fbpx
Categories
Information

Pengaruh Pemanasan Global Terhadap Terumbu Karang

Sejak beberapa tahun terakhir, istilah pemanasan global atau yang biasa disebut global warming banyak mencuri perhatian beberapa kalangan. Bukan tanpa sebab, pemanasan global akan memberikan efek yang semakin serius dan mengancam kehidupan di bumi apabila terus berlanjut dan semakin parah.

Pemanasan global secara langsung akan mempengaruhi ekosistem, baik daratan maupun lautan. Pemanasan global ternyata juga dapat berpengaruh terhadap terumbu karang. Lantas, apa saja dampak pemanasan global terhadap terumbu karang? Simak penjelasan berikut ini!

Lebih Dekat dengan Istilah Pemanasan Global

Pemanasan global sudah menjadi keprihatinan tersendiri bagi dunia internasional. Semakin tahun, pemanasan global semakin meningkat drastis. Hal itu juga sejalan dengan dampak negatif yang ditimbulkan oleh pemanasan global secara perlahan dan pasti.

Tapi, apa itu pemanasan global? Bagaimana proses terjadinya?

Kenaikan temperatur bumi yang disebut dengan pemanasan global ditimbulkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca. Gas tersebut terdiri dari Karbon dioksida, metana, nitrogen oksida, dan berbagai gas lainnya. Gas-gas tersebut memenuhi atmosfer bumi secara berlebihan,

Apa yang kamu pahami tentang efek rumah kaca? Sebagian orang menganggap yang dimaksud efek rumah kaca adalah banyaknya rumah di bumi yang terbuat dari kaca. Padahal, hal itu merupakan anggapan yang salah kaprah.

Secara sederhana, efek rumah kaca diibaratkan sebagai kawah yang menutupi bumi. Kubah ini terdiri dari berbagai gas yang sudah disebutkan tadi. Anggap saja setiap tahunnya kadar gas-gas tersebut semakin meningkat yang menyebabkan kubah pelapis bumi semakin menebal.

Yang terjadi dengan adanya efek rumah kaca tersebut adalah panas matahari yang masuk ke bumi tidak dapat dipantulkan kembali ke ruang angkasa dan justru menumpuk di bumi. Akibatnya, temperatur bumi naik.

Disebut efek rumah kaca karena sistem kerjanya mirip, di mana panas yang ditangkap akan terjebak.

Penyebab Terjadinya Pemanasan Global

Pemanasan global yang diakibatkan oleh efek rumah kaca yang terjadi di bumi sebagian besar disebabkan oleh kadar karbon dioksida. Gas yang juga dihasilkan oleh manusia dan hewan ini ternyata menjadi dominasi dalam menahan radiasi yang dipancarkan oleh matahari agar tidak terpantul ke luar angkasa.

Radiasi yang terjebak di dalam bumi ini memiliki peranan penting dalam membuat suhu bumi menjadi hangat. Konsentrasi gas rumah kaca di bumi juga mampu menyerap sinar inframerah yang dipantulkan oleh bumi, sehingga efektif dalam meningkatkan pemanasan global.

Apabila difokuskan lebih dalam, pemanasan global dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut ini.

Hasil Pembakaran Transportasi (Emisi Gas Karbon)

Meskipun beberapa tahun terakhir berbagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil telah ditemukan, nyatanya penggunaannya masih bersifat minim. Bahan bakar fosil yang ada pada kendaraan akan menyuplai panas dan memberi tenaga. Namun, mesin akan melepaskan karbon dan emisi gas lain.

Pengguna kendaraan transportasi harian di berbagai kota besar membuat emisi karbonnya semakin banyak dan berperan dalam membuat efek rumah kaca. Di beberapa negara di dunia, salah satu penyumbang terbesar dari emisi efek rumah kaca adalah transportasi.

Asap Pembuangan Industri

penyebab global warming

Industri dapat dikatakan sebagai salah satu titik awal yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca secara masif dari tahun ke tahun. Apalagi peningkatannya seiring dengan penambahan jumlah pabrik yang semakin banyak.

Sebuah badan bernama International Energy Agency juga pernah menyatakan jika sejak tahun 2000 sampai 2016, negara utama penghasil emisi karbon dari industri adalah Tiongkok, dengan Indonesia berada pada posisi 6 setelah Rusia.

Penggunaan Listrik Berlebihan

Siapa sangka jika menggunakan listrik secara berlebihan ternyata juga ikut andil dalam meningkatkan pemanasan global. Tahukah kamu? Memproduksi listrik ternyata memerlukan bahan bakar yang menghasilkan berbagai gas peningkat efek rumah kaca.

Tidak hanya pada pembangkit listrik bentuk tertentu, tapi segala jenisnya memiliki dampak pada lingkungan. Terutama pada udara, air, dan tanah.

Peternakan

Memang sebuah hal yang jarang dikampanyekan, peternakan bahkan menghasilkan emisi gas yang lebih besar jika dibandingkan transportasi. Apalagi limbah yang dihasilkan oleh hewan ternak secara langsung akan mengeluarkan gas metana yang termasuk ke dalam gas rumah kaca.

Metana merupakan gas yang mampu memerangkap panas yang ada di atmosfer. Selain di peternakan, metana juga dihasilkan dari produksi batubara, minyak, dan gas alam. Bahkan, pembusukan sampah organik dan sisa makanan manusia juga menghasilkan metana.

Penggundulan Hutan

penggundulan hutan

Sepertiga daratan di bumi dulunya adalah kawasan hutan lebat. Seperti yang kamu tahu, tanaman memerlukan karbondioksida dalam proses fotosintesis yang akhirnya membantu mengurangi kadar karbondioksida di udara.

Namun, tiap tahunnya eksploitasi hutan semakin masif. Parahnya, bahkan ada oknum yang menggunakan pembakaran sebagai cara untuk membuka lahan. Jelas hal itu adalah kesalahan karena selain tidak bisa lagi mengurangi karbondioksida, pembakaran hutan justru semakin memperkeruh kondisi udara.

Dampak Pemanasan Global Bagi Kehidupan Terumbu Karang

Pada dasarnya, efek pemanasan global yang disebabkan oleh efek rumah kaca memberikan peranan penting dalam mendukung kelangsungan hidup organisme di bumi. Tanpa adanya efek rumah kaca, suhu bumi akan menjadi dingin sampai rata-ratanya mencapai ,

Dengan adanya efek rumah kaca, suhu bumi naik menjadi rata-rata yang sifatnya hangat dan mendukung keberlangsungan hidup. Namun, apabila temperatur bumi semakin meningkat oleh efek rumah kaca yang semakin parah, akan menjadi ancaman yang serius karena dapat membahayakan makhluk hidup.

Pengaruh global warming atau pemanasan global juga dirasakan oleh para penghuni lautan. Pemanasan global tidak wajar yang sedang berlangsung telah menyebabkan keanekaragaman hayati di laut semakin berkurang.

Salah satunya adalah terumbu karang berjenis hermatipik (Hermatypic coral). Jenis karang ini membentuk kerangkanya dari tumpukan kapur sebagai hasil fotosintesis alga yang hidup bersimbiosis dengan karang tersebut.

Karang sendiri merupakan sebuah koloni penghuni lautan dangkal. Umumnya, organisme ini bisa tumbuh secara optimal hanya pada 25-.

Beberapa terumbu karang rentan terhadap perubahan suhu perairan. Sebab, suhu air merupakan salah satu faktor pengontrol perkembangan terumbu karang.

Meskipun hanya mengalami peningkatan sekitar saja, akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan beberapa jenis terumbu karang. Bahkan, jika hal ini terjadi selama lebih dari 3 bulan, alga yang merupakan sumber nutrisi baik akan terlepas dari tubuh karang.

Peristiwa pelepasan alga dari tubuh karang itu bisa disebut pemutihan karang. Hal ini tentu saja menjadi bukti jika kenaikan suhu air dapat mengganggu kemampuan alga berfotosintesis. Namun justru meningkatkan produksi kimiawi berbahaya yang merusak sel-sel mereka.

