fbpx
Categories
Information

Waspadai Penyakit Pada Telinga Saat Berenang Dan Menyelam

Berenang dan menyelam adalah aktivitas di dalam air yang menyenangkan. Sayangnya, kegiatan seru ini bukan berarti tanpa resiko. Kamu harus mewaspadai gejala sakit telinga selepas mandi kolam supaya tidak semakin parah.

Gangguan pada telinga setelah kamu berenang dan menyelam biasanya terjadi karena air yang digunakan terkontaminasi oleh zat-zat yang tidak baik. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang berpengaruh dan akan dijelaskan lebih lengkap di pembahasan artikel ini.

Ada beberapa penyakit yang bisa terjadi sama telinga kamu setelah berenang dan menyelam. Berikut adalah daftar dan penjelasannya secara lengkap:

Swimmer’s Ear Atau Otitis Externa

Swimmer’s Ear adalah sebuah penyakit telinga yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus atau Pseudomonas atau Streptococcus. Ada beberapa alasan mengapa kamu bisa terinfeksi bakteri Streptococcus, yaitu:

1. Terlalu Sering Membersihkan Telinga

Siapa sangka jika kotoran telinga kamu memiliki manfaat penting dalam mencegah masuknya bakteri penyebab sakit telinga. Jika kamu terlalu sering membersihkan telinga, maka bakteri akan lebih mudah masuk.

Selain itu, terlalu sering membersihkan telinga juga memiliki resiko terkelupasnya kulit hingga terluka. Jika bakteri masuk ke kulit yang terluka, bisa menyebabkan infeksi yang lebih serius.

2. Memasukkan Benda-Benda Ke Dalam Telinga

Memasukkan cotton bud untuk membersihkan telinga mungkin adalah cara paling aman. Namun tidak sedikit orang yang memasukkan jepitan rambut, lidi, tutup pulpen hingga jari ke dalam telinga untuk menghilangkan kotoran.

Jika benda-benda ini tidak bersih dan steril, bukannya menghilangkan kotoran malah menambah bakteri atau kuman yang berkembang di dalam saluran telinga.

3. Saluran Telinga Terlalu Lembab

Setelah berenang atau menyelam, air yang masuk ke dalam saluran telinga bisa mengikis kotoran telinga. Selain itu, air juga membuat kulit di sekitar saluran telinga menjadi lembab dan membuat bakteri senang hidup di sana. Semakin banyak bakteri yang berkembang, maka resiko swimmer ear semakin tinggi.

4. Faktor Umur

Meskipun penyakit satu ini bisa menyerang siapa saja, penyakit ini lebih rentan terjadi pada anak-anak dan remaja. Terlebih lagi jika mereka cukup aktif dan sering berkeringat, bakteri akan semakin mudah tumbuh.

5. Saluran Telinga Yang Sempit

Saluran telinga yang sempit membuat telinga kamu yang basah akibat berenang susah untuk dikeringkan.

6. Kulit Telinga Yang Sensitif

Kulit telinga yang sensitif terhadap kandungan yang ada dalam air, produk kecantikan ataupun persiapan juga memiliki andil dalam menyebabkan berkembangnya bakteri Streptococcus di telinga kamu, lho!

Telinga sakit akibat infeksi bakteri ini sebenarnya tidak terlalu buruk karena hanya menyerang bagian luar dari saluran telinga.

Tentu saja infeksi ini bisa semakin parah jika dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik di masa awal infeksi. Supaya kamu bisa segera menangani penyakit ini, kamu harus mengenali symptoms atau gejala awal penyakit ini yaitu:

  • telinga kamu mengeluarkan cairan berwarna bening namun tidak berbau
  • daun dan saluran telinga berwarna kemerahan
  • gatal-gatal pada daun dan saluran telinga
  • jika daun telinga ditarik atau tragus (tonjolan kecil pada telinga) ditekan, akan terasa sakit atau tidak nyaman
  • telinga rasanya seperti penuh.

Jika kamu atau keluargamu sudah mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya kamu segera menghubungi dokter THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) terdekat. Untuk gejala ringan, dokter biasanya hanya akan memberi resep obat tetes telinga.

