fbpx
Categories
Information Uncategorized

Sejarah Dan Perkembangan Diving Di Indonesia

Buat kamu yang suka banget sama olahraga scuba diving, pernah tidak berpikir kenapa aktivitas air satu ini bisa ada di Indonesia? Nah, kali ini kami akan mengulas tentang sejarah selam di Indonesia dan kenapa olahraga ini bisa populer banget bagi kalangan pecinta dunia bawah laut.

Meskipun olahraga satu ini bukan asli dari Indonesia, sejarah penyelaman di Indonesia cukup menarik untuk dipelajari. Untuk lebih lengkapnya, yuk ikuti terus artikel yang sudah kami siapkan ini!

Mengapa Scuba Diving Bisa Lahir?

Belum ada yang bisa memastikan kapan diving atau kegiatan menyelam lahir untuk pertama kalinya. Yang jelas, kegiatan untuk menyelam di air sudah dilakukan sejak zaman manusia purba. Tentu saja kegiatan ini dilakukan untuk bertahan hidup yaitu menangkap ikan untuk makanan mereka sehari-hari.

Peralatan yang digunakan pun sangat primitif yaitu batu sebagai alat pemberat. Metode menyelam pada masa itu dilakukan dengan cara melompat dari tebing atau bebatuan tinggi dengan memeluk batu supaya mereka bisa menjangkau dasar laut.

Tanpa bantuan alat apapun, manusia zaman dulu harus menahan nafas untuk bisa bertahan di dalam air. Selain itu, kekuatan mereka dalam mengayuh kaki juga berperan penting dalam melakukan kegiatan penyelaman.

Selama masa-masa perang dunia, kegiatan penyelaman sebagian besar dilakukan oleh kaum militer untuk memenangkan perang di laut. Militer negara-negara besar mulai mengembangkan peralatan menyelam seperti google atau masker, regulator dan tabung oksigen.

Setelah peperangan berakhir, kegiatan penyelaman mulai banyak dilakukan oleh masyarakat sipil. Dan kegiatan menyelam hingga peralatannya yang masih sederhana mulai dikomersialisasi.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai melihat pentingnya aspek keselamatan dalam penyelaman. Alat-alat yang berhasil diciptakan untuk kegiatan air ini adalah SCUBA atau Self Contained Underwater Breathing Apparatus. Dan sejak saat ini pula, sejarah scuba diving terlahir.

Bisa dikatakan kalau scuba diving bukanlah kegiatan penyelaman yang memiliki umur yang tua. Scuba diving pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 1950 an, sehingga olahraga air ini baru berumur sekitar 60 tahunan.

Para pelatihnya pun dulu sebagian besar adalah pensiunan tentara angkatan laut yang menitikberatkan pada pentingnya kekuatan fisik dan mental saat berada di dalam air. Yang menjadi permasalahannya adalah, para anak didik mereka tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk benar-benar menyelam di lautan terbuka.

Hingga pada akhirnya pencinta kegiatan selam yang kebanyakan digawangi anak muda Amerika ini berhasil membuat organisasi sertifikasi penyelam pertama dalam sejarah. Organisasi yang berhasil didirikan adalah Los Angeles County, YMCA Scuba Program, dan NAUI (National Association of Underwater Instructors).

Para penyelam yang tergabung dalam organisasi ini mulai melakukan perjalanan dan penjelajahan bawah laut di luar Amerika Serikat. Dan mereka berhasil menyebarkan skill-skill menyelam pada penyelam di seluruh dunia.

Sejarah Dan Perkembangan Scuba Diving Di Indonesia

  • Sejarah Scuba Diving Di Indonesia

Sejarah perkembangan selam di Indonesia tidak jauh dari sejarah selam di negara lain. Masuknya olahraga selam ke nusantara rupanya erat banget kaitannya dengan Perang Dunia Ke-II dan militer Indonesia.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di luar negeri mendapatkan pendidikan dan keahlian menyelam untuk menjalankan misi selama peperangan. Setelah peperangan selesai, TNI yang bertugas di luar ini kemudian kembali ke Indonesia dan mulai menyebarkan keterampilan menyelam mereka.