Pemutihan karang umumnya menyebabkan hewan karang kehilangan lebih dari 60% alga yang hinggap dalam tubuhnya. Sementara itu, sisa alga yang masih hinggap akan kehilangan lebih dari 50% kemampuan fotosintesisnya.

Hal ini tentu berdampak pada perkembangan dari terumbu karang, atau bahkan bisa merusaknya

Kadar karbon dioksida ternyata juga dapat mempengaruhi kadar pH dalam air karena merubah senyawa kimia di dalam air laut. Perubahan kadar pH dalam air laut dapat mempengaruhi kemampuan adaptasi karang terhadap peningkatan panas laut.

Menurut Westmacott dalam bukunya pada tahun 2000, dampak dari tingginya kenaikan suhu permukaan air laut ditambah dengan intensitas sinar matahari saat gelombang panjang dapat mempercepat pemutihan karang.

Apalagi kecepatan pemutihan karang yang disebabkan oleh pemanasan global tersebut tidak sebanding dengan proses alami karang dalam mempertahankan dirinya dari kenaikan suhu berlebih.

Bagaimana Cara Meminimalisir Dampak Pemanasan Global?

Jika kita melihat dampak pemanasan global yang diakibatkan oleh efek rumah kaca terhadap keberlangsungan terumbu karang di lautan, tentu berbagai upaya perlu dilakukan agar dampak negatif dari pemanasan global tersebut dapat diminimalisir, bahkan dihilangkan.

Nah, berikut ini beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global.

Konservasi Lingkungan

Seperti yang kita tahu, efek rumah kaca sebagian besar disebabkan oleh banyaknya karbon dioksida yang terperangkap di bumi. Untuk itu, agar kadar karbon ini berkurang, perlu diadakan konservasi lingkungan dengan menanam tumbuhan hijau di lahan-lahan kritis.

Dalam proses fotosintesis, tumbuhan memerlukan gas karbondioksida. Semakin banyak tanaman, semakin banyak pula karbon dioksida yang diperlukan. Hasilnya, kadar karbon dioksida di atmosfer pun bisa berangsur-angsur menurun.

Menggunakan Energi Alternatif, Alih-Alih Sumber Daya Tak Terbarukan

Tahukah kamu? Pembakaran bahan bakar fosil ternyata juga menghasilkan limbah karbon yang terakumulasi di atmosfer, sehingga meningkatkan pemanasan global. Oleh sebab itu, beberapa tahun terakhir penggunaan energi alternatif juga sudah dipromosikan.

Selain ramah lingkungan, penggunaan energi alternatif dalam keseharian juga menghemat sumber daya alam yang mulai langka. Penggunaan energi alternatif meminimalisir pembuangan emisi gas peningkat kadar efek rumah kaca, tidak seperti bahan bakar fosil.

Efisiensi dan Daur Ulang Energi

Beberapa tahun terakhir, banyak peneliti yang menemukan penemuan menggembirakan terkait dengan bahan-bahan yang ternyata dapat digunakan kembali sebagai sebuah energi ramah lingkungan. Misalnya, pembuatan biogas dari sampah organik.

Edukasi

Meskipun terkesan sepele, ada kalanya edukasi yang baik membuahkan hasil yang cukup besar. Terutama terkait dengan lingkungan dan kebiasaan masyarakat terhadap lingkungan. Dalam menyikapi pemanasan global ini, edukasi kepada masyarakat terbagi menjadi beberapa prinsip seperti ;

Dimensi Manusia

Kesadaran akan pentingnya alam bagi kehidupan perlu ditanamkan dalam diri. Hal ini juga terkait dengan peranan manusia sebagai pengguna-perusak-pelestari alam.

Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia terkadang tidak menyadari dengan akibat yang ditimbulkan di kemudian hari. Oleh sebab itu, manusia hendaknya mulai memahami dan menyadari jika mereka adalah pelaku dan merupakan bagian dari lingkungan.

Keteladanan dan Penegakan Hukum

Penetapan hukum yang tegas juga dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global. Dengan hukum yang tegas, para perusak lingkungan akan merasa jera.

Mengubah Sikap dan Pola Pikir

Manusia dengan kemampuan logikanya harus bisa memandang kepentingan hidup beserta kejadian proses-proses alam. Kamu juga pasti tahu jika sikap dan perilaku manusia dapat memberi dampak pada kehidupan selanjutnya.

Pemanasan global yang terjadi di bumi memang memiliki manfaat yang baik, terutama dalam meningkatkan suhu bumi agar menjadi hangat dan layak untuk dihuni.

Namun, kenaikan yang terus menerus terjadi dapat membahayakan penghuninya, termasuk menyebabkan terjadinya kepunahan massal. Salah satu yang terdampak cukup berat akibat pemanasan global adalah terumbu karang.

Agar bahaya yang ditimbulkan oleh pemanasan global tidak semakin parah, mari kita sama-sama berupaya untuk mengurangi terjadinya pemanasan global. Lakukan konservasi lingkungan dan kurangi penggunaan gas yang dapat menimbulkan efek rumah kaca.

Baca juga : Fakta Menarik Pulau Padar Labuan Bajo

Categories
Information

15 Penyebab Rusaknya Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan salah satu kekayaan laut yang kini kondisinya semakin memburuk. Banyak faktor penyebab rusaknya terumbu karang, baik yang berasal dari alam maupun ulah tangan manusia.

15 Penyebab Rusaknya Terumbu Karang - blublub

Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat potensi terumbu karang sangatlah besar bagi keberlangsungan ekosistem laut. Terumbu karang berperan penting sebagai habitat makhluk hidup, meminimalisir penyebab abrasi pantai, dan sebagai sumber keanekaragaman hayati yang tinggi.

Manfaat tersebut tentu tidak dapat dirasakan jika kondisi terumbu karang banyak yang rusak. Menurut penelitian di tahun 2019, tercatat ada 33,82% lokasi terumbu karang dalam kategori buruk, 37,38 dalam kategori sedang, dan sisanya hanya sedikit yang dalam kategori baik.

Kerusakan terumbu karang sebagian besar disebabkan karena faktor manusia, baik yang disengaja maupun tidak sengaja. Untuk lebih jelasnya kamu bisa mempelajari faktor penyebab kerusakan, akibat kerusakan, hingga cara melestarikan terumbu karang yang telah Blublub rangkum khusus untuk kamu!

Penyebab Kerusakan Terumbu Karang

 

15 Penyebab Rusaknya Terumbu Karang - blublubBerikut telah kami rangkum 15 faktor penyebab kerusakan terumbu karang yang harus kamu hindari, yaitu:

1. Perburuan Ilegal

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika terumbu karang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Karena alasan inilah banyak orang yang akhirnya berburu terumbu karang secara ilegal.

Terumbu karang yang diambil biasanya dimanfaatkan untuk keperluan tersier, seperti dijadikan aksesoris, perhiasan, dan ornamen. Selain itu juga sering dimanfaatkan untuk hiasan aquarium karena dianggap sebagai salah satu bisnis yang cukup menguntungkan.

Selain merugikan ekosistem laut, perburuan terumbu karang secara ilegal juga bisa merugikan negara. Keanekaragaman hayati ini bisa menjadi aset jangka panjang untuk menarik minat para wisatawan luar negeri untuk datang ke Indonesia.

2. Pencemaran Air Laut Akibat Limbah

Kebutuhan manusia yang semakin beragam mendorong kemunculan pabrik di segala sektor. Walaupun keberadaan pabrik ini dapat menguntungkan, namun ada beberapa efek samping yang ditimbulkan.

Salah satu yang paling kentara adalah pencemaran air laut akibat limbah pabrik yang berbahaya. Untuk mengantisipasi hal ini diperlukan pengolahan limbah sebelum akhirnya dibuang.

Selain berasal dari aktivitas mesin pabrik, limbah juga banyak berasal dari rumah tangga. Aktivitas sederhana seperti penggunaan deterjen dan zat kimia lain yang dilakukan secara terus menerus dapat menyumbang pencemaran untuk air laut.

Jika hal ini terus berlanjut tanpa adanya penanganan khusus, bukan tidak mungkin keseluruhan air laut akan tercemar. Tentu hal ini akan sangat berdampak pada kualitas dari terumbu karang di masa depan.

