakaan kapal mengerikan di Indonesia yang terangkum pada laporan investigasi KNKT:

1. KMP Wimala Dharma Terjadi Pada 7 September 2003

Peristiwa terjadinya kecelakaan kapal pernah terjadi pada tahun 2013. Tahun tersebut mengingatkan pada kecelakaan KMP Wimala Dharma tepatnya terjadi pada 7 September 2003.

Kapal hendak melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Padang Bai ke Lembar. Waktu itu muatan kapal ada 7 truk sedang, 7 truk besar, 1 bus besar, 8 sepeda motor, 2 mobil pribadi dan 125 awal kapan dan penumpang serta nakhoda juga 15 ABK.

Saat berangkat kondisi kapal memang sudah kelebihan muatan yang menimbulkan KMP Wimala Dharma Overdraft. Peristiwa ini terjadi juga dikarenakan cuaca pada waktu itu sedang kurang bagus.

Cuaca begitu buruk sehingga KMP Wimala Dharma mengalami ketidakstabilan dan akhirnya tenggelam. KMP Wimala Dharma tenggelam di Perairan Selat Lombok sedalam kurang lebih berkisar antara 300 meter – 500 meter.

Dalam peristiwa tenggelamnya KMP Wimala Dharma ini ada 5 korban yang meninggal atau tidak selamat. Sedangkan untuk yang selamat ada 120 penumpang, nakhoda dan 15 ABK.

Meski demikian, untuk semua muatan yang hendak diseberangkan satupun tidak ada yang dapat diselamatkan.

2. KM Wahai Star Terjadi Pada 10 Juli 2007

Kecelakaan Kapal Mengerikan di Indonesia - Blog-3

KM Wahai Star mengalami peristiwa kecelakaan kapal laut pada 10 Juli 2017. Awal keberangkatan dari pelabuhan Namrole dan penumpang yang ada didalamnya waktu itu sebanyak 59 penumpang.

Cuaca pada kecelakaan waktu itu bisa dibilang sangat buruk. Gelombang air laut sangat tinggi bahkan sampai 3 meter. Hal ini menyebabkan speed boat yang digandeng dalam kapal dengan panjang 7 meter saling berbenturan keras sampai mengenai buritan kapal.

Pada Akhirnya pada KM Wahai Star timbul kebocoran di bagian belakang kapal. Air laut terus masuk dan sampai mengenai kamar mesin. Pompa bilga yang terdapat dalam kapal sering digunakan untuk membuang air tidak berjalan waktu itu.

KM Wahai Star pun kehilangan stabilitas. Kapal mulai tidak terkontrol lajunya dan terlihat miring ke kiri. Hal ini juga disebabkan dengan hantaman gelombang besar yang terus mengenai kapal.

Para awak dan penumpang langsung memberikan himbauan untuk melakukan penyelamatan diri dengan cara menerjunkan dirinya ke laut. Kira-kira jarak sampai ke pulau Ambon dari kejadian tersebut masih 8 hingga 9 mil.

Tim bantuan penyelamat pun datang dan sebanyak 59 orang berhasil ditemukan. Namun, hanya 43 orang saja yang selamat. Sedangkan yang lainnya sebanyak 16 orang telah meninggal dunia.

3. KM Samudra Makmur Jaya Terjadi Pada 17 Mei 2008

Pada 17 Mei 2008 terjadi juga kejadian tidak diinginkan yaitu kecelakaan KM Samudra Makmur Jaya. Awal mula berangkat dari Pelabuhan Cirebon ke Pelabuhan Tanjung perak, Surabaya.

Awal keberangkatan membawa sebanyak 17 orang pada 9 Mei 2009. Kapal KM Samudra Makmur Jaya sempat singgah terlebih dahulu di Dermaga Nilam, lalu melanjutkan perjalanan ke Tanjung Perak.

Jarak hampir dekat sampai ke Tanjung Perak pada 17 Mei 2008, namun kapal ternyata mengalami kebocoran. Untuk kebocoran terparah terjadi di kamar-kamar mesin bertepatan di Gapura Surya Dermaga Tanjung Perak.

Air laut banyak yang memasuki kamar mesin sehingga menimbulkan mesin induk mati. Pada pukul 17.15 WIB kapal tersebut tidak seimbang dan miring ke kanan. Tepat di jalur lalu linta kapal penyeberangan Ujung – Madura, KM Samudra Jaya Makmur tenggelam.

