fbpx
Categories
Information

6 Risiko Menyelam Menggunakan Lensa Kontak

Menyelam bukan hanya sebagai olahraga yang memberi manfaat kesehatan. Melainkan juga rekreasi, menikmati keindahan bawah laut. Bila memiliki gangguan penglihatan akan ada banyak risiko menyelam dengan lensa kontak.

Lensa kontak memang sebaiknya tidak digunakan saat berada di dalam air. Termasuk juga ketika diving. Ada berbagai risiko berbeda yang mungkin muncul bila memaksakan diri untuk menggunakan lensa kontak saat menyelam.

Sedikit berbeda dengan berenang, saat menyelam memang menggunakan masker khusus. Diving mask yang digunakan akan melindungi daerah mata dan hidung. Salah satunya untuk menghindari terjadinya infeksi mata.

Penggunaan diving mask saat menyelam ini bukan berarti penyelam boleh menggunakan lensa kontak. Meski dilindungi dengan masker, ada berbagai risiko menyelam saat menggunakan lensa kontak.

Agar lebih jelas, berikut ini merupakan bahaya penggunaan lensa kontak ketika menyelam.

6 Risiko Menyelam Dengan Lensa Kontak yang Wajib Diwaspadai

1. Mata Menjadi Merah

Menggunakan lensa kontak ketika menyelam berisiko menyebabkan mata merah. Hal ini disebabkan karena tekanan yang dialami mata saat berada di bawah air. Meski penyelam menggunakan diving mask.

Tekanan tersebut membuat mata menjadi tidak nyaman. Hingga akhirnya menjadi merah.

Rasa tidak nyaman yang dialami mata hingga menyebabkan merah sebenarnya bukan hanya terjadi ketika menyelam. Saat menggunakan lensa kontak sehari-hari pun, mata bisa menjadi merah bila terkena tekanan berlebih. Seperti ketika terkena angin, atau tertekan tangan.

Mata yang menjadi merah lama-kelamaan bisa memunculkan iritasi. Sehingga memang sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak saat menyelam atau berenang.

2. Iritasi Mata

Iritasi mata menjadi risiko lensa kontak dengan penggunaan tidak tepat. Iritasi mata memang bukan hanya berpotensi terjadi ketika menggunakan kontak lensa saat menyelam. Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat juga memungkinkan terjadinya iritasi pada mata.

Mata bisa mengalami iritasi untuk berbagai alasan berbeda. Tekanan dan mata merah yang dibiarkan terus menerus salah satunya.

Selain itu kandungan di dalam air laut juga memungkinkan terjadinya iritasi pada mata. Belum lagi berbagai kuman dan bakteri yang mungkin ada di dalam air.

Iritasi saat menyelam menggunakan lensa kontak biasanya diawali dengan gejala mata merah. Kemudian mata akan terasa gatal dan kering. Bila iritasi mata tidak ditangani dengan serius maka bisa berakibat fatal menjadi kebutaan.

3. Mata Gatal dan Kering

Banyak penyelam yang merasa akan aman-aman saja saat menggunakan lensa kontak karena adanya masker. Diving mask dinilai mampu melindungi mata. Sehingga tidak akan berakibat apa-apa bila menggunakan lensa kontak.

Terlebih lagi, berbeda dengan menggunakan lensa kontak saat berenang atau mandi, diving mask cukup memberi perlindungan pada mata. Di diving mask ada kantong udara yang salah satu fungsinya mencegah air laut terkena langsung ke mata.

Sehingga banyak penyelam menganggap cukup aman untuk menggunakan lensa kontak. Padahal justru sebaliknya.

Meskipun di diving mask ada kantong udara yang mencegah kebocoran, bukan berarti mata sepenuhnya aman. Terutama ketika menggunakan lensa kontak. Kemungkinan mata mengalami gatal dan kering sangat besar.

Di air laut terdapat kandungan garam yang tinggi. Dimana akan memberikan efek berbeda untuk tubuh. Konsentrasi garam yang tinggi ini menyebabkan mata menjadi kering.

Untuk itu, dari pada menggantungkan kesehatan mata pada diving mask. Sebaiknya menghindari menggunakan lensa kontak untuk meminimalisir risiko menyelam.

4. Mengalami Perih di Mata

Rasa pedih dan perih di mata berbeda dengan gatal maupun kering. Selain itu rasa pedih yang dialami di mata juga menjadi salah satu gejala terjadinya iritasi.