3. Polusi Sampah Plastik yang Tak Terkendali

Saat ini Indonesia telah menyandang predikat sebagai penyumbang sampah paling banyak setelah Cina.

Polusi sampah plastik yang tak terkendali ini sebagian berada di permukaan tanah, sebagian lagi tertimbun di bawah tanah, dan banyak juga yang akhirnya hanyut ke laut.

Polusi sampah plastik yang tak terkendali ini tentu membawa efek negatif untuk terumbu karang. Sampah plastik yang mengapung di permukaan dapat menghalangi cahaya matahari untuk masuk ke dalam laut.

Selain itu, sampah plastik yang tersangkut ke terumbu karang juga dapat menghambat pertumbuhannya.

4. Penggunaan Pestisida Secara Berlebihan

Penggunaan pestisida dalam dosis yang tepat dapat menyelamatkan lahan pertanian dari serangan hama dan merangsang tumbuhnya tanaman. Namun jika penggunaan pestisida dilakukan secara berlebihan justru dapat mencemari tanah dan air.

Pestisida berlebihan yang ada di lahan pertanian dapat hanyut bersama hujan menuju aliran sungai dan berakhir di laut. Keberadaan zat asing ini tentu bisa mengubah kualitas air laut dan makhluk hidup di dalamnya, tak terkecuali pada terumbu karang.

5. Praktek Penangkapan Ikan Tak Ramah Lingkungan

Persaingan ekonomi yang semakin ketat dapat memicu para nelayan untuk melakukan aksi nakal, yaitu praktek penangkapan ikan tak ramah lingkungan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan ikan dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat.

Walaupun tidak semua nelayan melakukan cara curang ini, namun aksi beberapa nelayan saja sudah cukup untuk bisa merusak bawah laut. Jika ekosistem bawah laut rusak, terumbu karang juga akan ikut rusak.

Aksi nakal yang sering dipraktekkan oleh para nelayan diantaranya adalah penggunaan bahan peledak, bom ikan, racun sianida, obat bius, potasium, sengatan arus listrik, hingga penggunaan pukat harimau.

6. Iklim yang Memburuk

Siapa yang tak mengenal isu pemanasan global? Isu yang lebih akrab disebut global warming ini sangat populer di bahas di beberapa tahun terakhir.

Hal ini dikarenakan dampak negatif dari pemanasan global dapat dirasakan secara langsung oleh makhluk hidup di seluruh dunia, begitupun pada terumbu karang.

Pemanasan global membawa kondisi iklim semakin memburuk sehingga berpengaruh pada ekosistem laut. Suhu air air yang meningkat bisa berdampak pada pemutihan terumbu karang atau coral bleaching. Apabila hal ini berlangsung lama, maka kualitas terumbu karang akan rusak bahkan mati.

7. Aktivitas Reklamasi

Walaupun aktivitas reklamasi masih banyak menuai pro dan kontra, namun tidak sedikit orang yang nekat melakukannya. Aktivitas perluasan daratan ini banyak dilakukan di wilayah yang padat penduduk sebagai upaya pemenuhan kebutuhan.

Jika sebagian laut ditutup dengan material untuk membuat daratan, jelas ekosistem laut dan terumbu karang akan terganggu. Aktivitas serupa yang berpotensi mengancam eksistensi terumbu karang diantaranya adalah kegiatan pembangunan jembatan dan juga pembukaan jalan laut.

8. Pembangunan yang Masif di Kawasan Pesisir Pantai

Selain kegiatan reklamasi, pembangunan yang dilakukan secara masif di kawasan pesisir pantai juga dapat merusak terumbu karang. Meskipun tidak secara langsung menghancurkan terumbu karang, kegiatan pembangunan ini bisa berdampak buruk dalam jangka panjang.

Adanya bangunan yang tinggi bisa menghalangi cahaya matahari yang hendak mengenai permukaan laut. Tentu kamu sudah tahu kan seberapa penting cahaya matahari untuk kelangsungan hidup terumbu karang dan makhluk hidupnya lainnya?

9. Kegiatan Penambangan

Mengingat proses pelestarian terumbu karang membutuhkan waktu yang sangat lama, kegiatan penambangan terumbu karang harus dihindari. Kegiatan penambangan terumbu karang tentu mengurangi jumlah terumbu karang yang ada di laut dalam jumlah besar.

Selain didesain untuk aksesoris, terumbu karang hasil penambangan umumnya dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan pembangunan jalan.

Selain penambangan terumbu karang, proses penambangan lain yang dilakukan di bawah laut juga berpotensi merusak terumbu karang. Hal ini dikarenakan adanya aktivitas asing yang mengganggu ekosistem alami laut.

10. Rusaknya Hutan Mangrove

Rusaknya hutan mangrove umumnya juga disebabkan oleh ulah tangan jahil manusia yang tidak bertanggung jawab. Mungkin belum banyak yang tahu jika kerusakan hutan mangrove bisa berdampak pada kerusakan terumbu karang secara tidak langsung.

Hutan mangrove berperan penting untuk mencegah abrasi pantai dan melindungi ekosistem laut. Jika hutan mangrove rusak, bukan tidak mungkin ekosistem laut dan terumbu karang juga akan ikut rusak.

11. Penyalahgunaan Rekreasi

Aktivitas rekreasi bawah laut seperti diving dan snorkeling juga berpotensi merusak terumbu jika dilakukan secara sembarangan. Untuk menghindari hal itu, kamu tidak boleh dengan sengaja menginjak, duduk, dan bermain di atas terumbu karang. Tetaplah menjadi penyelam yang santun dan bersahaja ya!

12. Peletakan Jangkar dan Landasan Kapal

Jangkar dan landasan kapal merupakan benda keras yang jika tidak tepat peletakannya dapat menyebabkan kerusakan objek yang ada di bawahnya. Pada beberapa kasus, aktivitas ini dapat menghantam terumbu karang yang menyebabkannya rusak dan patah.

13. Penggunaan Sunscreen

Selain karena peningkatan suhu air laut, coral bleaching juga bisa terjadi karena terumbu karang bersinggungan dengan bahan kimia oxybenzone dan octinoxate. Bahan kimia ini umum ditemukan pada skincare berupa sunscreen. Dalam jumlah besar, tentu hal ini akan merusak terumbu karang.

14. Fenomena Bencana Alam

Selain karena ulah manusia, kerusakan terumbu karang juga bisa dikarenakan fenomena bencana alam. Beberapa fenomena yang dapat mengancam terumbu karang diantaranya adakah letusan gunung berapi, angin topan, gempa bumi, tsunami, dan juga badai.

Fenomena bencana alam ini dapat menimbulkan kerusakan kecil, sedang, bahkan bisa melenyapkan terumbu karang di suatu kawasan.

15. Kecelakaan Laut

Adanya kecelakaan transportasi laut dan udara juga bisa berdampak pada kerusakan terumbu karang. Misalnya sebuah kapal yang karam atau sebuah pesawat yang jatuh ke laut.

Alat transportasi yang besar ini bisa menghantam terumbu karang dengan keras sehingga membuat kerusakan.

Jika masih banyak orang yang mengabaikan kelestarian terumbu karang, maka akan banyak hal buruk yang bisa terjadi.