Selama kamu menggunakan obat dan dalam proses pemulihan kamu harus mengikuti hal-hal berikut ini:

  • tidak bepergian menggunakan pesawat terbang
  • tidak berenang
  • memakai shower cap atau penutup kepala yang menjangkau telinga selama mandi
  • menggunakan penutup telinga saat mandi
  • hindari memakai earphone yang langsung bersentuhan dengan saluran telinga.

Barotrauma

Semakin dalam laut, maka semakin tinggi tekanan air terhadap benda-benda di sekitarnya. Jika kamu suka menyelam di lautan yang dalam, tekanan air yang tinggi bisa menyebabkan gangguan pada gendang telinga kamu.

Salah satu saluran pada telinga yang penting dalam menjaga keseimbangan tekanan dari luar dan di dalam telinga adalah saluran Eustachius. Saluran ini menghubungkan bagian belakang dan tengah gendang telinga dengan tenggorokan sampai rongga hidung bagian belakang.

Dalam kondisi normal, saat kamu menyelam, saluran ini akan membuka secara otomatis dan langsung menyeimbangkan tekanan air dengan tekanan udara di belakang gendang telinga.

Sebaliknya, jika saluran ini terganggu dan tidak bisa terbuka secara normal, maka tekanan dari luar akan mendesak gendang telinga dan menyebabkan rasa sakit yang cukup besar.

Jika kamu mengabaikan masalah ini, kamu beresiko mengalami barotrauma atau cedera telinga akibat tekanan yang berubah drastis pada gendang telinga. Adapun gejala ringan dari penyakit barotrauma adalah:

  • telinga sakit dan nyeri
  • kemampuan mendengar terganggu dan berkurang
  • pusing
  • kedua telinga terasa penuh dan tidak nyaman

Jika selama menyelam kamu mengalami gejala ringan di atas dan masih ada di dalam air, sebaiknya kamu secara pelan-pelan naik ke atas menuju permukaan. Jangan tergesa-gesa apalagi panik karena bisa menyebabkan tekanan yang berubah terlalu mendadak.

Kamu bisa meminta bantuan rekan kamu untuk membantu mengeringkan telinga kamu. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam telinga apabila kamu masih merasa tidak nyaman.

Jika setelah naik ke permukaan kamu masih mengalami gejala ringan di atas, maka kamu harus berhenti menyelam dan beristirahat. Kebanyakan gejala barotrauma bisa sembuh dengan sendirinya tanpa butuh penanganan dari dokter. Untuk mencegah hal yang lebih parah kamu bisa:

  • Memakan dan mengunyah permen karet
  • Menelan ludah
  • Mencoba untuk menguap
  • Jika ketiga hal di atas tidak berhasil, kamu bisa melakukan dekompresi (menutup dan menjepit hidung kamu. Kemudian ambil nafas lewat mulut, dan mengeluarkannya dengan keras melalui hidung).

Jika kamu mengabaikan masalah ini dan memaksa untuk terus menyelam, kamu bisa mengalami gejala yang lebih parah seperti:

  • Telinga mendengung
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri telinga yang hebat
  • Vertigo atau pusing yang sangat parah
  • Keluar cairan bahkan darah dari dalam telinga
  • Kehilangan pendengaran

Untuk mengatasi gejala yang parah ini, kamu harus segera menghubungi dokter untuk pemeriksaan yang lebih lanjut. Biasanya dokter akan meresepkan obat paracetamol atau ibuprofen sebagai pereda rasa nyeri.

Infeksi Jamur Telinga

Penyakit telinga selanjutnya yang perlu kamu waspadai saat berenang atau menyelam adalah infeksi jamur atau otomikosis. Infeksi yang juga dikenal dengan nama jangkitan kulat dalam telinga ini diakibatkan oleh jamur Aspergillus dan Candida.

Infeksi ini bisa terjadi di lubang telinga hingga menjangkau gendang telinga.

Saat kamu berenang atau menyelam, air akan masuk ke dalam telinga dan mengikis kotoran telinga kamu. Seperti yang dituliskan sebelumnya, kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi untuk mencegah dan menyaring bakteri dan jamur yang akan masuk ke telinga.