Peristiwa ini mengakibatkan 2 awak kapal tidak terselamat atau meninggal dunia. Sedangkan penumpang lainnya selamat. Namun untuk muatan yang dibawa kapal tidak ada satupun yang tersisa.

4. KM Teratai Prima Terjadi Pada 11 Januari 2009

Kecelakaan kapal pesiar terjadi pada KM Teratai Prima tepat pada 11 Januari 2009. Kapal ini biasanya beroperasi dengan rute pelayaran Samarinda-Pare-Pare-Tanjung Redeb. KM Teratai Prima menerima pelayanan untuk memuat barang dan penumpang.

KM Teratai Prima pada 10 Januari 2009, tepatnya pukul 19.00 WITA, melakukan operasi seperti biasa. Waktu itu membawa sebanyak 365 orang dengan muatan barang 443 ton.

Pada 11 Januari 2009 kapal melintas sampai di sekitaran wilayah Perairan Tanjung Batu Roro, Sulawesi Selatan. Namun, kondisi lautan sepertinya waktu itu sedang tidak bersahabat dengan adanya gelombang yang sangat tinggi.

Kapal kehilangan keseimbangan dan oleng disebabkan arus lokal dan gelombang tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama KM Teratai Prima pun tenggelam.

5. KM Dumai Express Terjadi Pada 22 November 2009

 Kejadian kecelakaan kapal juga terjadi pada KM Dumai Express tepat pada 22 November 2009. Kapal bertolak mulai dari pelabuhan Sekupang dengan tujuan layar ke Bengkalis dan dilanjutkan ke Dumai.

Ketika berangkat cuaca masih dalam kondisi baik, awan sangat cerah. Tetapi, ketika kapal sudah mendekati wilayah di Pulau Nipa dan Pulau Karimun Kecil tiba-tiba cuaca berubah drastis.

Ada gelombang setinggi 2,5 sampai dengan 4 meter. Gelombang yang sangat kencang memberikan hantaman ombak yang sangat keras sehingga menimbulkan dinding kapal menjadi retak.

Selain itu, KM Dumai Express juga mengalami haluan kapal terendam disebabkan banyaknya air laut yang masuk ke dalam. Kondisi kapal terus miring ke kiri dan semakin tidak terkontrol kesimbangannya.

Akhirnya kapal tenggelam yang mengakibatkan 42 orang meninggal dunia dalam kondisi ditemukan oleh tim SAR. Sedangkan yang selamat dari peristiwa tersebut ada 254 penumpang. Sementara lainnya ada 32 orang yang tidak tahu nasibnya karena tidak ditemukan.

6. KM Ammana Gappa Terjadi Pada 6 Maret 2010

Pada 4 Maret 2010 KM Ammana Gappa berangkat mulai dari Pelabuhan Lok Tuan. Namun, pada 6 Maret 2010 terjadi benturan hebat yang menyebabkan getaran besar pada kapal.

Pada sebelah haluan kapal setelah dicek ternyata sudah ada 1ir setinggi 30 cm masuk. Secara cepat awak kapal langsung mengambil alat penyedot air dan mengeluarkan kembali ke lautan.

Namun, alat yang digunakan tidak bisa melawan besarnya air yang masuk. Antara air yang dikeluarkan dengan masuk tidak seimbang sehingga air semakin banyak memasuki kapal dan membuat berat kapal semakin bertambah.

KM Dumai Express yang kemasukan air dan tidak tertangani dengan maksimal menimbulkan kapal tenggelam. Namun, untungnya semua awak kapal selamat meskipun k KM Dumai Express tenggelam sedalam 2000 meter lebih.

Proses tenggelamnya KM Dumai Express ini berlangsung cukup lama sekitar 8 jam. Meski demikian, dokumen-dokumen dan benda yang dibawa tidak ada satupun yang bisa diselamatkan.

7. KMP Windu Karsa Terjadi Pada 27 Agustus 2011

Pada tahun 27 Agustus 2011 terjadi peristiwa kecelakaan kapal laut juga yang menimpa KMP Windu Karsa. Saat itu kapal berangkat dari dermaga Pelabuhan Penyeberangan Bajoe.