Inilah beberapa akibat rusaknya terumbu karang yang berdampak pada manusia dan hewan, diantaranya:

  • Hilangnya habitat ikan dan makhluk hidup lainnya di dalam laut
  • Jumlah ikan menurun sehingga berdampak pada hasil tangkapan nelayan
  • Daya tarik wisatawan menurun yang menyebabkan sektor pariwisata sepi
  • Risiko abrasi pantai semakin tinggi karena gelombang laut tidak dipecah terlebih dahulu
  • Menurunnya sumber keanekaragam hayati

Lantas, apakah kamu sudah tahu ada beberapa solusi rusaknya terumbu karang yang bisa dilakukan? Berikut beberapa cara melestarikan terumbu karang, diantaranya:

  • Tidak membuang sampah ke sungai dan laut
  • Melakukan diving dan snorkeling dengan hati-hati
  • Menangkap ikan dengan cara konvensional yang ramah lingkungan
  • Merawat hutan mangrove
  • Tidak mengambil terumbu karang untuk keuntungan pribadi maupun kelompok
  • Tidak menyentuh, menghantam, dan merusak terumbu karang
  • Tidak menjatuhkan jangkar di area yang ada terumbu karangnya
  • Tidak menjual dan membeli aksesoris dari terumbu karang
  • Melakukan sosialisasi pentingnya terumbu karang sejak dini
  • Menghindari pembangunan di wilayah pesisir pantai
  • Meminimalisir penyebab pemanasan global
  • Menggunakan pestisida dengan takaran yang tepat

Seperti yang telah kamu baca di atas, mayoritas faktor penyebab kerusakan terumbu karang berasal dari ulah jahil tangan manusia. Hal tersebut harus kamu hindari dan fokus pada pelestarian yang bisa dimulai dari hal kecil di diri sendiri.

Masih ada banyak cara menikmati indahnya terumbu karang tanpa harus merusaknya. Salah satunya kamu bisa mengabadikan keindahan terumbu karang melalui lensa kamera dan mencetaknya. Tunjukan pada semua orang, bahwa terumbu karang itu indah dan harus tetap lestari.

Jadi, itulah 15 faktor penyebab rusaknya terumbu karang yang harus kamu hindari mulai detik ini. Mari bersama menjaga ekosistem laut dan melestarikan terumbu karang demi hidup yang lebih baik di masa depan!

Categories
Information

10 Manfaat Terumbu Karang Bagi Kehidupan Biota Laut dan Manusia

Laut yang memiliki keindahan terumbu karang biasanya menjadi spot diving dan snorkeling yang banyak diminati. Namun, keberadaan organisme tersebut tidak hanya dapat memperindah lautan saja, lho. Faktanya, ada banyak manfaat terumbu karang bagi manusia, maupun biota laut yang ada di dalamnya.

10 Manfaat Terumbu Karang Bagi Kehidupan Biota Laut dan Manusia - Blublub

Peran terumbu karang sangat penting secara ekonomi, ekologi, maupun sosial. Nah, bagi yang penasaran ingin tahu semua manfaatnya, yuk, langsung cek saja informasi yang telah dirangkum berikut:

  • Terumbu Karang Sebagai Pelindung Pesisir dan Pantai

Adanya terumbu karang di suatu pantai, ternyata berpengaruh terhadap energi ombak. Dengan adanya karang, ombak yang datang dari laut menuju daratan energinya akan menjadi kecil. Dengan begitu, ombak yang menuju daratan, tidak akan bisa merusak pantai.

Fungsinya sendiri hampir mirip dengan hutan bakau. Kehadiranya dapat menjaga ekosistem di pantai agar tetap terlindungi.

  • Bagian Ekosistem yang Menunjang Kehidupan

Jika kamu perhatikan, ada banyak sekali makhluk hidup yang ada di sekitar terumbu karang. Hal tersebut dikarenakan, terumbu karang merupakan tempat untuk mencari makan, berkembang biak, hingga menyediakan tempat tinggal bagi berbagai biota laut.

Artinya, biota laut yang ada di sekitarnya, akan hidup bergantung pada tempat organisme tersebut. Itulah kenapa fungsi terumbu karang bagi ikan tergolong cukup vital.

  • Sebagai Sarana Untuk Rekreasi

Keindahan terumbu karang dapat membuat siapa saja terpesona. Khususnya bagi yang suka beraktivitas diving, maupun snorkeling. Itulah kenapa, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang diupayakan untuk melestarikannya. Misalnya seperti pemutihan sebagai bentuk upaya rehabilitasi.

Dengan adanya organisme ini, daya tarik suatu tempat wisata bisa turut meningkat. Dengan menjaga kelestariannya, berarti kita sudah membantu meningkatkan sektor pariwisata tanah air.

  • Mampu Menciptakan Mata Pencaharian

Perlu kamu ketahui, ada banyak daerah penghasil terumbu karang di Indonesia. Setiap daerah yang menghasilkan organisme ini, berpeluang untuk menciptakan mata pencaharian bagi masyarakat sekitar, lho.

Caranya tentunya saja bukan dari hal-hal yang ilegal, seperti menjualnya, ya. Secara ekonomi, organisme ini dapat meningkatkan kepopuleran suatu objek wisata. Artinya, ada banyak mata pencaharian yang terbuka, seperti membuka layanan penyewaan kapal, warung di tempat wisata, dan lainnya. Mata pencaharian lain yang juga tak kalah potensial yaitu seperti petani rumput laut, nelayan, dan lainnya.

  • Digunakan Sebagai Media Bibit Budaya

Seperti yang dijelaskan di atas, terumbu karang menjadi tempat tinggal sejumlah biota laut. Artinya, organisme ini bisa digunakan sebagai media bibit budidaya. Ada banyak jenis ikan yang hidup di tempat tersebut.

Nah, Anda bisa memanfaatkannya sebagai mata pencaharian juga. Selain itu, organisme ini juga bisa dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut dan teripang. Banyak sekali manfaat yang bisa membantu ekonomi masyarakat sekitar.

  • Digunakan Sebagai Bahan Baku Obat dan Kosmetik

Ada banyak sekali hewan laut yang memiliki senyawa kimia bermanfaat. Itulah kenapa, banyak di antaranya yang dijadikan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik maupun obat-obatan. Beberapa di antaranya biasanya hidup pada terumbu karang.

Jenis bahan yang biasanya digunakan seperti berbagai jenis alga. Umumnya alga digunakan untuk bahan pembungkus kapsul. Manfaat lainnya pun cukup beragam, mulai dari antibiotik, anti radang, hingga anti kanker. Bahkan, kabarnya masih banyak potensi lain yang belum tergali.10 Manfaat Terumbu Karang Bagi Kehidupan Biota Laut dan Manusia - Blublub

  • Sumber Keanekaragaman Genetik dan Spesies

Terumbu karang merupakan organisme yang menjadi ekosistem dengan nilai keanekaragaman hayati tertinggi. Bahkan, dibandingkan dengan ekosistem laut lainnya, organisme ini memiliki biodiversitas yang sangat tinggi. Itulah kenapa, terumbu karang menjadi tempat bagi banyak spesies maupun genetik.

Jika kamu suka diving atau snorkeling, kamu pasti bisa melihat keanekaragaman spesies yang ada pada terumbu karang. Semakin banyaknya spesies tersebut, maka akan semakin banyak jenis biota yang bisa dimanfaatkan.

  • Bisa Mengurangi Pemanasan Global

Sebagai informasi, gas CO2 tidak hanya bisa diserap oleh hutan saja, lho. Faktanya, laut juga menjadi media yang mampu menyerap gas CO2. Nah, di sini, peran batuan karang akan bersinergi dengan reaksi kimia.

Sinergi tersebut nantinya dapat mengubah CO2 menjadi zat kapur yang merupakan bahan baku terumbu itu sendiri.Secara ilmiah, proses di atas dikenal dengan istilah klasifikasi. Jika ditelisik lebih dalam, batuan karang tersebut, nantinya akan dibantu zooxanthellae, yang merupakan tumbuhan bersel satu. Tumbuhan tersebut, terdapat di dalam jaringan tubuh batuan karang.

  • Sebagai Sarana Untuk Kegiatan pendidikan dan Penelitian

Di Indonesia, tidak sedikit daerah yang kaya akan terumbu karang digunakan untuk kegiatan penelitian dan pendidikan. Biasanya, pendidikan yang dilakukan yaitu untuk mengenal ekosistem di kawasan pesisir pantai, mengenal hewan laut, mengenal tumbuhan bawah laut, dan lainnya.

Selain itu, tidak sedikit juga yang menggunakan bebatuan karang ini sebagai penelitian. Pasalnya, organisme ini memiliki peran yang tergolong penting.

  • Sebagai Sumber Makanan Bagi Manusia

Sumber makanan yang dimaksud, bukan berarti bebatuan karang bisa dimakan, ya. Maksudnya adalah, bebatuan karang ini, menjadi tempat untuk berkembang biaknya aneka ragam biota laut.

