fbpx
Categories
Information

Penyakit yang Rentan Dialami Penyelam

Banyak orang menganggap bahwa menyelam adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Tahukah kamu seorang penyelam tidak terlepas dari masalah kesehatan, apalagi jika kamu menyelam tanpa standar keamanan. Masalah kesehatan penyelam ini sangat beragam dari yang ringan sampai yang mematikan.

Masalah kesehatan yang dialami penyelam ini sangat beragam. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui penyakit apa saja yang mungkin bisa dialami setelah melakukan kegiatan menyelam. Khusus untuk kamu blublub akan mengulas secara detail penyakit yang rentan dialami oleh para penyelam.

 

Daftar Penyakit yang Rentan Dialami Oleh Penyelam

Ada 9 daftar penyakit yang rentan dialami oleh para penyelam. Kesembilan penyakit tersebut adalah:

1. Telinga Berdenging atau Tinnitus

Telinga berdenging atau yang disebut dengan tinnitus bukan salah satu penyakit penyelam yang serius. Bisa dikatakan tinnitus bukan penyakit melainkan gejala dari sebuah penyakit.

Tinnitus atau telinga berdenging ini bisa terjadi pada penyelam setelah maupun selama melakukan penyelaman. Penyebab tinnitus adalah adanya cedera pada telinga bagian dalam. Cedera ini disebabkan karena ada masalah di eustachia atau saluran pembersihan pada bagian tengah.

Saluran ini bisa cedera karena tekanan yang masuk ke telinga terlalu tinggi. Tekanan yang tinggi inilah yang bisa menyebabkan telinga berdenging. Jika tekanan sangat tinggi maka resiko terbesarnya adalah membran telinga akan robek.

Tinnitus berisiko besar dialami oleh para penyelam yang sedang mengalami pilek atau flu. Oleh karena itu jika kamu masih flu atau mengalami gangguan pernapasan sangat tidak disarankan untuk melakukan diving. Pastikan kamu dalam keadaan sehat dan prima ketika akan menyelam agar terhindar dari masalah tinnitus ini.

2. Vertigo

Kamu tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan penyakit vertigo? Vertigo seringkali disamakan dengan sakit kepala yang berat dengan disertai penglihatan kabur seperti berputar.

Penyelam mempunyai resiko besar mengalami vertigo ketika sedang melakukan diving atau setelahnya. Vertigo yang dialami oleh penyelam ini dikarenakan adanya perubahan tekanan yang sangat ekstrim ketika berada di dalam laut.

Tekanan air laut yang lebih besar bisa membuat keseimbangan dalam telinga kamu berubah. Karena ketidak seimbangan di dalam telinga inilah yang membuat kamu merasakan vertigo.

Vertigo yang dialami pada saat menyelam cukup berbahaya karena kamu bisa merasa kehilangan arah atau distorsi. Jika hal ini terjadi kemungkinannya kamu akan merasa kesulitan untuk berenang ke permukaan laut karena merasa bingung.

Jika vertigo yang kamu alami sudah parah, risiko lainnya yang bisa kamu alami adalah panik lalu muntah. Muntah dan panik ini bisa menyebabkan penyelam tersedak dan bisa tenggelam.

Tidak hanya pada saat menyelam saja, setelah menyelam kamu juga bisa mengalami vertigo. Vertigo setelah menyelam tidak terlalu berbahaya jika bisa langsung diatasi.

Gejala kau mengalami vertigo setelah menyelam adalah kesulitan untuk berdiri dan duduk. Jika hal ini terjadi maka pertolongan medis harus segera diberikan.

3. Hipotermia

 

Hipotermia tidak hanya bisa dialami oleh pendaki gunung saja, para penyelam justru mempunyai risiko tinggi mengalaminya. Hal ini dikarenakan suhu di bawah laut lebih dingin dibandingkan suhu permukaan.

Penyakit hipotermia ini terjadi ketika suhu tubuh seseorang menurun dengan drastis sehingga menyebabkan orang tersebut menggigil kedinginan. Hipotermia ringan terjadi jika suhu turun 1 sampai dengan 2 derajat saja. Sedangkan jika suhu tubuh turun lebih dari 3 derajat orang tersebut sudah mengalami hipotermia berat.

Ketika penyelam mengalami hipotermia maka gerakannya akan melambat dan lama-lama akan mati rasa. Jika hal ini dibiarkan saja maka lama-lama penyelam akan kehilangan kesadaran.