Ketika menggunakan lensa kontak saat menyelam, besar kemungkinan pasir halus terperangkap diantara lensa dan kornea mata. Akibatnya mata akan terasa perih.

Pedih di mata ini juga bisa karena masuknya kotoran ke dalam mata. Kemungkinan lensa kontak yang bergeser juga bisa menyebabkan muncul rasa pedih tersebut.

Menggunakan diving mask yang tepat dan sesuai bentuk tubuh membantu menghindari masuknya kotoran, pasir, sampai hewan-hewan kecil di mata. Walau penggunaan lensa kontak memang memperbesar kemungkinan risiko masuknya kotoran sampai pasir halus.

5. Konsentrasi Terpecah Saat Menyelam

Saat menyelam, konsentrasi dan ketenangan sangat penting. Penyelam harus melakukan teknik pernafasan sampai dekompresi sembari turun ke kedalaman air. Fokus yang tinggi sangat dituntut untuk kegiatan ini.

Menggunakan lensa kontak ketika diving akan memperjelas pandangan mata. Pemandangan indah di dalam air juga akan bisa lebih dinikmati. Terlebih bila kamu memiliki gangguan mata minus.

Di sisi lain, masalah-masalah yang mungkin muncul saat menggunakan lensa kontak justru bisa berbahaya. Salah satunya memecah konsentrasi saat menyelam.

Mata yang terasa gatal, perih, sampai kering pasti akan memunculkan rasa tidak nyaman. Padahal ketika menyelam, kenyamanan merupakan faktor keselamatan dan keamanan.

Rasa tidak nyaman ini bisa-bisa membuat penyelam ingin menggaruk mata. Dimana untuk melakukan hal tersebut harus membuka diving mask sekaligus perlengkapan selam lain yang dikenakan. Ini tentu saja akan memecah konsentrasi dan menjadikan menyelam tidak lagi menyenangkan.

Konsentrasi yang pecah sangat berisiko untuk penyelam. Ketika penyelam tidak bisa fokus melakukan dekompresi misalnya, maka kemungkinan terjadi barotrauma semakin besar. Belum lagi berbagai risiko lain yang mungkin muncul karena rasa tidak nyaman ini.

6. Infeksi Acanthamoeba

Risiko menyelam dengan lensa kontak yang paling ditakutkan merupakan infeksi bakteri. Tidak sembarang bakteri, melainkan Acanthamoeba.

Acanthamoeba Keratitis adalah bakteri yang hidup di air. Paling sering ditemukan di air keran, danau, sampai laut.

Seperti disinggung di atas, menyelam memang jauh lebih aman karena menggunakan diving mask. Masker ini akan melindungi wajah dan mata dari berbagai bahaya di air laut. Misalnya dari debu, pasir halus, hewan-hewan kecil, air laut yang berkonsentrasi garam tinggi, sampai bakteri.

Meski lebih aman, bukan berarti diving mask tidak rawan kebocoran. Jika hal ini terjadi, kemungkinan mata terinfeksi bakteri akan semakin besar.

Bakteri Acanthamoeba Keratitis hidup di air dan sifatnya seperti parasit. Ketika bakteri ini sudah menempel ke kornea mata melalui lensa kontak, maka akan menggerogoti kornea mata.

Akibatnya sangat parah. Infeksi Acanthamoeba Keratitis pada mata bisa menyebabkan kehilangan penglihatan. Untuk mengatasinya akan dibutuhkan donor kornea mata.

Acanthamoeba Keratitis memang bukan hanya berpotensi menjadi parasit saat lensa kontak digunakan menyelam. Kebiasaan mencuci lensa kontak dengan air keran juga bisa menyebabkan infeksi bakteri satu ini.

Untuk menghindari terjadi infeksi dengan Acanthamoeba Keratitis selain memastikan menggunakan cairan khusus untuk mencuci lensa kontak. Juga menghindari penggunaan lensa kontak ketika diving.

Berbagai risiko menyelam dengan lensa kontak di atas memang sering kali tidak langsung dirasakan. Beberapa penyelam mungkin hanya akan mengalami mata merah sampai kering yang bisa cepat diatasi dengan obat tetes saat sudah naik ke daratan.

Namun bila kebiasaan tersebut berlanjut, dan terus menerus menyelam menggunakan lensa kontak berbagai risiko lain mungkin muncul. Mata akan lebih mudah terkontaminasi dengan bakteri, kuman, serta debris lain yang ada di air laut. Bahkan tekanan dari air laut bisa menyebabkan mata menjadi iritasi.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar tetap bisa melihat jelas saat menyelam? Terutama bila memiliki mata minus atau gangguan penglihatan?