Ada banyak sekali makanan yang bisa dimanfaatkan dari organisme ini. Mulai dari rumput laut, udang, kepiting, teripang, dan berbagai jenis ikan.

Daerah dengan Terumbu Karang Tercantik di Indonesia

Nah, setelah kamu menyimak apa saja kelebihan terumbu karang, ada baiknya juga berkenalan dengan daerah dengan terumbu karang terbaik di Indonesia. Bahkan, beberapa di antaranya, masuk ke dalam salah satu list spot diving terbaik di dunia, lho. Apa saja daerah-daerahnya, yuk, langsung simak berikut ini:

1. Raja Ampat (Papua Barat)

Raja Ampat adalah destinasi wisata yang masuk ke dalam kategori laut terindah di dunia. Tempat ini memiliki taman laut yang kaya akan flora dan fauna. Biota lautnya begitu lengkap, begitu juga dengan terumbu karangnya.

Di Raja Ampat, setidaknya ada 540 jenis karang keras yang indah. Tidak hanya itu, bahkan tempat ini memiliki setidaknya 1.000 jenis ikan karang, dan beragam spesies unik lainnya. Beberapa di antaranya yang bisa kamu temukan seperti ikan pari manta, kuda laut, dan sejenisnya.

2. Wakatobi (Sulawesi Tenggara)

Taman laut yang namanya sudah mendunia ini, memiliki area yang luasnya mencapai 1,39 juta hektar. Wakatobi juga dikenal sebagai surga bawah laut yang kaya akan terumbu karang cantik. Tempat ini menjadi spot yang populer di kalangan para penyelam dari dalam maupun luar negeri.

Jika kamu menyelam atau snorkeling di tempat ini, kamu bisa melihat keanekaragaman hayatinya. Kekayaan alam bawah lautnya ini, menjadikan Wakatobi sebagai salah satu pusat penelitian bawah laut dunia. Maka jangan heran jika banyak turis asing di tempat ini.

3. Alor (Nusa Tenggara Timur)

Alor adalah salah satu spot penyelaman terbaik di Indonesia. Lokasinya berbatasan dengan Timor Leste. Di taman laut ini, setidaknya ada 50 spot diving yang bisa kamu coba. Bahkan, titik-titik penyelaman di Alor, sempat mendapatkan penghargaan dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia, tahun 2016.

Selain memiliki terumbu karang terbaik, Alor juga kaya akan biota laut. Selain itu, spot diving di sini, memiliki air yang jernih sehingga para divers pun nyaman melakukannya.

4. Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur)

Di Pulau Komodo, kamu tidak hanya bisa melihat hewan komodo saja. Di tempat ini bahkan ada salah satu spot diving terbaik di dunia, lho. Keindahan terumbu karangnya bahkan tidak kalah dengan Raja Ampat.

Lokasi tersebut berada di Pink Beach. Di sini, kamu bisa menikmati keindahan bawah laut yang indah. Bahkan, kamu juga bisa melihat berbagai jenis hewan seperti hiu, duyung, pari manta, hingga penyu hijau.

5. Bunaken (Sulawesi Utara)

Kini, untuk pergi ke Bunaken sudah tidak sesulit dulu. Bahkan, untuk ke tempat ini, hanya menempuh 30 menit perjalanan dari Kota Manado. Bunaken juga merupakan salah satu Taman Nasional. Artinya, keanekaragaman hayati di tempat ini tidak ternilai harganya.

Ada sekitar 390 spesies terumbu karang yang ada di sini. Begitu juga dengan keanekaragaman hewannya. Selain hewan laut, di sini kamu juga bisa melihat elang juga, lho. Bahkan, jika sedang beruntung, kamu juga bisa melihat ikan purba raja laut dan lumba-lumba.

6. Derawan (Kalimantan Timur)

Kalimantan juga punya destinasi yang memiliki keindahan bawah laut yang tak kalah dari tempat lain. Tempatnya berada di Kepulauan Derawan. Di sini, ada 28 spot diving yang sangat populer. Sebagai informasi, taman laut ini, ternyata menempati urutan posisi ketiga sebagai spot diving bertaraf internasional, lho.

Terumbu karang yang ada di Pulau Derawan tergolong sangat banyak. Terhitung ada sekitar 460 jenis batuan karang di tempat ini. Selain menyaksikan keindahan karang, kamu juga bisa melihat beraneka ragam spesies yang dilindungi seperti penyu sisik, lumba-lumba, hingga ikan dugong.

7. Banda (Maluku Tengah)

Keindahan pesona laut di kawasan indonesia Timur memang tidak akan pernah habis untuk dibicarakan. Selain Papua dan Nusa Tenggara, Maluku juga punya laut yang kaya akan terumbu karang dan biota laut. Tempat tersebut terletak di Kepulauan Banda.

Di tempat ini ada sekitar 310 jenis karang. Selain itu, tempat ini juga menjad spot populasi hiu dan kerapu yang cukup tinggi.

Hal Sederhana yang Bisa Melindungi Terumbu Karang

Untuk menjaga dan melindungi kelestarian terumbu karang, ternyata bisa juga dengan cara-cara sederhana. Nah, berikut beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk melindunginya.

  • Mengenal terumbu karang dengan cara mempelajarinya. Tujuannya agar kita tahu apa saja manfaat dan juga betapa pentingnya organisme yang satu ini.
  • Turut serta aktif untuk melindungi dan melestarikannya.
  • Selalu menjaga kebersihan pantai, laut, dan juga sungai. Salah satu caranya bisa dengan tidak membuang sampah sembarangan, di tempat-tempat tersebut. Hal ini tidak hanya berlaku untuk sampah plastik saja, juga untuk jenis sampah air limbah.
  • Saat melakukan aktivitas diving maupun snorkeling, usahakan untuk tidak menyentuhnya. Terutama berniat untuk mengambilnya. Pasalnya, jika karang diambil, kemudian dipindahkan ke tempat lain, maka karang tersebut akan mati.
  • Jika kamu suka menangkap ikan, usahakanlah untuk tidak merusak karang. Hindarilah penangkapan ikan yang dapat merusaknya, salah satunya seperti menangkap ikan menggunakan bom.

Demikian informasi seputar beragam manfaat terumbu karang bagi manusia, maupun biota laut. Melalui informasi di atas, kini sedikit banyaknya kamu tahu tentang fungsi-fungsinya. Semoga bermanfaat.

Baca juga : Wakatobi, Surga Para Diver di Sulawesi Tenggara

Categories
Information

10 Fakta Tentang Terumbu Karang Indonesia

Terumbu Karang menjadi salah satu biota laut yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penyelam. Banyak orang menyelam hanya ingin melihat secara langsung keindahan biota laut ini.

Tahukah kamu terumbu karang Indonesia termasuk salah satu yang tercantik di dunia. Indonesia yang hampir sebagian wilayahnya adalah perairan ini menyimpan keindahan bawah laut yang paling menakjubkan. Tidak hanya terumbu karangnya saja yang cantik, biota laut Indonesia juga sangat beragam.

Ada banyak fakta mengenai terumbu karang yang ada di Indonesia yang belum banyak diketahui. Khusus untuk kamu, blublub akan membahas mengenai fakta-fakta tersembunyi tentang terumbu karang yang ada di Indonesia,

1. Terumbu Karang Tidak Semuanya Tumbuhan Tapi Juga Ada Hewan

Banyak orang yang mengira karang merupakan tumbuhan bawah laut. Faktanya karang bukanlah tumbuhan melainkan hewan. Sifat karang yang sesil atau menempel dengan dasar laut yang membuatnya sering disamakan dengan tumbuhan.

Apalagi tentakel karang yang berbentuk helaian ini selalu bergerak mengikuti arus membuatnya terlihat seperti tumbuhan. Ada juga beberapa kerang yang berwarna hijau yang membuat banyak orang semakin yakin bahwa karang adalah tumbuhan.

Perlu kamu ketahui karang yang ada di dasar laut sebenarnya terbentuk karena adanya simbiosis antara alga dan polip. Kedua makhluk hidup ini saling membutuhkan sehingga membentuk simbiosis mutualisme.