KMP Windu Karsa bermaksud melakukan perjalanan menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara. Penumpang termasuk awak kapal yang dibawanya sebanyak 139 orang dengan rincian 29 awak kapal dan 110 penumpang.

Peristiwa mengerikan ini berawal dari adanya air laut yang ternyata sudah menggenangi geladak. Semakin lama air yang masuk semakin tinggi sampai diatas motor dan mesin kemudi.

Air yang masuk ke dalam KMP Windu Karsa membuat pompa elektrik hidrolik mesin tidak berfungsi. KMP Windu Karsa lama-lama terus mengalami ketidakstabilan dan miring hingga mencapai 90 derajat.

Kemiringan KMP Windu Karsa yang sangat fantastis itu membuat beberapa penumpang jatuh. Akhirnya setelah itu kapal pun tenggelam sedalam 60 meter dari permukaan laut.

Tim SAR melakukan upaya penyelamatan sampai pada akhirnya ada sebanyak 91 orang berhasil dievakuasi. Sedangkan yang lainnya masih terus dilakukan pencarian dan mendapat bantuan dari TNI AL.

8. KM Pemudi Terjadi Pada 3 Juli 2013

Kecelakaan Kapal Mengerikan di Indonesia - Blog-4

KM Pemudi juga mengalami peristiwa tidak menyenangkan yang tenggelam pada 3 Juli 2013.

Awal mulanya KM Pemudi ini beranjak dari Dermaga Berlian, Surabaya menuju ke Papua pada 26 Juni 2013. Namun, sayangnya pada 3 Juli 2013 terjadi kemiringan sampai 5 derajat di Laut Banda.

Pada tangki ballast ada air laut yang masuk sehingga KM Pemudi mengalami kemiringan ke kanan. Tindakan sempat dilakukan dengan cara membuang air ke luar.

Sayangnya, upaya pembuangan air ke luar tangki ballast tidak berjalan sesuai dengan harapan. Tidak lama KM Pemudi tenggelam.

Pada peristiwa ini sebanyak 2 orang awal kapal berhasil diselamatkan. Namun, sayangnya ada sebanyak 19 orang dinyatakan hilang atau tidak terselamatkan.

9. KM Irama Nusantara Terjadi Pada 24 Desember 2013

KM Irama Nusantara mengalami kecelakaan pada 24 Desember 2013. Penyebab utamanya tenggelamnya kapal dikarenakan adanya air yang masuk ke dalam. Upaya sudah dilakukan dengan memompa air keluar tapi tidak berjalan efektif.

Akibat dari tenggelamnya KM Irama Nusantara membuat 10 orang tidak ditemukan atau hilang. Sedangkan 3 awak kapal ditemukan tetapi dalam kondisi meninggal dunia.

10. KMP Munawar Ferry Terjadi Pada 3 Januari 2014

Peristiwa kecelakaan kapal juga menimpa KMP Munawar Ferry pada 3 Januari 2014. Muatan yang dibawa waktu itu sebanyak 16 unit kendaraan bermotor.

Penyebab kecelakaan bermula saat kapal mengalami benturan hebat di bagian belakang. Seketika KM Munawar Ferry miring ke kanan dan terus tenggelam.

Kecelakaan KMP Munawar Ferry mengakibatkan 6 orang tidak ditemukan. Sedangkan 3 penumpang ditemukan tapi dalam keadaan tidak bernyawa.

Peristiwa kecelakaan kapal mengerikan sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Luar negeri misalnya pernah terjadi kecelakaan kapal seperti Korea misalnya yang pernah mengalami kecelakaan kapal sewol pada 6 April 2016.

Kecelakaan kapal di Indonesia memang patut untuk direnungkan bersama. Dari analisa dan investigasi yang dilakukan telah jelas penyebabnya adalah karena muatan berlebih dan cuaca buruk.

Maka dari itu, upaya pencegahan harus dilakukan agar tidak terjadi tenggelamnya kapal. Sebelum keberangkatan cek kondisi kapal, cek kelengkapan kapal, jangan memaksakan berangkat saat cuaca buruk dan pastikan muatan harus berdasarkan standar daya tampung kapal.

Baca juga: 15 Alasan Orang Indonesia Harus Mencoba Diving

Blublub Indonesia