fbpx
Categories
Information

Lisensi Selam yang Harus Dimiliki Penyelam

Sebagai salah satu olahraga ekstrim, menyelam tidak bisa dilakukan sembarang orang. Seorang penyelam harus memiliki License Diving Indonesia sebelum mulai menyelam. Setidaknya ada 5 jenis lisensi yang minimal salah satunya harus dimiliki diver. Lisensi ini sebagai ijin sekaligus bukti kemampuan serta identitas seorang penyelam.

Menyelam memang menyenangkan. Kegiatan olahraga air ini mengajak untuk menikmati keindahan pemandangan di bawah laut. Menghadirkan pengalaman baru ketika berenang dan bereksplorasi hingga ke palung lautan terdalam. Tidak mengherankan bila saat ini semakin banyak orang yang menggemari olahraga selam.

Walau menyenangkan dan seru, menyelam tidak boleh dilakukan sembarangan. Terdapat aturan-aturan tersendiri yang harus dipatuhi oleh seorang penyelam. Tentunya demi keselamatan diri selama berada di bawah air. Salah satu ketentuan yang harus dipenuhi untuk menyelam ialah memiliki sertifikasi diving.

Pentingnya Memiliki Lisensi Selam

Memiliki lisensi untuk menyelam merupakan ketentuan wajib bagi para penyelam. Baik itu untuk free diving maupun scuba diving. Jenis olahraga selam yang tidak membutuhkan lisensi hanya snorkeling, dimana hanya akan menyelam sampai permukaan bawah air saja. Selain itu, kegiatan menyelam yang dilakukan penyelam harus memiliki lisensi.

Lisensi berperan bukan hanya sebagai identitas diri bagi penyelam. Memudahkan para penyelam untuk bergabung di berbagai komunitas diving di seluruh dunia. Sertifikat diving juga sebagai bukti kemampuan diri yang dimiliki oleh penyelam. Ketika sudah memiliki lisensi, penyelam dianggap memiliki kemampuan menyelam. Mampu berenang hingga ke dasar laut serta mengerti langkah apa yang harus dilakukan untuk keselamatan diri. Terutama mengingat selam bukan olahraga yang tidak memiliki resiko bahaya sama sekali.

Beberapa jenis lisensi selam juga bisa didapatkan untuk mengembangkan karir. Seperti menjadi instruktur selam. Untuk itu, bila mulai menggemari atau ingin mendalami olahraga selam, sebaiknya mendapatkan License Diving Indonesia lebih dulu.

5 Jenis Sertifikasi Diving

diving

Terdapat berbagai jenis lisensi selam yang dikeluarkan oleh sederet institusi di Indonesia. Masing-masing lisensi juga memiliki tahapan dan tingkatan tersendiri. Sebut saja lisensi selam dari Technical Diving International & Scuba Diving International (TDI-SDI). Lalu ada aliansi Confederation Mondiale des Activites Subaquatiques (CMAS) Italia yang mengeluarkan sertifikat selam di Indonesia melalui Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).

Ada juga lisensi selam dari SSI Diving Jakarta, dan National Association of Underwater Instructors (NAUI). Di Indonesia sendiri, lisensi selam yang paling banyak digunakan dan menjadi standar adalah Association Diving Instructor (PADI). Agar lebih jelas mengenai jenis dan juga tahapan dari masing-masing lisensi, berikut ini daftar sekaligus ulasannya.

1. Lisensi POSSI

POSSI atau Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia bekerja sama dengan Confederation Mondiale des Activites Subaquatiques (CMAS) Italia dalam mengeluarkan sertifikasi selam. Pelatihan dari institusi ini juga beraliansi dengan CMAS Italia sebagai standar kualitas.

Untuk mendapatkan sertifikasi selam POSSI harus melakukan pelatihan lebih dulu. Terdapat jenjang berbeda untuk masing-masing tingkatan sertifikasi dari organisasi ini. Mulai dari yang terendah hingga jenjang level Master dan Instruktur.

Tingkatan sertifikasi POSSI diantaranya:

1. Lisensi A1: Open Water Scuba Diving

2. Lisensi A2: Advanced Scuba Diving

3. Lisensi A3: Rescue Scuba Diving

4. Lisensi A4: Master Scuba Diving

5. Lisensi B1: Instruktur

6. Lisensi B2: Instruktur

7. Lisensi B3: Instruktur

Berdirinya POSSI pada 4 Agustus 1977 diprakarsai oleh dua klub selam besar di Indonesia. Nusantara Diving Club (NDC) dan Surabaya Diving Club (SDK) memprakarsai POSSI hingga resmi sebagai induk organisasi selam di tanah air.