Tepatnya pada tahun 1960 an, TNI memiliki pasukan bawah air yang dikenal dengan nama Komando Pasukan Katak. Menyelam adalah salah satu keahlian yang wajib dimiliki oleh tentara yang tergabung dalam barisan komando ini.

Pada tahun 1973, beberapa tokoh masyarakat seperti Sudomo, Adam Malik, Urip Santoso dan Saleh Basarah berhasil membentuk NDC (Nusantara Diving Club) dan SDC (Surabaya Diving Club). Kedua organisasi selam ini berinduk pada organisasi utama yaitu PEROPI (Persatuan Olahraga Perairan Indonesia).

Tanggal 4 Agustus 1977, PEROPI keluar dari organisasi angkatan laut dan berdiri sendiri menjadi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia atau POSSI.

  • Perkembangan Scuba Diving Di Indonesia

Perkembangan scuba diving di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran POSSI dalam mempromosikan wisata bahari Indonesia khususnya dunia bawah laut. Sejak dibentuk, organisasi penyelam satu ini terus gencar mempromosikan kelas-kelas menyelam.

Mulai tahun 1980 an, kegiatan menyelam kemudian melebarkan sayapnya ke area rekreasi dan olahraga air dan tidak terbatas pada bidang keamanan dan pertahanan negara. Pada era ini pula, klub atau kelompok pecinta olahraga selam terus bermunculan.

Di periode yang sama, dimasukkannya olahraga selam menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan pada PON (Pekan Olahraga Nasional) tahun 1981 juga menjadi titik penting perkembangan olahraga air satu ini.

Selain itu, kepopuleran olahraga selam sebagai salah satu aktivitas bawah air yang menyenangkan semakin meningkat sejak kedatangan training agency asing yang memberikan pelatihan dan sertifikasi.

Beberapa bukti keberhasilan POSSI dan diving agencies dalam memperkenalkan olahraga air ini ke masyarakat luas adalah meningkatnya toko-toko penjual diving gear, kelas-kelas menyelam semakin banyak dibuka, dan tingginya animo masyarakat dalam melakukan kegiatan penyelaman.

Sejak itu pula, semakin banyak orang tertarik untuk menjelajahi situs-situs penyelaman yang ada di seluruh Indonesia. Saking populernya, di kawasan kampus atau sekolah-sekolah tinggi mulai lahir klub pecinta selam yang membuat olahraga ini semakin banyak dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.

Salah satu universitas yang gencar banget mempromosikan olahraga selam adalah Universitas Bung Hatta, Sumatera Barat. Mahasiswa yang tergabung dalam Bung Hatta Diving Club maupun alumninya memiliki peran penting dalam perkembangan aktivitas penyelaman di provinsi ini.

Bahkan, klub kampus satu ini berhasil menggaet pemerintah melalui LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) untuk memberikan diklat penyelaman kepada masyarakat luas.

Selain di Sumatera Barat, tidak lengkap rasanya kalau kami tidak menyebut Bali sebagai pioneer utama perkembangan aktivitas menyelam di Indonesia. Sebagai salah satu destinasi utama wisatawan domestik dan mancanegara, Bali berhasil menawarkan keindahan bawah laut bagi para penyelam.

Mulai dari Bali, pengembangan aktivitas menyelam semakin digencarkan hingga ke daerah lain seperti Derawan, Raja Ampat, Labuan Bajo, Bunaken dan wilayah Indonesia lainnya. Tidak heran jika Indonesia dikatakan sebagai surganya para penyelam.

Perkembangan Diving Gear di Indonesia Dari Waktu Ke Waktu

Membahas sejarah dan perkembangan diving di Indonesia tentu tidak akan lengkap kalau kami tidak membahas perkembangan diving gear atau peralatan menyelam.

Saat diving pertama kali lahir, diving gear bisa dikatakan cukup terbatas dan belum bisa menjamin keselamatan hingga 100 persen. Namun sejak olahraga air ini kian populer dan perkembangan teknologi penyelaman semakin canggih, peralatan menyelam juga semakin diperbaiki kualitasnya.

Selain itu, karena peralatan menyelam ini sangat terbatas, orang-orang yang ingin menjelajahi dunia bawah laut dulu harus merogoh kocek yang sangat mahal. Jangankan untuk membeli dan memiliki peralatannya, untuk menyewa saja kamu harus menghabiskan uang yang sangat banyak.