Hipotermia ini bisa terjadi pada penyelam yang tidak menggunakan pakaian selam lengkap atau pakain selam nya terlalu tipis. Oleh karena itu, penyelam sangat disarankan menggunakan pakain selam yang sesuai dengan standar.

Tidak hanya karena pakaian selam saja, penyelam beresiko besar mengalami hipotermia jika menyelam pada saat musim dingin. Sebenarnya aman saja menyelam pada saat musim dingin, hanya saja pastikan pakaian selam kamu tebal dan bisa menghangatkan tubuh.

4. Emboli Paru

Penyelam juga beresiko mengalami emboli paru atau penyumbatan darah yang menuju paru-paru. Emboli paru ini terjadi ketika pembuluh arteri pulmonalis atau pembuluh dari jantung ke paru-paru tersumbat. Penyumbatan ini membuat paru-paru tidak mendapatkan oksigen sehingga bisa berakibat buruk.

Penyumbatan ini bisa terjadi karena adanya darah yang menggumpal dan menghambat aliran darah. Emboli paru yang terjadi pada penyelam biasanya dikarenakan adanya substansi tak larut masuk ke dalam pembuluh darah. Substansi ini bisa berupa gelembung nitrogen yang masuk ke dalam aliran darah.

Tidak hanya pembekuan darah, emboli paru pada penyelam juga bisa terjadi karena adanya udara yang masuk ke pembuluh darah. Udara inilah yang membuat aliran darah tersumbat dan menyebabkan emboli paru.

Ketika aliran darah tersumbat maka peredaran darah juga menjadi tidak lancar. Karena hal inilah tubuh terutama paru-paru akan kekurangan oksigen. Akibat kekurangan oksigen ini jaringan tubuh akan mengalami kerusakan.

Gejala awal seorang penyelam mengalami emboli paru adalah merasa sesak nafas dan jantung berdenyut lebih cepat. Biasanya gejala juga disertai dengan tekanan darah yang semakin menurun.

5. Narkosis Nitrogen

Narkosis nitrogen atau keracunan oksigen bisa saja terjadi pada penyelam. Keracunan nitrogen memang cukup berbahaya jika terjadi dalam jumlah yang sangat besar. Efek samping keracunan nitrogen juga bisa membahayakan kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Resiko penyelam mengalami narkosis nitrogen ini sebenarnya cukup kecil jika kamu menyelam di kedalaman kurang dari 30 meter. Narkosis nitrogen bisa saja dialami penyelam ketika menyelam di kedalaman lebih dari 30 meter.

Di kedalaman lebih dari 30 meter ini tangki yang berisi campuran nitrogen dan oksigen yang dibawa penyelam sebagai alat bantu nafas bisa berubah. Perubahan gas ini disebabkan oleh tekanan udara yang semakin tinggi. Jika gas ini berubah maka gejala awal yang akan dialami oleh penyelam terlihat seperti mabuk.

Penyelam yang mengalami narkosis nitrogen biasanya akan mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian dan sulit berkonsentrasi. Gejala lainnya adalah mengalami hilang ingatan jangka pendek dan mengalami halusinasi. Efek samping paling parah yang dialami penyelam adalah koma dan meninggal dunia.

Narkosis nitrogen akan meningkat risikonya ketika kamu memaksakan diri untuk menyelam lebih dari 100 meter. Jika peralatan yang kamu gunakan tidak memadai maka narkosis bisa kamu alami. Namun jika menyelam kurang dari 30 meter resiko ini sangat kecil dan hampir tidak akan terjadi.

6. Barodontalgia

Penyakit selanjutnya yang sangat rentan dialami oleh para penyelam adalah barodontalgia. Nama lain dari penyakit ini adalah tooth squeeze yang merupakan gangguan pada mulut dan gigi setelah menyelam.

Barodontalgia ini bisa terjadi setelah penyelam naik ke permukaan laut. Terjadinya penyakit ini disebabkan karena adanya udara yang masuk dan terjebak di dalam rongga gigi. Udara yang terjebak inilah yang menimbulkan rasa nyeri pada gigi.

Namun resiko mengalami penyakit ini sangat kecil jika kondisi gigi kamu dalam keadaan sehat ketika menyelam. Penyelam dengan gigi berlubanglah yang mempunyai resiko besar mengalaminya. Kamu yang baru saja melakukan tindakan medis pada gigi juga mempunyai resiko yang sama besarnya.