Tips Menghindari Risiko Lensa Kontak Saat Menyelam


Untuk menghindari risiko lensa kontak memang dengan tidak menggunakan selama menyelam. Di sisi lain ini bukan solusi untuk penyelam yang memiliki gangguan penglihatan. Mata yang minus menyebabkan penyelam tidak bisa puas menikmati keindahan bawah laut.

Berikut ini merupakan beberapa tips yang bisa dilakukan selain menggunakan lensa kontak ketika diving.

1. Pastikan Diving Mask Benar-benar pas

Bila terpaksa harus menggunakan lensa kontak, pastikan diving mask benar-benar pas. Coba lebih dulu apakah diving mask sudah sesuai dan mengikuti bentuk wajah.

Setelah itu pastikan juga diving mask melekat dengan pas. Baik itu untuk bentuk sampai karet yang digunakan pada masker.

Diving mask yang sesuai serta pas digunakan seharusnya bisa melindungi mata. Termasuk ketika menggunakan lensa kontak.

2. Jangan Terlalu Sering

Penggunaan lensa kontak yang terlalu sering saat menyelam bisa sangat berbahaya. Untuk itu pastikan untuk tidak terlalu sering dalam menggunakan lensa kontak. Terlebih untuk menyelam.

Pastikan juga untuk membersihkan lensa kontak dengan cairan khusus. Sehingga menekan risiko infeksi yang mungkin muncul saat digunakan menyelam.

Lebih baik lagi memang tidak menggunakan lensa kontak sama sekali selama diving.

3. Perhatikan Kondisi Mata

Tips untuk menghindari risiko lensa kontak berikutnya dengan memperhatikan kondisi mata. Seperti dibahas di atas, mata yang terasa tidak nyaman karena penggunaan lensa kontak bisa berbahaya selama menyelam.

Agar hal ini tidak terjadi, ketika mata sudah mulai terasa gatal segera naik ke permukaan. Begitu juga bila terasa tidak nyaman di mata. Bisa saja lensa kontak kurang tepat ketika digunakan atau lainnya.

4. Gunakan Diving Mask Khusus Untuk Mata Minus

Saat ini memang sudah ada diving mask khusus untuk mata minus. Seperti juga kacamata renang yang tersedia untuk gangguan mata minus.

Pastinya untuk menggunakan diving mask khusus harus sesuai dengan ukuran minus mata. Saat ini diving mask untuk mata minus sudah tersedia mulai dari ukuran minus 0,5 sampai 10,0. Harganya juga cukup terjangkau. Tidak terlalu berbeda jauh dengan diving mask yang biasa digunakan.

Menggunakan diving mask khusus untuk mata minus memang memang solusi terbaik menghindari risiko menyelam dengan lensa kontak. Penyelam tetap akan bisa melihat pemandangan indah di bawah air dengan nyaman. Selain juga menghindari berbagai risiko bahaya yang muncul.

5. Operasi Lasik Mata

Pilihan lain untuk mengatasi risiko lensa kontak tentu dengan operasi lasik. Operasi lasik akan mengatasi gangguan mata minus. Mengembalikan keadaan penglihatan menjadi sempurna dan baik kembali. Tidak lagi deh diperlukan untuk menggunakan lensa kontak.

Operasi laser mata TransPRK dipercaya menjadi salah satu paling aman. Terutama bagi kamu yang hobi menyelam. Operasi laser TransPRK mengurangi risiko pergeseran flap karena tekanan air, yang bisa menyebabkan komplikasi.

Selain itu juga tidak perlu khawatir akan ada lapisan pasir halus yang masuk ke celah flap bila melakukan jenis operasi ini.

Menggunakan lensa kontak untuk menyelam memang sangat tidak dianjurkan. Terdapat berbagai risiko menyelam yang akan mempengaruhi keadaan mata dengan penggunaan lensa kontak.

Bahaya seperti mata merah dan iritasi. Sampai infeksi Acanthamoeba Keratitis yang menyebabkan kebutaan akan semakin besar ketika menggunakan lensa kontak.

Untuk menghindari bahaya dan risiko menyelam dengan lensa kontak tersebut, memilih diving mask sangat penting. Baik itu diving mask yang sesuai dan pas, sampai diving mask khusus untuk mata minus.

Blublub Indonesia