Tidak hanya peralatannya yang mahal, tetapi kamu juga dituntut untuk memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Untuk menyelam di masa lalu, kamu harus memiliki stamina fisik yang baik dan kemampuan berenang yang tinggi karena kamu akan menggunakan kayuhan kaki untuk mengatur kecepatan dan kedalaman air.

Untungnya, penemuan dan pengembangan beberapa diving gear di bawah ini membuat kegiatan menyelam menjadi lebih mudah, aman dan menyenangkan. Berikut adalah alat-alat menyelam yang memberikan dampak besar pada perkembangan olahraga air satu ini:

1. Buoyancy Compensator Device (BCD)

 

Sejak perangkat BCD ditemukan di akhir 1970 an, kegiatan menyelam mengalami perubahan yang sangat signifikan. BCD adalah alat yang penting bagi keselamatan kamu dan berfungsi untuk mengatur daya apung kamu selama berada di dalam air.

Dengan alat ini, kamu bisa mengapung secara darurat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berada di dasar laut. Jika dikembangkan, alat ini akan mendorong badan kamu kembali ke permukaan.

2. Tank atau Tabung Oksigen

Tidak hanya BCD, peralatan penting lain seperti tangki oksigen juga mengalami kemajuan yang pesat. Dulu, tangki oksigen terbuat dari material besi sehingga mudah karatan atau mengalami korosi akibat air laut. Selain itu, beratnya juga lumayan berat sehingga cukup menyusahkan para penyelam.

Saat ini tangki oksigen sebagian besar dibuat dari material aluminium dan lebih tahan terhadap korosi akibat air laut. Selain itu, daya apungnya juga cenderung lebih netral dan beratnya jauh lebih ringan dibandingkan dengan tangki besi.

3. Regulator

Regulator merupakan alat selam yang memiliki fungsi untuk membantu kamu tetap bernafas selama berada di dalam air. Alat ini mengantarkan udara dari tabung oksigen ke dalam tubuh kamu melalui mulut.

Dibandingkan dengan regulator zaman old, regulator yang dijual dan digunakan saat ini sudah bisa mengontrol tekanan di dalam air yang disesuaikan dengan tingkat kedalamannya. Sehingga, kamu dan para penyelam lain bisa lebih rileks tanpa harus pusing memikirkan tekanan udara yang masuk ke dalam mulut kamu.

4. Dive Computer

Dive komputer adalah sebuah alat yang berisi informasi mengenai kedalaman air, tekanan udara serta suhu di sekitar. Alat ini juga memiliki fungsi untuk mengingatkan para penyelam berapa sisa waktu yang mereka punya di dalam air.

Dulu saat dive computer belum diciptakan, para penyelam harus melakukan kalkulasi atau perhitungan di atas kertas sebelum masuk ke dalam air. Orat oret di kertas ini dilakukan untuk menghitung dekompresi agar penyelam tidak mengalami masalah kesehatan mendadak saat berada di dalam air.

5. Rebtreather

Sebuah tangki oksigen memiliki kapasitas udara yang sudah ditentukan. Kalau kamu adalah penyelam yang cukup boros dalam menggunakan oksigen selama menyelam, maka durasi kamu di dalam air akan semakin sebentar.

Rebreather adalah alat yang bisa membantu kamu untuk berada di dalam air dengan waktu yang lebih lama. Dengan menggunakan rebreather dan campuran nitrox yang tepat, kamu bisa menyelam hingga 3 jam lamanya.

Selain itu, dengan menggunakan alat ini, sisa udara dari pernafasan kamu tidak akan menghasilkan gelembung-gelembung udara. Sehingga ikan-ikan di sekitar kamu tidak akan takut dan tentu saja kamu bisa bermain dengan mereka lebih dekat dan lama.

Nah itu dia sejarah selam dan perkembangannya di Indonesia! Cukup menarik bukan? Selain punya kemampuan untuk menyelam, memiliki pengetahuan tentang sejarah olahraga air yang kamu suka ini pasti bikin kamu makin cinta sama diving dan dunia bawah laut!

Blublub Indonesia