Gejala awal jika kamu mengalami tooth squeeze adalah nyeri pada bagian gigi setelah selesai menyelam. Kamu juga bisa mengalami pendarahan di sekitar gusi dan gigi tanggal setelah menyelam. Oleh karena itu, pastikan gigi kamu dalam keadaan sehat ketika akan melakukan aktivitas menyelam.

7. Dekompresi

 

Dekompresi merupakan salah satu penyakit yang mungkin dialami oleh para penyelam. Penyakit ini timbul karena perubahan tekanan pada tubuh yang terlalu cepat.

Biasanya dekompresi terjadi pada penyelam yang secara mendadak naik ke permukaan laut. Ketika kamu tiba-tiba naik ke permukaan laut tekanan di sekitar tubuh kamu akan mendadak berubah dan bisa mencederai otot secara menyeluruh.

Dekompresi sendiri dibedakan menjadi 2 tipe yaitu tipe 1 dan 2. Nama lain dari dekompresi tipe 1 adalah bend. Gejala dari dekompresi tipe ini lumpuhnya sistem otot, kulit, tulang, dan limpa.

Sedangkan dekompresi tipe 2 disebut dengan chokes dan menyerang sistem saraf. Dekompresi tipe 2 ini bisa menyebabkan kelumpuhan total sampai dengan kematian.

Resiko penyelam mengalami dekompresi ini sebenarnya sangat kecil jika kamu melakukan penyelaman sesuai prosedur. Hindari untuk terlalu cepat naik kepermukaan agar terhindar dari penyakit berbahaya ini.

8. Barotrauma

Penyebab barotrauma sebenarnya hampir sama dengan dekompresi yaitu karena terlalu cepat naik kepermukaan. Hanya saja barotrauma ini disebabkan karena penyelam menutup hidungnya dengan tangan ketika terjun ke air.

Menutup hidung dengan tangan ketika terjun memang sangat berbahaya karena bisa merusak telinga. Pada saat menutup hidung udara akan terdorong lebih banyak ke telinga.

Ketika kamu terjun ke air dengan cara ini kemudian tiba-tiba langsung naik bisa menyebabkan kerusakan pada telinga dan paru-paru. Kerusakan telinga dan paru-paru inilah yang disebut dengan barotrauma.

9. Sengatan Hewan Laut

Sebenarnya sengatan hewan laut bukanlah sebuah penyakit melainkan resiko yang mungkin dialami penyelam. Sengatan hewan laut ini cukup berbahaya terutama jika disengat oleh ubur-ubur.

Namun perlu kamu ketahui kekuatan sengatan ubur-ubur tergantung dari spesiesnya. Efek samping yang ditimbulkan karena sengatan hewan laut adalah bengkak, ruam pada kulit, dan rasa nyeri.

Tidak hanya ubur-ubur, ikan pari juga bisa menyengat. Bagian ikan pari yang bisa menyengat adalah ekornya. Sengatan ekor ikan pari lebih berbahaya karena menyebarkan racun sampai ke peredaran darah.

 

Cara Aman Menyelam Agar Terhindar dari Masalah Kesehatan

Apakah kamu menjadi takut menyelam setelah mengetahui penyakit yang rentan dialami oleh para divers?

Menyelam bukanlah hal yang membahayakan selama kamu mengikuti aturan keamanan penyelam. Resiko terkena penyakit yang sudah dijelaskan sangat kecil bahkan tidak akan terjadi jika kamu menyelam sesuai dengan standar.

Ada beberapa cara yang perlu kamu lakukan agar terhindar dari semua resiko dan penyakit ketika menyelam, yaitu:

  • Pastikan jika semua peralatan selam sudah sesuai standar dan dalam keadaan baik.
  • Hindari untuk menyelam sendirian, usahakan minimal kamu menyelam bersama dengan 1 orang.
  • Naiklah ke permukaan secara perlahan dan tidak tergesa-gesa. Kamu bisa berhenti sejenak beberapa kali sebelum naik ke permukaan.
  • Jangan pernah menambah kedalaman secara mendadak atau mengubah rencana awal penyelaman tanpa pertimbangan yang baik.

Sekarang kamu tidak perlu takut lagi untuk menyelam. Keindahan alam bawah laut Indonesia sangat indah dan wajib kamu nikmati.

Tidak perlu khawatir dengan masalah kesehatan penyelam yang mungkin kamu alami. Selama kamu menyelam dengan peralatan standar dan tidak melanggar aturan keamanan maka semua penyakit tersebut tidak akan pernah kamu alami.

Baca juga : Bagaimanakah Diving di Era New Normal?

Blublub Indonesia