2. Lisensi SSI

Bila menginginkan lisensi dengan pelatihan yang lebih bersifat teknis, SSI Diving Jakarta bisa jadi pilihan terbaik. SSI atau Scuba School International berfokus pada memberikan latihan dan sertifikasi bagi penyelam yang berkecimpung di bisnis scuba diving hingga resort.

Banyak juga penyelam yang mendapatkan sertifikasi di SSI dengan tujuan untuk penelitian di bawah laut. Institusi yang berdiri didirikan oleh Robert A Clark di California, Amerika Serikat pada 1970 ini memang condong pada teknis. Masih jarang penyelam yang hanya ingin lisensi selam untuk hobi atau sekedar pengalaman baru mendapatkan sertifikat dari SSI.

Di sisi lain, hal ini membuktikan penyelam dengan sertifikat SSI memiliki kemampuan lebih. Terutama secara teknis penyelaman. Pusat pelatihan SSI juga terdapat di banyak negara di berbagai belahan dunia. Termasuk salah satunya ada di Indonesia. Selanjutnya, berikut ini merupakan jenjang lisensi yang diberikan SSI:

1. Lisensi Basic

2. Lisensi Open Water

3. Lisensi Advance

4. Lisensi Rescue

5. Lisensi Dive Master

6. Lisensi Instructor

Keunggulan lain dari SSI menyediakan sertifikasi untuk penyelam anak-anak berusia 8-12 tahun dengan lisensi Rangers.

3. Lisensi ADS-I

Berpusat di Yokohama, Jepang, ADS-I atau Association of Diving School International merupakan salah satu yang istimewa. Institusi ini berdiri di tahun 1980 dengan nama ADS-Japan. Kala itu ADS-Japan didirikan oleh Noboru Mochizuki. Pada tahun 1993, ADS-Japan berubah nama menjadi ADS-I atau ADS-Internasional. Perubahan tersebut atas prakarsa dua sosok penting di dunia selam: Questau, yang merupakan bapak selam dunia dan juga Gagnan, sebagai penemu tabung scuba.

Lisensi dari institusi dengan filosofi “Joyfull at Safety Diving” ini menjadi salah satu yang banyak digunakan di Indonesia pula. Terbukti dibandingkan negara-negara lain, Indonesia merupakan chapter ADS-I paling aktif hingga saat ini. Tidak jauh berbeda dengan institusi lain, sertifikasi di ADS-I memiliki tingkatan berdasarkan dari kemampuan penyelam. Jenjang tingkatan sertifikasi di ADS-I tersebut adalah:

1. Lisensi Snorkel Diver

2. Lisensi Open Water Diver

3. Lisensi Advance Diver

4. Lisensi Rescue Diver

5. Lisensi Dive Master

6. Lisensi Instructor

7. Lisensi Nitrox Diver

8. Lisensi Scientific Diver

9. Lisensi Reef Check Diver

Jenjang sertifikasi untuk lisensi ADS-I memang salah satu yang terlengkap. Mulai dari tingkatan dasar untuk snorkel hingga Reef Check dan Scientific diver. Cocok untuk penyelam yang benar-benar serius untuk mengembangkan kemampuan serta karir di dunia selam.

4. Lisensi NAUI

NAUI menjadi sertifikasi berikutnya yang tidak kalah banyak digunakan penyelam di tanah air. National Association of Underwater Instructors menjadi salah satu institusi menyelam tertua di daftar ini dengan didirikan pada 1960 oleh John C. Jones. Jr, Al Tillman, dan Neal Hess di Amerika Serikat.

Dibandingkan dengan institusi menyelam lain, NAUI menawarkan program sertifikasi yang lengkap. Bahkan sampai saat ini, sertifikasi selam NAUI menjadi pilihan utama untuk berbagai organisasi serta perusahaan ternama. Seperti untuk diver di Disney World Resort, Wait, sampai NASA dan US Navy SEAL.

Kualitas program latihan dan sertifikasi NAUI memang terbukti salah satu paling berkualitas. Tingkatan program yang ditawarkan juga sangat lengkap. Penyelam dapat mengambil program sertifikasi mulai dari Skin Diver hingga Instructor Course Director. Selain itu juga ada program khusus seperti Technical Diving dan Nitrox. Jenjang program lisensi dari NAUI

1. Sertifikasi Introductory Programs:

  • Try Scuba
  • Passport Diver
  • Tandem Scuba Diver
  • Skin Diver
  • Get Certified/Scuba Diver
  • Sertifikasi Diver Courses:
  • Get Certified-Scuba Diver
  • Enriched Air Nitrox (EANx) Diver
  • Advanced Scuba Diver
  • Rescue Scuba Diver
  • Master Scuba Diver
  • First Aid Provider