Jika karang merupakan hewan maka yang berperan sebagai tumbuhan dalam laut adalah terumbu. Terumbu terbentuk karena endapan kapur yang ada di dalam laut.

Terumbu karang sendiri merupakan ekosistem laut yang terjadi karena simbiosis mutualisme antara tumbuhan laut berupa terumbu dan hewan berupa karang. Kedua makhluk hidup ini membentuk sebuah ekosistem yang didalamnya menjadi habitat ikan-ikan di lautan.

2. Terumbu Karang Indonesia Termasuk yang Terluas Di Dunia

Perlu kamu tahu penghuni terbesar lautan bukanlah ikan melainkan terumbu karang. Hampir sepertiga lautan terdiri dari terumbu karang. Terumbu karang ini bisa dikatakan sebagai pohonnya laut.

Terumbu karang yang ada di Indonesia luasnya hampir sekitar 25 ribu kilometer persegi dan menjadi yang terluas di dunia. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai wilayah perairan yang luas.

Keberadaan terumbu karang di laut Indonesia membuat Indonesia kaya akan biota lautnya. Namun berdasarkan data terakhir tidak semua terumbu karang yang ada di Indonesia dalam keadaan yang baik.

Hanya sekitar 30% terumbu karang di Indonesia yang keadaannya sangat baik dan 37,7% dalam keadaan baik. Sedangkan sisanya dalam keadaan yang kurang baik dan membutuhkan perawatan.

Dibandingkan negara lain, kondisi terumbu karang yang ada di Indonesia termasuk yang terbaik. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian terumbu karang ini.

3. Mendapat Julukan Amazon of The Ocean

Tahukah kamu terumbu karang di Indonesia mendapatkan julukan The Amazon of The Ocean. Julukan ini diberikan tidak hanya karena luasnya terumbu karang yang ada di Indonesia tapi juga karena jenisnya yang beragam.

Di Indonesia sendiri ada ratusan jenis terumbu karang yang hidup. Berdasarkan data keluatan yang terbaru ada sekitar 300 jenis terumbu karang yang mendiami wilayah lautan Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP Indonesia mengklaim hampir 70% jenis terumbu karang dunia ada di Indonesia.

Beragamnya jenis terumbu karang yang ada di laut Indonesia ini menjadikan laut Indonesia termasuk laut terkaya di dunia. Jika di darat ada Hutan Amazon di Amerika maka di lautan ada Amazon The Ocean yang ada di laut Indonesia.

Kamu sebagai warga negara Indonesia haruslah berbangga karena laut Indonesia sangat kaya. Tidak salah jika banyak divers luar negeri yang memilih Indonesia sebagai tempat penyelaman terbaik.

4. Menyumbang Penghasilan Sampai Rp 39 Triliun Setiap Tahunnya

Tidak hanya terluas di dunia, terumbu karang yang ada di Indonesia menyumbang penghasilan ekonomi kurang lebih 39 triliun rupiah setiap tahunnya. Tentu saja ini sangat bagus untuk perkembangan perekonomian Indonesia.

Nilai ekonomi dari terumbu karang ini didapatkan dari sektor wisata dan budidaya. Karena keindahan terumbu karangnya banyak para pelancong luar negeri dan domestik yang rela menghabiskan banyak uang untuk diving di Indonesia.

Bukan karena terumbu karang saja, biota laut Indonesia juga banyak dan unik sehingga menarik para wisatawan. Apalagi pusat keindahan terumbu karang Indonesia tidak hanya di satu tempat saja melainkan tersebar di berbagai daerah.

Terumbu karang mampu menghasilkan triliunan rupiah per tahun tidak dari sektor wisata saja. Budidaya rumput laut yang dilakukan di sekitar terumbu karang juga menyumbang banyak. Apalagi budidaya ini bersifat kontinu yang terus berjalan selama terumbu karang masih terjaga kelestariannya.

5. Terumbu Karang Mampu Menyerap Karbon Lebih Banyak dari Pohon

Tahukah kamu terumbu karang bisa dikatakan sebagai pohonnya laut karena mempunyai zat hijau atau klorofil. Seperti yang sudah dijelaskan jika terumbu karang adalah hasil simbiosis mutualisme antara alga dan karang yang bernama polip.

Perpaduan biota laut ini mempunyai kemampuan untuk menyerap karbondioksida lebih tinggi dibandingkan pohon di daratan. Kemampuan terumbu karang untuk menyerap karbondioksida ini lebih besar 3 kali dibandingkan pohon lainnya.

Terumbu karang yang mempunyai kemampuan menyerap karbondioksida tinggi ini adalah terumbu karang yang ada di kedalaman 1 sampai dengan 3 meter. Hal ini dikarenakan di kedalaman ini matahari masih bisa diserap dengan mudah.

6. Menghasilkan Lebih dari 12 Juta Ton Ikan Setiap Tahunnya

Fakta terumbu karang yang masih jarang diketahui oleh banyak orang yaitu mampu menghasilkan lebih dari 12 juta ton ikan setiap tahunnya. Seperti yang kamu ketahui terumbu karang merupakan habitat banyak ikan. Karena adanya terumbu karang inilah perairan Indonesia kaya akan biota lautnya.

Keberadaan terumbu karang yang banyak di laut Indonesia membuat produksi ikan Indonesia semakin banyak. Hampir setiap hari pelabuhan dan pasar-pasar ikan di Indonesia tidak pernah sepi. Jenis ikan yang dihasilkan pun sangat beragam.

Salah satu pasar ikan terbesar yang ada di Jakarta adalah Muara Angke. Di Pelabuhan Muara Angke saja ada lebih dari 500 ton hasil laut yang dijual setiap harinya. Jika di total dari seluruh pelabuhan dan pasar ikan yang ada di Indonesia hampir jutaan ton ikan per hari yang dihasilkan laut Indonesia.

Tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat dalam negeri saja, ikan-ikan hasil tangkapan di perairan Indonesia juga diekspor ke luar negeri. Bukan hanya ikan saja, biota laut seperti udang, lobster, dan yang lainnya juga banyak dihasilkan oleh Indonesia.

7. Terumbu Karang Indonesia Hanya Kalah dari Great Barrier Reef di Australia

Tahukah kamu terumbu karang yang ada di Indonesia hanya mampu disaingi oleh Australia. Di Australia terdapat terumbu karang bernama Great Barrier Reef, terumbu karang ini merupakan terumbu karang terbesar dunia.

Tidak hanya menjadi yang terbesar saja, terumbu karang yang ada di Australia ini juga mempunyai nilai valuasi aset yang tinggi. Valuasi aset terumbu karang Great Barrier Reef ini adalah 56 miliar dolar Amerika atau setara dengan 775 triliun rupiah.

Berdasarkan data dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau PPN nilai valuasi aset terumbu karang di Indonesia adalah 37 miliar dolar Amerika. Nilai valuasi terumbu karang di Indonesia setara 540 triliun rupiah. Hanya selisih sedikit saja bukan nilai terumbu karang Indonesia dan Australia?

NIlai aset ini bisa saja berubah beberapa tahun mendatang. Jika Indonesia mampu mengembangkan dan menjaga kelestarian terumbu karang yang ada tidak menutup kemungkinan akan menjadi yang terbesar nilainya di dunia.

8. Menjadi Pusat Segitiga Karang Dunia

Fakta selanjutnya tentang terumbu karang Indonesia adalah menjadi pusat segitiga karang dunia. Dunia tidak hanya mempunyai segitiga bermuda saja tapi juga mempunyai segitiga karang yang pusatnya ada di Raja Ampat Indonesia.

Raja Ampat yang ada di Papua ini menjadi coral triangle yang merupakan pusat dari keragaman biota laut dunia. Di Raja Ampat kamu akan bisa menikmati pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Untuk cek rekomendasi tempat snorkeling terbaik Raja Ampat kamu bisa cek di sini.

Di Raja Ampat kamu akan menemukan banyak biota laut yang unik. Di sini ada kurang lebih 500 spesies karang yang 70% nya merupakan spesies karang dunia.