Jika kamu tinggal di iklim tropis dan suka berenang di air yang hangat dan terkontaminasi, infeksi ini cukup sering terjadi. Penderita diabetes juga rentan terjangkit jamur satu ini. Adapun gejala dari infeksi jamur telinga adalah:

  • Telinga berdengung
  • Telinga bengkak
  • Telinga gatal
  • Kulit telinga mengalami pengelupasan
  • Telinga berwarna kemerahan
  • Keluar cairan baik berwarna bening, kuning, hijau, hitam ataupun abu-abu
  • Sakit atau nyeri pada telinga.

Sebagai penanganan awal, kamu bisa mengeringkan telinga kamu secara perlahan dengan memiringkan kepala kamu ke arah bawah. Setelah itu, kamu bisa segera mengunjungi dokter THT agar segera dibersihkan. Jangan memasukkan benda apapun termasuk cotton bud ke dalam telinga.

Apabila infeksi jamur telinga kamu sudah parah dan menimbulkan gejala seperti:

  • Demam
  • Pusing
  • Nyeri telinga yang parah
  • Cairan telinga terus keluar dan semakin banyak
  • Pendengaran terganggu
  • Telinga keluar darah atau nanah

Maka dokter akan segera melakukan tindakan pengobatan.

Adapun tindakan yang biasanya dilakukan dokter untuk mengobati infeksi jamur ini adalah:

  • Pemberian obat tetes telinga seperti clotrimazole dan fluconazole atau obat tetes lain yang mengandung 2 persen asam asetat atau 5 persen aluminium asetat. Obat ini digunakan beberapa kali dalam sehari, selama kurang lebih satu minggu.
  • Pemberian obat minum atau oral seperti itraconazole, acetaminophen, dan antiinflamasi non-steroid. Obat minum ini biasanya diberikan kepada pasien yang terjangkit jamur Aspergillus yang bisa menahan khasiat obat tetes telinga biasa.
  • Pemberian cairan pembersih telinga yang khusus yang mengandung Hidrogen Peroksida 3 persen, Fenol Gliserin dan Natrium Dokusat. Meskipun cairan pembersih telinga ini bisa didapatkan dengan mudah di apotik terdekat, ada baiknya kamu periksa dulu ke dokter.
  • Pemberian obat topikal atau salep dan krim. Obat ini biasanya dianjurkan hanya untuk penggunaan bagian luar telinga. Jadi jangan sekali-kali memasukkan obat ini ke bagian dalam telinga kamu, ya! Selalu diskusikan dengan dokter THT kamu sebelum menggunakan obat telinga.
  • Pemberian obat non-resep atau yang sering dikenal dengan obat rumahan. Ada beberapa bahan rumahan yang bisa kamu gunakan untuk mengobati telinga kamu yang terinfeksi jamur seperti cuka, cairan bawang putih, dan terapi air panas.

Meskipun demikian, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai dosis dan cara penggunaannya supaya tidak salah.

Cara Mencegah Penyakit Telinga Saat Berenang Dan Menyelam

Untuk meminimalisir penyakit telinga akibat berenang dan menyelam, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan seperti di bawah ini:

  • Pakai penutup telinga khusus saat berenang atau menyelam untuk mencegah air masuk ke dalam telinga
  • Keringkan telinga dengan tisu atau handuk yang lembut selepas berenang
  • Jika telinga kamu kemasukan air, kamu bisa memiringkan kepala hingga telinga menghadap tanah supaya air bisa keluar
  • Jangan memasukkan jari ke dalam telinga saat air masuk atau lubang telinga terasa gatal
  • Kunjungi dokter THT secara rutin apabila kamu sering berenang atau menyelam
  • Saat menggunakan hairspray atau cat rambut, kamu harus menutup telinga dengan kapas atau penutup telinga khusus
  • Jika kamu pernah mengalami sakit telinga akibat bermain dalam air, sebaiknya kamu periksa dulu ke dokter untuk memastikan keamanan kamu saat berenang nanti.

Berenang dan menyelam adalah kegiatan air yang sangat mengasyikkan dan bisa menghilangkan stress. Jangan sampai ketakutan kamu sama sakit telinga selepas mandi kolam membuat kamu ragu untuk berenang, ya! Pastikan kondisi kamu fit dan melakukan pencegahan agar kamu terhindar dari penyakit telinga di atas.

Baca juga: Bagaimanakah Diving Di Era New Normal?

Blublub Indonesia