 

2. Sertifikasi Specialty Diver Courses:

  • Night Diver
  • Deep Diver
  • Underwater Imaging
  • Training Assistant
  • Public Safety Diver
  • Continue Learning

 

3. Sertifikasi Technical Diver Courses:

  • Introduction to Technical Diving Skills
  • Mixed Gas and Decompression Diving
  • Rebreather Diving
  • Overhead Environments
  • Diver Propulsion Vehicle (DPV)
  • Gas Blender and O2 Service Technician

 

4. Sertifikasi Freediving Courses:

  • Snorkeler
  • Safe Buddy
  • Free Diver
  • Intermediate Freediver
  • Advanced Freediver
  • Freediving Specialties

 

5. Sertifikasi NAUI Leadership and Instructor Courses:

  • NAUI FIT
  • Skin Diving Instructor
  • Assistant Instructor
  • Divemaster
  • Instructor
  • Instructor Crossover
  • Instructor Trainer
  • Course Director

Kisaran biaya sertifikasi diving untuk NAUI disinyalir pula lebih tinggi dibandingkan dengan institusi lain. Namun tentunya sebanding dengan kualitas serta peluang yang diberikan kepada penyelam dengan sertifikasi.

5. Lisensi PADI

Di Indonesia, lisensi PADI merupakan standar yang digunakan. Sekaligus juga License Diving Indonesia yang paling banyak dimiliki oleh penyelam. Sedangkan di dunia, PADI atau Professional Association of Diving Instructor menjadi institusi terbesar yang menerbitkan lisensi scuba untuk rekreasi.

PADI berdiri di tahun 1961 oleh John Cronin dan Ralph Erickson. Saat ini pusat PADI berada di California, Amerika Serikat.Sebagai penerbit sertifikasi rekreasi scuba diving terbesar di dunia, PADI memiliki komunitas yang solid. Diantaranya berkat berbagai program dan kegiatan yang dimiliki institusi ini. Bukan hanya memiliki program untuk merilis sertifikasi dan pendidikan selam saja. PADI juga memiliki kegiatan aktif seperti konservasi lingkungan sampai PADI Woman Day.

Tingkatan lisensi selam dari PADI:

1. Lisensi Open Water Diver

2. Lisensi Adventure Diver

3. Lisensi Advanced Open Water Diver

4. Lisensi Rescue Diver

5. Lisensi Master Scuba Diver

Mendapatkan License Diving Indonesia

Diantara 5 jenis lisensi selam dari institusi berbeda di atas, penyelam memang tidak perlu memiliki semuanya. Memiliki salah satu lisensi selam saja, sesuai tingkatan dan jenjang program, sudah akan cukup berkualifikasi untuk melakukan penyelaman. Bila berminat untuk mendalami olahraga dan aktivitas selam, baik itu sebagai hobi atau bahkan karir, mendapatkan sertifikat merupakan langkah pertama yang harus dilakukan. Jenis dan tingkatan lisensi yang akan didapatkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Misalnya bila ingin mengembangkan karir sebagai diver profesional bahkan menjadi instruktur, mendalami teknis selam sangat penting. SSI Diving Jakarta bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan lisensi dengan jenjang yang dituju. Syarat untuk mendapatkan lisensi selam harus melalui kursus di Program Sertifikasi Open Water. Penyelam juga harus sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan berenang dasar.

Nantinya akan diberikan pelajaran dengan tingkatan kelas tersendiri. Minimal program kursus selama 4 hari, yang dimulai dari kelas teori, hingga latihan di kolam dan langsung terjun menyelam ke bawah laut. Sedangkan untuk kisaran biaya sertifikasi diving dimulai dengan Rp 4.750.000. Harga tersebut pastinya sebanding dengan pengalaman dan kemampuan yang akan didapat melalui program kursus selam. Selain juga sertifikasi yang dapat langsung mengantarkan menjelajahi keindahan di dasar samudera.

Memiliki lisensi merupakan syarat utama untuk melakukan selam. Sertifikasi diving diperlukan sebagai bukti kemampuan diver untuk menyelam. Termasuk bagaimana menggunakan peralatan selam sampai bertahan serta melindungi diri ketika di bawah air.

Terdapat 5 jenis lisensi dari institusi berbeda. SSI Diving Jakarta merupakan salah satu yang memberikan program sertifikasi selam berjenjang. Sedangkan PADI merupakan standar dan lisensi paling banyak dimiliki di Indonesia. Penyelam paling tidak harus memiliki satu lisensi di antara 5 jenis di atas.

Baca juga: 12 Fakta Menarik Hiu Paus

Blublub Indonesia