Tidak hanya karang, kamu juga bisa menemukan berbagai jenis ikan yang unik di sini. Raja Ampat menyimpan lebih dari 1000 spesies ikan dan 600 lebih moluska.

9. Menjadi Surga Terumbu Karang Dunia

Tidak hanya sebagai pusat segitiga terumbu karang dunia saja tapi juga menjadi surganya terumbu karang di dunia. Indonesia menjadi salah satu negara tujuan para penyelam untuk melakukan diving.

Diving di Indonesia tidak bisa selesai hanya dalam waktu satu dua hari saja. Untuk menikmati keindahan bawah laut Indonesia kamu disarankan tidak hanya mengunjungi satu tempat saja.

Kepulauan Indonesia yang menyimpan keindahan alam biota lautnya sangat banyak, salah satu yang terkenal adalah Pulau Belitung. Di sini ada banyak spot snorkeling yang menakjubkan dan wajib kamu datangi. Kamu bisa langsung cek di sini tempat mana saja yang direkomendasikan jika ingin diving di Belitung.

Tidak hanya Belitung, Raja Ampat yang ada di Papua dan Kepulauan Seribu yang ada di DKI Jakarta juga menyimpan kekayaan alam biota laut yang sangat indah. Terumu karang Indonesia memang layak mendapatkan sebutan surga bawah laut.

10. Terumbu Karang Indonesia Ditargetkan terus Meningkat

Keberadaan terumbu karang di Indonesia memang sudah sangat luas, namun Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia menargetkan di tahun 2030 terumbu karang Indonesia naik sampai 32,5 juta hektar.

Saat ini luas kawasan terumbu karang yang dikonservasi di Indonesia sudah ada 23,34 juta hektar. Kawasan ini hanya 7,18% dari luas seluruh perairan yang ada di Indonesia. Jika ditargetkan naik sampai 30 juta hektar maka nantinya kawasan terumbu karang Indonesia bisa sampai 10% dari total perairan Indonesia.

Target peningkatan ini akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Tidak menutup kemungkinan jika terumbu karang Indonesia nantinya akan semakin luas.

Dengan mengetahui fakta-fakta tentang terumbu karang ini tentunya kamu semakin paham bukan betapa kayanya perairan Indonesia.

Keberadaan terumbu karang ini sangat penting dan kita semua harus melestarikannya. Bukan karena indah saja, terumbu karang juga mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia.

Categories
Information

Mengenal Terumbu Karang

Saat melakukan aktivitas snorkeling atau diving, tidak jarang kamu akan melihat hamparan berbagai jenis terumbu karang yang mempesona. Selain mempercantik pemandangan bawah air, terumbu karang juga dapat dikatakan sebagai tempat tinggal berbagai spesies ikan kecil.

Tapi, apakah kamu sudah tahu berbagai fakta tentang terumbu karang yang ada di lautan? Nah, dalam artikel ini kami akan membahas berbagai hal tentang terumbu karang yang mungkin belum kamu ketahui. Penasaran? Yuk simak penjelasan tentang terumbu karang berikut ini!

Apa itu terumbu karang?

Pasti kamu pernah berfikir jika terumbu karang merupakan sekumpulan tumbuhan, bukan? Terumbu karang sampai saat ini memang organisme yang membuat salah paham organisme lain, termasuk manusia.

Sebagian berpendapat bahwa ia adalah tumbuhan dan sebagian menganggapnya hewan. Lalu, mana yang tepat?

Berbicara mengenai apakah terumbu karang adalah tumbuhan atau hewan, jika dilihat berdasarkan klasifikasinya, terumbu karang masuk dalam kingdom animalia. Itu artinya, terumbu karang termasuk dalam jenis hewan.

Tidak hanya sampai situ, jika kita telaah lebih dalam, terumbu karang termasuk golongan hewan cnidaria. Apa itu cnidaria? Cnidaria adalah perkumpulan hewan invertebrata (tidak memiliki tulang belakang) yang struktur mereka masih bersifat sederhana.

Tahukah kamu? Ternyata terumbu karang juga memiliki sel penyengat, sama seperti hewan-hewan lainnya yang juga tergolong sebagai cnidaria. Tentu kamu sudah tahu fungsi sel penyengat ini, yaitu untuk menangkap mangsa dan mempertahankan diri dari predator.

Oleh sebab itu, saat kamu menyelam di lautan, sebaiknya tidak menyentuh apapun. Meski beberapa di antaranya tidak berbahaya, setidaknya kita tidak merusaknya meski kamu tidak disengaja.

Jika ditarik kesimpulan, terumbu karang merupakan sekumpulan hewan yang bersimbiosis dengan alga bernama Zooxanthellae. Organisme yang ada di perairan ini masuk dalam filum Cnidaria seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Lebih spesifik lagi masuk dalam kelas Anthozoa bertentakel.

Apa Hewan Pembentuk Koloni Terumbu Karang?

reef

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terumbu karang merupakan salah satu jenis organisme Cnidaria atau sekumpulan hewan. Nah, hewan-hewan pembentuk koloni terumbu karang tersebut dinamakan polip. Dalam setiap koloni karang, terdapat hewan-hewan kecil ini yang terdiri dari satu polip.

Seperti yang kamu tahu, beberapa jenis terumbu karang terdiri dari beberapa bagian tubuh yang menyerupai tabung. Nah, itulah polip. Polip berbentuk menyerupai tabung dengan bagian atasnya yang merupakan bagian mulut dengan pinggirannya dikelilingi oleh tentakel.

Lantas, bagaimana maksud dari satu koloni? Pada kebanyakan spesies terumbu karang, satu individu polip yang berbentuk menyerupai tabung itu akan berkembang dan membentuk kawanan polip yang banyak. Hal itulah yang kemudian disebut sebagai koloni polip.

Jenis-jenis Terumbu Karang Apa Saja?

terumbu karang

Di lautan bebas, sebenarnya terdapat banyak sekali jenis dari terumbu karang. Namun, Berikut ini beberapa jenis terumbu karang yang harus kamu tahu.

Acropora Cervicornis

Jenis terumbu karang ini umumnya hidup di kedalaman 3-15 meter. Ciri-cirinya meliputi warna tubuh cenderung coklat muda. Selain itu, jenis terumbu karang yang dapat ditemukan di negara, Cayman, Jamaika, dan Indonesia ini memiliki koloni arborescens serta memiliki koralit berbentuk pipa.

Arcopora Acuminate

Sama dengan jenis Cervicomis, jenis terumbu karang satu ini hidup di kedalaman 3-15 meter. Mereka dapat ditemukan di Indonesia, Australia, Papua Nugini, Filipina, dan Solomon. Ciri umumnya terletak pada warnanya yang cenderung biru muda serta memiliki koloni bercabang di ujung lancipnya.

Acropora Elegantula

Jenis terumbu karang yang satu ini juga mendiami kedalaman 3-15 meter dan tersebar di Indonesia serta beberapa juga ada di Srilanka. Memiliki warna abu-abu serta koloni korimbosa seperti lemak dan memiliki cabang tipis serta menyebar.

Lobophyllia Hemprichii

Hidup di kedalaman 3-15 meter dan dapat ditemukan di berbagai negara, mulai dari Indonesia, Jepang, Filipina, Madagaskar, Tanzania, Papua Nugini, dan Australia. Polipnya tebal dan memiliki koloni membentuk helm. Koloninya sendiri berukuran hingga 5 meter.

Lobophyllia Corymbosa

Sama seperti jenis-jenis sebelumnya, terumbu karang yang dapat ditemukan di Indonesia, Filipina, Jepang, Papua Nugini, Solomon, Tanzania, dan Australia ini juga hidup di kedalaman 3-15 meter. Memiliki koloni membentuk plat dan lebar mencapai 2 meter.

Galaxea Fascicularis

Galaxea Fascicularis tersebar di Papua Nugini, Indonesia, Filipina, dan Australia. Tumbuh di kedalaman 3-15 meter dengan ciri warna abu, hijau, atau putih dengan koloni membentuk bantal dan lebar koloni mencapai 5 meter.

Bagaimana Reproduksi Terumbu Karang?

Terumbu karang bereproduksi secara aseksual dan atau seksual. Perkembangbiakan terumbu karang secara aseksual terjadi dengan pertunasan dan fragmentasi.

Dengan proses pertunasan, induk polip nantinya akan membelah diri dan organisme polip hasil pembuahan akan tumbuh dan terus berkembang sampai menghasilkan koloni baru.

Jika melihat perkembangbiakan terumbu karang secara seksual, kamu harus tahu jika sebagian besar terumbu karang ternyata merupakan hermaprodit. Artinya, pada satu individu polip terdapat dua kelamin sekaligus, yakni jantan dan betina. Mereka akan menghasilkan sel telur dan sperma pada saat yang bersamaan.

Namun, tentu saja hermaprodit hanya ada pada sebagian jenis terumbu karang. Tetap ada jenis terumbu karang lain yang memiliki organ jantan dan betina secara terpisah untuk bereproduksi.

Pembuahan dalam kasus ini bisa terbagi menjadi dua cara, yakni fertilisasi internal di tubuh betina, atau fertilisasi eksternal di perairan.

Ternyata Terumbu Karang Punya Banyak Manfaat, Apa Saja?

Terumbu karang bukan sekedar tempat tinggal bagi biota laut belaka, tapi peranannya sangat kompleks dan tidak bisa dikesampingkan. kompleks di sini artinya tidak hanya lautan, tetapi mencakup daratan, lautan, bahkan bagi kehidupan manusia.

Manfaat terumbu karang secara garis besar terbagi menjadi berikut.

Secara Ekologi

Kata ekologi sendiri jika diterjemahkan merupakan pengertian dari hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya secara timbal balik.

Secara ekologi, terumbu karang memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan alam sekitarnya. Lingkungan di sini dapat mencakup lingkungan habitat di sekelilingnya, maupun secara global. Berikut adalah beberapa manfaat terumbu karang secara ekologi.

Sebagai penunjang kehidupan

Secara langsung maupun tidak langsung, terumbu karang telah menjadi penunjang kehidupan dari sekian banyak jenis makhluk hidup dalam sebuah ekosistem. Terumbu karang menjadi penyedia tempat tinggal, tempat makanan, serta tempat berembang biak bagi organisme lain.

Sebagai sumber keanekaragaman hayati tinggi

Tahukah kamu? Ternyata ekosistem terumbu karang merupakan suatu keanekaragaman hayati atau biodiversitas tertinggi di bumi dibandingkan ekosistem lain di laut. Dengan kondisi keragaman hayati yang tinggi, terumbu karang sebagai sumber keanekaragaman spesies dan genetik organisme.

Tentu saja hal ini menjadi kompleks. Genetik yang beraneka ragam membuat variasi makhluk hidup semakin beragam dan akan menghasilkan ketahanan hidup tinggi. Sementara itu, keragaman spesies melahirkan banyak jenis biota yang bisa dipelajari dan dimanfaatkan.

Pelindung pantai dan pesisir

Hutan bakau, padang lamun, dan terumbu karang merupakan ketiga ekosistem yang saling terkait, terutama dalam hal melindungi pantai dan pesisir.

Terumbu karang berperan dalam ‘’memperkecil’’ gaya dorong yang dihasilkan ombak. Dengan begitu, kekuatan ombak akan lebih rendah ketimbang tanpa ada terumbu karang.

Setelah melalui terumbu karang, energi ombak diperkecil lagi dengan padang lamun dan hutan mangrove atau bakau. Sehingga, kemungkinan ombak pantai untuk merusak pantai dan menyebabkan abrasi semakin berkurang.

Bantu kurangi pemanasan global

Karbon dioksida yang berperan dalam meningkatkan pemanasan global akan diserap oleh tumbuh-tumbuhan di daratan. Tapi ingat, jika di lautan juga terdapat banyak spesies tumbuhan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, di sekitar koloni polip terdapat zooxanthellae atau alga. Tumbuhan ini memerlukan karbon dioksida untuk berfotosintesis.

Secara Ekonomi

Salah satu organisme yang ada di perairan ini ternyata juga memiliki manfaat dari segi ekonomi, lho. Hal itu juga terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut ini beberapa di antaranya.

Sumber makanan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, terumbu karang merupakan tempat tinggal bagi sebagian kecil berbagai biota laut. Dari biota laut tersebut, tidak sedikit jenisnya yang dapat dijadikan sebagai sumber makanan. Misalnya seperti, rumput laut, berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan lainnya.

Bahan dasar pembuatan obat-obatan dan kosmetik

Mungkin kamu juga sudah tahu jika alga merupakan satu dari banyaknya bahan dasar yang digunakan dalam berbagai jenis kosmetik dan obat-obatan. Selain itu, berbagai hewan yang berhabitat di sekitar rumput laut juga diketahui bermanfaat untuk kesehatan. Oleh sebab itu, terumbu karang juga berpengaruh terhadapnya.

Objek wisata

Berbagai aktivitas penyelaman, seperti diving, snorkeling, dan watersport lainnya tentu menjadi tidak asik dengan tidak adanya berbagai jenis terumbu karang yang menakjubkan. Oleh sebab itu, terumbu karang juga berperan penting terutama dalam hal meningkatkan nilai pariwisata.

Sumber mata pencaharian

Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, tentu keberadaan terumbu karang akan sangat berpengaruh dengan mata pencahariannya yang sebagian besar adalah nelayan.

Jika terumbu karang menghilang, beberapa spesies tangkapan laut juga akan ikut punah karena habitatnya hilang. Atau setidaknya, perlu waktu lama untuk adaptasi dengan lingkungan baru.

Selain itu, pengembangan terumbu karang menjadi sebuah objek wisata juga berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Mulai dari perhotelan, resort, penyewaan kapal, warung makan, dan masih banyak lagi.

Secara Sosial

Secara sosial, manfaat terumbu karang yaitu untuk penunjang kegiatan penelitian dan pendidikan. Terumbu karang menjadi salah satu sarana yang pas untuk belajar mengenai pesisir dan lautan. Mulai dari pengenalan tumbuhan laut, ekosistem, dan hal lain terkait dengan perairan laut.

Selain itu, terumbu karang juga termasuk salah satu objek yang dijadikan sebagai bahan penelitian.

Kerusakan Terumbu Karang

Tahukah kamu jika ternyata Indonesia merupakan negara pengekspor terumbu karang pertama di dunia? Hal ini juga terkait dengan potensi besar dengan lebih dari 60.000 km terumbu karang tersebar di dalamnya.

Akhir-akhir ini, kerusakan terumbu karang di Indonesia meningkat cepat, hanya sekitar 6,2% populasi terumbu karang dalam keadaan baik. Berikut beberapa penyebab terjadinya kerusakan terumbu karang.

Membuang sampah anorganik ke laut

Merusaknya, baik sengaja maupun tidak. Beberapa jenis terumbu karang bahkan bisa rusak hanya karena sentuhan

Penggunaan pupuk dan pestisida buatan secara berlebihan. Semua air akan menuju ke laut, baik dari sungai maupun tanah dan tentu saja pestisida akan ikut hanyut ke laut dan membahayakan habitat laut

Membuang jangkar ke pesisir yang dibawahnya ada terumbu karang

Penambangan

Reklamasi pantai

Polusi, dan

Penangkapan ikan menggunakan cara yang salah, seperti peledak

Sekali lagi, terumbu karang merupakan sekumpulan organisme kecil bernama polip yang tentu saja mereka termasuk jenis hewan. Terumbu karang menjadi tempat terjadinya simbiosis mutualisme antara alga dan polip. Secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap kehidupan disekitarnya.

Bagaimana? Apakah sudah lebih mengenal terumbu karang dan jenis terumbu karang yang ada di Indonesia? Agar keberadaan terumbu karang tidak semakin langka, mari kita bersama-sama menjaga kelestariannya dengan tidak merusaknya pada saat diving maupun snorkeling.

baca juga : 12 Pantai Cantik Menarik Wisata Pulau Harapan

Blublub Indonesia